Masih ingat nggak dengan ‘smoking boy‘ dari Indonesia yang beberapa tahun lalu menghebohkan dunia?! Aldi Suganda yang kala itu masih berumur dua tahun, dilaporkan menghisap sampai 40 batang rokok tiap harinya. Dalam video yang langsung jadi sensasi internasional tersebut, orangtuanya bahkan tampaknya tidak terganggu dengan kebiasaan anaknya yang jelas berada di luar kewajaran dan perilaku normal balita. Belum lagi dampaknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu sejak video itu viral, semakin banyak orang bertanya :

Seberapa parah sih kultur merokok di Indonesia, sampai-sampai balita merokok saja dianggap wajar?!

Tak peduli seberapa bangganya kita terhadap negeri ini, tampaknya susah untuk mengelak atau tidak mengakui tingginya angka perokok di Indonesia. Bahkan di kalangan remaja dan anak-anak. Seakan-akan ada ‘lingkaran setan’ yang tidak terputus diantara kalangan perokok, kalau bapaknya perokok ya pasti anaknya jadi perokok. Meskipun permasalahan ini sangat kompleks dan seperti yang diketahui bersama menyangkut kepentingan banyak ‘orang besar’ di negeri ini, kita tidak boleh pesimis dan menyerah.

Dilansir dari CNNsmoking boy Aldi yang sekarang berumur 8 tahun pun akhirnya ‘sembuh’ dan tidak lagi merokok setelah bertahun-tahun menjalani program rehabilitasi. Tapi pasti banyak ‘Aldi-Aldi’ yang butuh jalan keluar dari lingakaran setan perokok di Indonesia. Mungkin banyak yang tidak sadar atau sengaja menutup mata, tapi kultur merokok di Indonesia ini emang sudah kronis dan merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Kalau nggak percaya, simak aja ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Setelah videonya viral, pemerintah lokal dan pusat berusaha menjalakan program rehabilitasi supaya Aldi bisa berhenti merokok

Semoga ‘Aldi-Aldi’ yang lain juga bisa mendapatkan perhatian serupa via ft.com

2. Baru setelah bertahun-tahun direhabilitasi di bawah pengawasan langsung psikolog anak ternama yang juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, Aldi bisa sembuh

Advertisement

Butuh rehabilitasi yang lama, tapi kini Aldi adalah bocah berusia 8 tahun yang sehat dan aktif via worldnow.com

3. Kasus Aldi ini jelas hanya permukaan, ada banyak anak-anak Indonesia lain yang bisa mendapatkan rokok dengan mudah dan mulai merokok di usia yang sangat muda

Menurut laporan PRI, orangtua Dihan (6 tahun) bangga karena anaknya bisa mengurangi rokoknya yang biasanya 2 pak sehari menjadi 4 batang/hari via www.pri.org

Bahkan masih menurut laporan CNN, jumlah anak-anak tersebut diperkirakan mencapai 267.000 sendiri di Indonesia.

4.  Sebelum bahas kok bisa anak-anak jadi hobi merokok di Indonesia, secara umum – jumlah perokok di kalangan cowok di negeri ini memang sangat tinggi

Dari data The Tobacco Atlas, 57% laki-laki di atas umur 15 tahun di Indonesia itu merokok via edition.cnn.com

5. Sementara tren perokok di bawah umur turun di negara-negara lain, angka ini justru terus naik di Indonesia. Perokok di bawah 18 tahun naik dari 7,2% -8,8% selama 2013-2016

Pemandangan seperti ini makin sering ditemui dan mirisnya semakin dianggap lumrah via neatorama.com

6. Meski masih identik sama cowok, jumlah perokok cewek di Indonesia juga meningkat. Termasuk mereka yang masih duduk di bangku sekolah

Kebiasaan merokok itu jelas berbahaya untuk siapa saja, tidak peduli cowok atau cewek via edition.cnn.com

7. Peran orangtua-lah yang sebenarnya jadi faktor penentu. Contohnya, orangtua Aldi dan Dihan yang awalnya menyerah karena takut anaknya uring-uringan jika tak diperbolehkan merokok

Berapa banyak lagi orangtua yang menyerah atau tidak peduli jika anaknya mulai meniru kebiasaan mereka merokok via all-that-is-interesting.com

8. Pemerintah juga tentunya harus bisa mengendalikan akses rokok supaya tidak bisa dibeli anak-anak. Bukan cuma peraturan nasional, tapi juga pengawasan di level daerah

Meski di minimarket besar sudah diatur, warung-warung kecil masih menjajakan rokok batangan via tribunnews.com

9.  Kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini, jelas sangat diperlukan. Apa iya kita mau generasi muda Indonesia identik dengan perokok muda?!

Berikanlah kesempatan anak-anak ini buat memilih masa depan yang lebih cerah via www.lifebites.bg

Bagi yang sudah terjerumus candu rokok, mungkin berpikiran asalkan tidak merugikan orang lain, sah-sah aja merokok. Toh sudah ada juga banyak ruang khusus rokok atau rokok eletrik yang digadang-gadang lebih sehat. Tapi sepertinya masalah rokok di Indonesia sudah berkembang menjadi permasalahan budaya yang korban utamanya adalah anak-anak. Tanpa memiliki kesempatan untuk terlebih dulu menimbang-nimbang risiko bahayanya, selayaknya orang dewasa yang pikirannya sudah matang, ternyata banyak anak-anak Indonesia terjerumus jadi perokok di usia dini.

Mungkin dari ayah yang meminta anaknya yang masih kecil untuk membeli rokok di warung, hingga lingkungan pergaulan yang tidak diawasi, kebiasaan merokok anak-anak bisa dimulai dari mana saja. Apalagi peran pemerintah yang masih jauh dari efektif memastikan hanya mereka yang berusia di atas 18 tahun bisa mendapatkan rokok, kita harus ekstra waspada. Yuk berikan kesempatan bagi generasi muda kita untuk punya masa depan yang lebih cerah dan bebas asap rokok!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya