Bom nuklir bisa dibilang merupakan legenda tersendiri di zaman modern ini. Bagi generasi muda, paling kita hanya mendengar atau membaca sejarah tentang betapa dahsyatnya kekuatan bom nuklir ketika membawa kehancuran total pada kota Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Tapi bagi mereka yang hidup di era itu pastinya tahu, bom tidak hanya menghancurkan bangunan-bangunan saja, dampak radiasi nuklir masih bisa dirasakan bahkan setelah berpuluh-puluh tahun setelahnya.

Tapi kalau memang dilarang, harusnya dilarang buat semuanya ya… via www.icanw.org

Tragedi itu merupakan kali pertama dan terakhir bom nuklir pernah dijatuhkan di muka bumi ini. Bahkan negara-negara yang semasa itu bertikai sekalipun, langsung setuju kalau bom atau senjata nuklir harus dilarang selamanya. Dampaknya terlalu mengerikan dan tidak berperikemanusiaan untuk dipakai dalam kondisi apapun. Sejak saat itu, larangan untuk memakai atau mengembangkan senjata nuklir jadi hukum internasional. Tapi apalah arti hukum internasional buat negara seperti Korea Utara.

Meski yang ‘diperbolehkan’ hanya 5 negara, akhirnya ada beberapa lain yang tetap ‘bandel’ membuat senjata nuklir via ibtimes.co.in

Negara super tertutup itu baru saja meluncurkan ancaman nuklir terbesarnya dengan mengirimkan misil yang sampai melewati wilayah Jepang. Dunia langsung siaga satu menghadapi kemungkinan untuk kembali berhadapan dengan senjata nuklir. Tapi apa ya yang harus kita lakukan jika ada bom atau serangan nuklirWalaupun kita sudah sering diberi tahu bagaimana melindungi diri ketika terjadi gempa bumi, kebakaran, atau kondisi darurat lain, pastinya belum banyak yang tahu hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan jika ada bencana nuklir. Bukan hanya berserah pasrah saja, ternyata masih ada hal-hal penting yang bisa menyelamatkan kita di tengah serangan nuklir.

Advertisement

Semoga dunia tidak perlu lagi menyaksikan tragedi nuklir mengerikan seperti Hiroshima dan Nagasaki, tapi supaya bisa berhati-hati, Hipwee News & Feature udah buat ulasannya buat kamu semua…

1. Kecuali yang berada di pusat ledakan, most likely korban terbesar dari ledakan nuklir adalah mereka yang tertimpa reruntuhan. Jadi mencari tempat berlindung yang benar adalah kunci survival 

Semakin tinggi nilainya, makin aman dari risiko setelah ledakan via futurism.com

Shelter atau bunker manapun sebenarnya mungkin tidak bisa bertahan jika terkena ledakan langsung bom nuklir. Tapi jika berhasil selamat dari ledakan pertama, kamu masih harus secepat mungkin mencari tempat terbaik untuk berlindung dari energi hempasan bom nuklir yang sangat kuat dan menyebar ke samping menyerupai jamur. Sebagaimana dilansir dari Futurism, energi ledakan sewaktu peristiwa Hiroshima dan Nagasaki masih bisa dirasakan secara langsung sampai sejauh 4 km dari ground zero atau titik jatuhnya bom. Makanya banyak korban yang juga meninggal terkena reruntuhan bangunan dan objek yang bertebangan setelah ledakan.

Ruang bawah tanah dan lantai tengah dari gedung konkret yang kokoh merupakan tempat berlindung paling aman dari risiko hempasan bom. Seperti yang bisa dilihat dari gambar di atas, ruang apapun yang letaknya di lantai dasar atau selevel dengan permukaan tanah itu sangat tidak aman.

2. Bukan cuma energi hempasan, kontaminasi nuklir yang tersebar di udara harus dihindari sebisa mungkin. Kamu bakal disarankan untuk tidak keluar ruangan selama minimal 2 minggu

Terpapar radiasi nuklir bisa menyebabkan penyakit serius seperti kanker via pksafety.com

Selain ledakan, bom nuklir juga bakal menyebabkan radiasi sampai membuat suatu tempat tidak aman untuk ditinggali dalam waktu lama. Inilah alasan mengapa bom maupun senjata nuklir sangat berbahaya. Radiasi nuklir sudah terbukti bisa mengakibatkan mutasi gen manusia dan akhirnya menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker. Efek jangka panjang juga yang tak kalah mematikan inilah yang harus dihindari.

Sedikit berbeda dari mencari tempat berlindung dari hempasan, kriteria utama untuk melindungi dari radiasi nuklir hanyalah ruangan yang tertutup rapat. Partikel-partikel nuklir yang terbawa angin bisa menyebar lebih luas dan bertahan paling tidak 2 minggu di udara hingga terurai dengan sendirinya. Makanya jika memang terjadi serangan nuklir, kamu harus tetap bertahan di dalam ruangan dan menutup jendela serta ventilasi rapat-rapat hingga kadar udara di luar aman.

3. Meski sudah berada di tempat aman, jangan sekali-kali mendongak ke atas melihat ledakan hanya karena penasaran. Risiko untuk mengalami kebutaan sementara sangat tinggi

Jangan melihat langsung ke arah ledakan via www.stlaserstrike.com

Saking berbahayanya, hampir semua negara di dunia ini memang berusaha sebisa mungkin mencegah penggunaan senjata atau pecahnya konflik nuklir. Kalaupun ada negara ‘membandel’ seperti Korea Utara, pemerintah negara-negara terdekat seperti Korea Selatan dan Jepang selalu mempersiapkan dan memperingatkan warganya jika sewaktu-waktu ancaman nuklir Korut bertambah. Seperti alarm dan pesan singkat yang langsung disiarkan pemerintah Jepang ketika misil Korut melewati wilayahnya minggu lalu.

Kalaupun kamu sudah dalam keadaan siap setelah telah ada peringatan resmi dari pemerintah untuk berlindung, jangan sekali-kali berpikir untuk melihat langsung ke arah ledakan. Kamu bakal berisiko tinggi terkena flash blindness, kebutaan sementara karena cahaya yang sangat terang.

4. Jika sudah terlanjur terkena debu atau partikel radiasi, langkah pertolongan pertama adalah dengan melepaskan semua baju terluarmu

Meski cepat menyebar, tapi biasanya hanya menempel di pakaian terluarmu via www.hipwee.com

Langkah penyelamatan pertama dari risiko terkena dampak jangka panjang radiasi nuklir adalah sesederhana melepaskan pakaian terluarmu. Partikel radiasi nuklir memang sangat halus dan bahkan sampai tidak terlihat, tapi biasanya hanya menempel pada permukaan terluar dari tubuhmu. Setelah melepaskan dan membuang semua pakaian yang terkontaminasi, kamu bisa langsung membersihkan seluruh badan dengan air dan sabun.

5. Harus langsung mandi dan keramas begitu terpapar partikel nuklir, tapi ingat: jangan pakai kondisioner! Meski terdengar random, tapi jika tidak diikuti, ternyata bisa fatal

Kondisioner justru bisa mengikat dan menyerap partikel nuklir yang radioaktif via stylecraze.com

Mungkin langkah ini terdengar tidak penting dan tidak masuk akal, tapi ternyata penting banget buat meningkatkan level survival dalam menghadapi bencana nuklir. Kamu memang harus cepat-cepat mandi dan keramas, tapi jangan pernah pakai kondisioner jika ada risiko radiasi nuklir di sekitarmu. Kenapa? Ternyata kondisioner memiliki karakteristik khusus yang justru bisa membuat partikel-partikel nuklir halus di udara menempel dan terserap. Jelas itu sangat berbahaya bagi kesehatanmu ke depannya. Jadi inget ya, jangan pakai kondisioner!

Begitulah kiranya langkah-langkah yang harus kamu tahu untuk bertahan hidup kalau-kalau ada serangan nuklir. Semoga aja sih nggak terjadi, tapi kalaupun terjadi, paling tidak kamu sudah tahu fakta-fakta ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya