Beberapa waktu yang lalu, publik sempat dibuat heboh dengan sebuah video amatir yang memperlihatkan bagaimana tutup botol Aqua bisa terbuka hanya dengan ditekan atau dicungkil. Berita itu langsung ramai dibahas karena persoalan air minum memang menyangkut harkat hidup banyak orang. Siapa coba yang tidak butuh air minum? Mau kaya atau miskin, punya jabatan atau tidak, tidak ada satu pun manusia yang bisa bertahan tanpa air minum. Makanya ketika ada kasus menyangkut produsen air minum no.1 di negeri ini, itu jadi masalah semua orang.

Setelah sebelumnya ada dugaan pemalsuan, kasus tutup botol Aqua kemarin sudah dikonfirmasi sebagai kesalahan produksi dari perusahaan Danone. Tapi masyarakat Indonesia ternyata tidak bisa merasa aman dulu, kemarin (23/8) Polsek Cilandak membongkar operasi pemalsuan Aqua galon dalam skala besar di Pondok Cabe, Pamulan, Tangeran Selatan. Yang membuat kasus ini sedikit berbeda adalah, pengoplos masih berbaik hati mengoplos air mineral kemasan tersebut dengan air tanah yang telah disaring dan direbus. Modal operasi pemalsuan ini ternyata juga lumayan banyak.

Masih untung nggak ya kalau malsuin aja butuh upaya dan modal besar? Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Modal yang dikeluarkan pengoplos ternyata nggak sedikit. Bahkan para pelaku perlu membeli tabung penyaring air sebesar Rp7,5 juta

Begini menyaringnya via toyawater.wordpress.com

Modus yang dilakukan pelaku pengoplos Aqua galon terbilang sangat halus dan hati-hati. Bahkan mereka rela mengeluarkan modal banyak lho! Mereka mengeluarkan modal awal Rp 7,5 juta untuk membeli tabung penyaring air. Tabung ini nantinya digunakan untuk menyaring air tanah yang sudah mereka pompa. Bahkan nggak hanya disaring saja guys, dalam tabung tersebut juga terdapat tabung ultraviolet yang mampu membunuh kuman. Bahkan yang bikin luar biasa lagi, pelaku juga sempat merebus air yang sudah disaring tadi lho.

Tutup kemasan dan tisu pun diduga merupakan produk asli. Nah kalau soal ini masih ditelusuri lagi apakah disuplai oleh oknum dari Aqua atau memang dipalsukan tapi sangat sangat mirip

Advertisement

Tutup galon Aqua yang asli via assets.kompas.com

Setelah air tanah yang sudah disaring tersebut direbus, air kemudian disalurkan ke galon menggunakan selang dan dioplos dengan 25% air Aqua yang asli. Pengemasannya pun terbilang sangat rapi. Penutup galon dipasang dengan cara ditekan menggunakan alat. Tutup dan tisu Aqua sangat nampak seperti aslinya. Para pelaku mengaku bahwa mereka membeli tutup dan tisu tersebut dari seseorang G dengan harga Rp2.200 per pasang.

Wah bisa dibilang pengoplos ini modal banget ya guys. Dari mulai saring airnya, rebus, sampai pakai penutup kemasan yang bisa dibilang cukup aman karena sangat mirip dengan aslinya. Nah untuk saat ini polisi juga masih memburu G, yang bisa saja merupakan oknum dari Aqua dan menjual penutup dan tisu ali. Atau mungkin saja G hanya memalsukannya.

Banyak warganet yang menanggapi dengan; untung aja airnya direbus. Memang sih, sejauh ini tidak ada korban yang keracunan akibat Aqua galon oplosan ini

Setidaknya airnya masih layak minum via www.instagram.com

Berita ini ternyata ditanggapi beragam oleh para warganet lho. Ada yang miris, sampai air mineral aja dipalsukan. Ada juga yang malah bersyukur karena untung saja si pelaku nggak setega itu mencampurkan air kotor dan mentah dengan air Aqua yang asli. Sejauh ini memang belum ada laporan warga yang keracunan akibat mengonsumsi Aqua galon oplosan ini. Dengan kata lain sebetulnya air mineral yang dioplos ini terbilang masih aman. Namun hingga saat ini juga belum ada laporan resmi soal kandungan apa yang ada dalam Aqua galon oplosan ini. Yang jelas kalau mau aman, beli yang asli dan sudah dilegitimasi Departemen Kesehatan aja ya guys.

Lalu kalau nggak membahayakan, pelaku terjerat dengan pidana apa dong?

Tetap saja ya kena hukum pidana via megapolitan.kompas.com

Fakta yang mengejutkan adalah, pelaku mampu menghasilkan hingga 300 galon oplosan dan dijual ke sekitar Pondok Cabe dan Cilandak. Tindakan ini tentu saja menyalahi aturan hukum. Para pelaku dikenai Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang-undang ini kurang lebih menjelaskan soal bagaimana penyalahgunaan suatu produk yang dipasarkan tidak sesuai standar. Selain itu pelaku juga bisa dituntut oleh pihak produsen jika memang terhitung sudah merugikan.

Kira-kira kenapa ya, masyarakat kita suka banget bikin barang tiruan? Mulai dari produk fashion, produk kesehatan, beras oplosan, sampai air mineral yang bisa dibilang masih tergolong mudah didapatkan. Alhasil kita jadi sering menikmati produk palsu dong termasuk janji palsu dan kesaksian palsu. Ups! Kasus pemalsuan Aqua jenis galon ini pun tergolong nyentrik, selain air yang diedarkan layak minum, modal yang dikeluarkan oleh pelaku juga nggak sedikit. Apa nggak lebih baik jadi supplier resmi aja yang modalnya juga nggak jauh berbeda?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya