Salah satu hal yang bikin malas saat traveling ada ketika harus membawa banyak barang bawaan dan menjinjing koper-koper besar. Mau nggak mau, saat akan check in di bandara, kita seringkali butuh jasa porter atau jasa angkut barang. Apalagi kalau ibu-ibu atau orang yang sudah berusia lanjut, pasti lebih membutuhkan jasa layanan ini. Baru-baru ini, pengurus Bandara Seokarno-Hatta membuat gebrakan dengan menyediakan jasa porter gratis bagi siapapun yang membutuhkan. Porter-porter yang sebelumnya tidak diatur secara resmi pun, sekarang dijadikan staf dan digaji oleh pihak bandara. Bahkan namanya pun diganti juga, bukan porter, tapi Airport Helper. 

Jelas banyak orang yang menyambut kabar ini dengan bahagia. Siapa sih yang nggak suka gratisan? Siapa juga yang tidak suka dibawakan barangnya ke mana-mana? Tapi jika dipikir-pikir lebih dalam, kebijakan seperti ini mungkin bisa jadi minim faedah lho. Risikonya juga bikin orang Indonesia tambah manja. Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Per tanggal 1 September 2017, semua penumpang diimbau tidak memberikan tip pada porter karena layanan ini digratiskan. Tujuannya sih biar penumpang tambah nyaman

Mungkin karena porter-porter dulu suka bersaing memperebutkan penumpang via beritatrans.com

Mulai 1 September lalu, jasa angkut di Bandara Soekarno Hatta sudah bebas biaya dan tip. Penumpang pun tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membayar jasa porter yang membantunya. Kebijakan ini diberlakukan untuk seluruh penerbangan domestik dan internasional. Dengan begitu, penumpang akan dimudahkan karena hanya tinggal memanggil porter dan bisa menggunakan jasanya tanpa harus membayar.

Kebijakan ini mungkin dinilai perlu untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang-penumpang di Indonesia yang seringkali membawa bawaan berkardus-kardus banyaknya. Belum lagi persaingan porter yang dulu dikelola oleh pihak luar, sampai terkadang menyebabkan penumpang kurang nyaman dan terganggu.

Layanan ini katanya juga bertujuan untuk meningkatkan taraf layanan Bandara Soekarno Hatta agar menjadi world class airport. Tapi kayaknya bandara terbaik di dunia pun tidak memiliki layanan gratis ini deh

Advertisement

Malah harus tertib mengembalikan troli ke tempat semula via staticflickr.com

“Transaksi seperti itu sudah tidak ada lagi, semuanya gratis. Dengan begitu diharapkan Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara berkelas dunia,” penuturan Dewando  Branch Communication Manager PT Angkasa Pura II yang dilansir melalui Kompas.

Pada dasarnya pihak bandara ingin melayani penumpang agar tidak kesulitan dan banyak mengeluarkan uang lebih banyak untuk menyewa jasa porter. Sehingga layanan jasa angkut dikelola langsung oleh pihak bandara. Disamping menertibkan layanan porter ini, pihak bandara juga menyebutkan langkah ini diambil agar Soekarno-Hatta menjadi bandara berkelas dunia.

Tetapi pada dasarnya bandara internasional lain yang bahkan menyandang predikat terbaik di dunia, seperti Zurich Airport atau Changi Airport tidak memiliki fasilitas porter gratis seperti ini. Yang ada justru mungkin troli yang lebih nyaman dan ringan untuk dibawa sendiri oleh pengguna bandara ke mana-mana. Trolinya juga harus dikembalikan ke tempat-tempat yang sudah disediakan, tidak boleh ditinggal sembarangan. Ya lagi-lagi mungkin layanan gratis ini memang diformulasikan sesuai dengan ‘kepribadian’ Indonesia yang lebih suka dilayani.

Tapi baru satu minggu berjalan, layanan ini justru sudah menimbulkan masalah lain. Banyak penumpang mengeluhkan aiport helper ini kurang responsif membantu penumpang

Setelah diputuskan layanan porter menjadi gratis oleh pihak Bandara Soekarno-Hatta, karena sudah mendapatkan gaji tiap bulannya, beredar sebuah video yang memperlihatkan para Airport Helper (ganti nama) menjadi malas-malasan. . Terlihat dalam video, para airport helper teresan tidak responsif atau tidak cekatan, bahkan terkesan hanya diam jika ada penumpang yang turun dari kendaraan meskipun membawa tas besar. . Dilansir dari Detik, pihak bandara melalui Branch Communication Manager PT Angkasa Pura II Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo Nugroho pun meminta maaf jika para helper kini terkesan cuek, seperti terlihat dalam video. . Pihaknya juga berjanji akan segera membenahi persoalan helper tersebut. Namun, menurutnya, secara kasat mata memang ada yang tidak responsif, tapi juga terlihat ada yang menawarkan bantuan, tapi penumpangnya yang tidak bersedia dibantu. . Disatu sisi, seorang helper bernama Randi mengaku, semangatnya beda setelah sistemnya dirubah. Menurutnya, kini airpot helper tidak diperbolehkan menawarkan jasanya, tapi menunggu diminta pertolongan oleh penumpang. Jadi tidak sembarang asal angkat tas. . Tanggapan kalian yang suka naik pesawat, keberadaan helper menurut kalian gimana, gaes?. _______ Jika kamu punya informasi berupa foto atau video menarik, langsung saja DM atau mention ke kami yak.. Makasih..😊🤗 . . #infia #infiafact #viral #porter #airporthelper #bandarudara #bandara #airport #soekarnohattainternationalairport

A post shared by INFIA – Fact (@infia_fact) on

Karena jasa angkut sudah dikelola dan mendapat gaji langsung dari pihak bandara, para porter yang kini disebut airport helper, sudah tidak perlu lagi kejar setoran. Namun mungkin itulah faktor penyebab perilaku porter yang dikeluhkan dalam video di atas. Disamping airport helper yang jadi kurang termotivasi karena sudah dapat gaji bulanan, implementasi kebijakan ini memang susah-susah gampang sih. Masalahnya, tidak semua penumpang juga berharap barang-barang pribadinya dibawakan orang lain. Mungkin sulit juga buat airport helper mengenali perbedaan ini.

Belum lagi ada masalah proporsionalitas yang harus dipertimbangkan. Kalau semua penumpang atau pengguna airport berharap untuk dilayani siap siaga oleh airport helper ini, butuh berapa petugas ya kira-kira?!

Menurut kalian, jasa layanan gratis seperti ini perlu nggak sih? Terutama ketika masih banyak masalah mendasar lain yang harus diperbaiki pihak bandara

Tambahan kursi atau ruang tunggu yang lebih nyaman mungkin… via www.kapanlagi.com

Upaya apapun dari pihak pengelola untuk meningkatkan kenyamanan bandara kita, jelas patut mendapatkan apresiasi. Tapi dengan segala pertimbangan pro-kontra di atas, kok jadi berpikir ulang ya tentang layanan jasa porter gratis ini. Terutama ketika masih banyak masalah lain yang jauh lebih mendasar dan urgent untuk segera dicari solusinya. Apalah artinya jasa porter gratis jika tetap saja harus menunggu di ruang tunggu sambil berdiri karena tidak dapat tempat duduk. Belum lagi penerbangan yang makin sering di-delay sampai berjam-jam dan perjalanan jauh naik turun tangga menuju pesawat.

Kalau mau jadi bandara kelas internasional, sepertinya hal-hal itu dulu deh yang harus dipenuhi. Toh di bandara-bandara terbaik di dunia sekalipun, jasa porter nyatanya juga masih berbayar bagi mereka yang membutuhkan. Selebihnya ya bawa barangnya sendiri-sendiri…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya