Sudah jadi rahasia umum bahwa manusia selalu mencari resep awet muda. Dari berbagai kosmetik anti-aging‘ yang ramai dijual di pasaran, sampai cara-cara ekstrem untuk menghilangkan kerutan dengan operasi plastik yang populer di Korea Selatan. Sayangnya, semua cara itu tetap tidak bisa mengubah atau memutar balik proses penuaan macam di film The Curious Case of Benjamin Button. Mau semahal apapun perawatan di salon mahal, kulitmu yang sudah melalui masa puber tidak akan bisa kembali semulus kulitmu ketika bayi. Maka dari itu, menjadi tua diyakini merupakan proses alamiah yang pasti akan dialami oleh semua manusia.

Namun baru saja sekelompok ilmuwan dari universitas paling terkenal di dunia yaitu Harvard University, telah menemukan kunci untuk mencegah dan memutar balik proses penemuan. Para ilmuwan tersebut berhasil membuat sekolompok tikus di laboratorium benar-benar kembali muda dengan obat khusus yang gunanya merekayasa DNA. Jelas ini jadi hits di dunia ilmu pengetahuan. Setelah ini, obat yang dimaksud akan siap diujikan pada manusia. Nah kalau berhasil, penemuan ini bisa jadi penemuan terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Kita bisa kayak Edward Cullen yang muda selamanya!

Kenapa kita menua, itu ada sebabnya. Dan kini percobaan kepada tikus itu siap diujikan pada manusia

Percobaan pada tikus sudah berhasil via www.technologyreview.com

Dilansir dari TIME, Dr.  David Sinclair dan para kolega menjelaskan proses penuaan pada tikus. Adalah NAD+ atau nicotinamide adenine dinucleotide, zat yang menjadi kunci dari semua ini. Dari penelitian diketahui bahwa kadar NAD+ pada tikus muda jauh lebih banyak daripada tikus yang tua. Selanjutnya ditemukan fakta bahwa NAD+ inilah yang menjaga sel-sel si tikus dari penuaan. Dari sini, ilmuwan mencari cara untuk meningkatkan kadar NAD+ pada tikus tua. Dan voila! Tikus yang sudah tua secara biologis menjadi muda kembali.

Penelitian bukan asal-asalan lho. Sejak tahun 2016 lalu memang sudah diumumkan bahwa mereka sudah berhasil menemukan kunci awet muda

Sekarang hipotesis itu sudah terbukti di kalangan tikus, selanjutnya manusia via washingtonmonthly.com

Advertisement

Proses ini bukan dimulai kemarin sore, melainkan sudah berlangsung sejak lama. Penelitian tentang proses penuaan pada tikus setidaknya sudah dimulai sejak tahun 2006. Sementara penemuan NAD+ sudah terjadi di tahun 2013. Akhir tahun lalu, ilmuwan Harvard ini juga sudah mengumumkan kemungkinan keberhasilan untuk meningkatkan kadar NAD+ pada tikus tua. Nah, sekarang hasilnya sudah fix nih. Tinggal nanti bagaimana jika diujikan pada manusia.

Terus kalau berhasil, memang efeknya apa saja?

Ini juga jadi kabar gembira untuk dunia kesehatan. Terutama untuk kanker, anti-aging ini bisa jadi solusi yang luar biasa

Solusi untuk orang yang berisiko terpapar radiasi via www.cbc.ca

Penemuan ini bisa jadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di dunia kesehatan. Pertama, NAD+ dikenal sebagai DNA repair functions alias yang membuat DNA berfungsi sebagai mana mestinya. Dengan kata lain, ini bisa menjadi obat dari kanker-kanker yang membunuh banyak nyawa manusia. Kita tahu bahwa kanker terjadi karena mutasi sel yang nggak sempurna dan akhirnya merusak sel-sel lainnya. Kedua, penemuan ini juga sangat berguna bagi mereka yang bekerja di area rawan radiasi, seperti radiologi. Astronot juga patut bersyukur, karena penemuan ini bisa meminimalisir efek radiasi kosmik di ruang angkasa.

“Idenya adalah untuk melindungi tubuh dari paparan radiasi di dumi, baik secara natural (misal: sinar matahari) ataupun karena alat-alat medis (misal: rongent atau CT-Scan).” tutur Dr. Sinclair kepada TIME.

Kalau riset ini berhasil, berarti menghilangkan kerutan nggak harus pakai operasi plastik ya. Ilmu pengetahuan memang kadang mengejutkan

Dan tentu saja, siapa sih yang nggak mau awet muda? Seperti Edward Cullen yang penampilannya bagai remaja delapan belasan meskipun usianya sudah ribuan. Nah, dengan penemuan anti-aging ini, bisa jadi terobosan juga di dunia kecantikan. Kerut-kerut di wajah tak perlu lagi ditakuti. Tak perlu juga repot-repot operasi plastik yang biayanya selangit untuk kita yang hanya rakyat jelata ini. Apalagi Dr. Sinclair juga menyatakan bahwa kelompoknya sudah memformulasikan NAD+ untuk uji coba manusia dalam bentuk kapsul yang disebut dengan nicotinamide mononucleotide (NMN).

Kemajuan ilmu pengetahuan memang sungguh luar biasa. Apa yang dulunya terkesan mustahil, bisa jadi mungkin di tangan teknologi. Setelah inovasi stem-cell dan kini menghentikan penuaan, apakah suatu saat nanti manusia juga bisa menghindari kematian? Kita lihat saja nanti.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya