Di zaman serba modern seperti sekarang, semua hal berubah jadi virtual. Dari teman virtual seperti Siri sampai berbagai game atau platform media sosial yang sekarang sudah ramai pakai teknologi Virtual Reality (VR). Kehidupan virtual tampaknya sudah tidak lagi bisa dilepaskan dari realita hidup kita saat ini. Satu lagi konsep virtual yang harus kamu tahu: uang! Bukan cuma populer di kalangan hacker saja, mata uang virtual ternyata sedang merajalela di dunia. Nilai tukarnya meroket tajam di tahun 2017 ini!

Bitcoin adalah uang virtual pertama di dunia, mata uang yang ‘tidak bertuan’ karena tidak diterbitkan atau diatur sebuah negara selayaknya uang yang kita kenal selama ini. Meski bagi kebanyakan orang awam mungkin masih terdengar tidak masuk akal, pembayaran Bitcoin sudah mulai diterima di banyak tempat lho. Yang lebih mencengangkan adalah nilainya yang terus merangkak naik hanya dalam waktu singkat. Jadi boleh dibilang, nilai mata uang tertinggi bukan lagi Poundsterling atau Euro, tapi Bitcoin. Kalau mau mengecek nilai tukarnya dalam Rupiah, kamu bisa langsung cek di laman resminya di bitcoin.co.id.

Jangan kaget kalau lihat kisaran 1 BTC (Bitcoin) = 50 juta Rupiah lebih lho. Itu bukan salah ketik atau kebanyakan nol, nilai tukar Bitcoin pada tahun 2017 ini memang menggila. Orang-orang yang membeli Bitcoin tahun lalu, sudah jadi miliuner dadakan! Buat kamu yang hanya sekadar penasaran atau benar-benar tertarik untuk investasi, mungkin harus simak ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Dunia pertama kali diperkenalkan dengan uang virtual pada tahun 2009. Seseorang dengan nama alias Satoshi Nakamoto meluncurkan mata uang ciptaannya, Bitcoin, di internet

European Bank Authority mendefinisikan uang virtual sebagai uang digital yang tidak diregulasi negara atau bank. Uang ini diakui, diterima, dan dipakai oleh komunitas virtual tertentu via youmeandbtc.com

2. Siapapun sebenarnya bisa membuat mata uang virtualnya sendiri. Yang jadi masalah adalah popularitas uang itu di kalangan warganet. Yang paling populer kini adalah Bitcoin

Jika bertambah banyak penggunannya, otomatis nilainya akan makin naik via newsbtc.com

3. Karena tidak diatur diregulasi secara resmi, siapapun bisa membeli dan memakai Bitcoin tanpa harus menyertakan identitas asli. Cukup bikin ID atau akun ‘dompet virtual’

Advertisement

Unsur kerahasiaan inilah yang membuat Bitcoin sangat populer di kalangan sindikat kejahatan seperti hacker. Tapi sekarang masyarakat umum juga pakai via themerkle.com

4. Mata uang virtual seperti Bitcoin pada dasarnya dilihat sebagai aset digital. Selain popularitas, aset ini juga makin berharga karena jumlahnya yang memang terbatas

Pembuatnya hanya membuat Bitcoin dalam jumlah terbatas, makanya orang berebutan punya via bitcoinisle.com

5. Terus bagaimana cara mendapatkan uang virtual ini?! Ya bisa dibeli dengan Rupiah selayaknya kita beli mata uang asing biasa, atau didapatkan dengan cara mining = ‘menambang’

Proses mining Bitcoin memang sulit dibayangkan. Prinsipnya kalau minyak harus dibor dari laut lepas, Bitcoin juga harus ‘digali’ di internet via inguard.com

Krisis finansial di negara kecil Siprus, secara tidak sengaja menyebabkan kenaikan nilai Bitcoin secara signifikan untuk pertama kalinya. Karena bank-bank di Siprus kesulitan mendapatkan uang tunai, investor-investor di Eropa mulai tertarik menggunakan mata uang virtual yang tidak terpengaruh oleh keamanan bank-bank sentral di sebuah negara.

6. Nilainya kembali melonjak sebesar 26% akibat ketertarikan warga Cina terhadap Bitcoin pada 2014. Jika salah satu perekonomian terbesar di dunia sudah mulai menggunakan, itu jadi sinyal kuat bagi pertumbuhan Bitcoin

Pusat ‘penambangan’ terbesar Bitcoin sekarang ada di Cina. Pabrik-pabrik besar didirikan untuk ‘mengeruk’ Bitcoin via huffingtonpost.com

Jangan dibayangkan penambangan seperti penambangan batu bara atau minyak ya, ‘penambangan’ Bitcoin dilakukan di depan komputer. Siapapun bisa mencoba menyelesaikan serangkaian transaksi algoritma di internet yang hasil akhirnya adalah kompensasi finansial berbentuk Bitcoin. Jika ingin jadi ‘penambang’ serius, kamu butuh komputer, sistem back-up listrik dan data, serta internet yang mumpuni. Ya karena kamu berlomba-lomba dengan orang di seluruh dunia! Begini nih penampakan pabrik mining Bitcoin di Cina…

Berisi super komputer dan sistem untuk back up operasi penambangan tanpa henti 24/7 via staticflickr.com

7. Banyak negara mulai mencoba mengatur mata uang virtual. Tapi dengan makin banyaknya transaksi finansial berbasis online, popularitas Bitcoin tidak pernah surut

Nilai tukarnya pun terus naik. via commonstransition.org

8. Menyusul kesuksesan Bitcoin, berbagai developer berusaha membuat uang digital baru. Dengan pasar yang semakin kompetitif, banyak pakar yang memprediksi tren uang virtual ini masih panjang umurnya

Sudah bermunculan banyak mata uang seperti Bitcoin. Wah di bank mungkin perlu ditambahi papan valas baru yang berbasis virtual ya via coindesk.com

9. Seperti semua yang ada di internet, segala sesuatunya sulit diprediksi. Tiba-tiba bisa viral, tapi kemudian bisa juga langsung hilang. Meledaknya nilai Bitcoin di tahun 2017 ini juga masih sulit dijelaskan

Nilai Bitcoin sudah melebihi emas dan terus berlipat ganda dalam beberapa bulan terakhir via cnbc.com

Nilai Bitcoin sekarang sudah menembus angka 57 juta Rupiah per kepingnya dan masih terus naik! Bayangkan buat orang yang membeli Bitcoin tahun lalu dengan belasan juta Rupiah, sudah balik modal dan untung berkali-kali lipat. Kini orang-orang kaya di seluruh dunia tampaknya juga jadi ikutan berlomba-lomba investasi Bitcoin, makanya nilainya terus naik. Inilah yang membuat fenomena uang virtual sangat menarik. Nggak hanya masalah pencitraan di media sosial, tren uang virtual pun jadi meledak karena banyak orang yang nggak mau ketinggalan punya Bitcoin!

Kalian kalau mau coba beli Bitcoin juga bisa kok. Tapi ya pastikan sudah riset secara menyeluruh, biar tahu potensi dan risikonya. Jangan langsung ‘nyemplung’ aja guys. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya