Siapa yang nggak tahu Naruto? One Piece? Atau bahkan Doraemon? Tiga judul itu hanya contoh kecil dari banyaknya karya anime atau animasi Jepang yang mendunia. Nggak perlu dijelaskan panjang, anime memang sudah jadi bagian tak terlepaskan dari budaya Negeri Sakura ini. Di Indonesia sendiri, orang nggak asing lagi dengan anime. Apalagi kalian generasi 90-an yang rela bangun pagi-pagi saat hari Minggu tiba, hanya demi menonton maraton kartun Jepang.

Saat ini negara-negara lain yang mulai serius mengembangkan animasi, tapi tampaknya popularitas animasi Jepang benar-benar tidak bisa tergeserkan. Penasaran aja sih, sebenarnya kenapa sih anime bisa sepopuler sekarang? Ada apa di balik semua keberhasilan animasi Jepang ini? Hipwee News & Feature mencoba sedikit menelaah alasan kenapa anime bisa mendunia. Ya siapa tahu, karya animasi Indonesia bisa menyusul…

1. Coba lihat peta penikmat anime di dunia ini! Pasar animasi Jepang luas banget karena tiap negara punya favoritnya masing-masing

Gambar di atas adalah hasil survei yang dilansir dari CableTV popularitas anime klasik 90-an di berbagai negara. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata tiap-tiap negara memiliki favoritnya sendiri. Di Indonesia banyak yang suka Gundam, sedangkan di Amerika Serikat Dragon Ball mendominasi. Survei ini menunjukkan bahwa daya tarik animasi Jepang sangat luas, bisa melintasi berbagai lintasan budaya dan negara. Banyak genre anime yang bisa dinikmati semua orang. Tinggal pilih aja…

2. Mungkin animasi Jepang bisa jadi terdepan di dunia karena start-nya juga salah satu yang paling awal. Animasi tertua di Jepang itu ada yang tahun 1917

Namakura Gatana-1917, animasi tertua Jepang yang terekam dalam sejarah

Yang sukses adalah mereka yang bisa mengambil start terdepan. Itulah yang mungkin jadi kunci kesuksesan animasi Jepang di dunia. Ketika hanya segelintir negara seperti Jerman, Perancis, AS, Rusia, dan Jepang mulai bereksperimen dengan teknik animasi pada awal abad ke-20, Jepang merupakan negara yang paling giat. Karya animasi Jepang tertua yang tercatat dalam sejarah adalah kartun samurai berjudul Namakura Gatana dengan durasi dua menit. Sejak saat itu, animator Jepang tidak pernah berhenti mengembangkan karyanya. Satu-satunya pesaing kuat yang muncul saat itu adalah ketika Walt Disney muncul di AS pada tahun 1937.

3. Beda dengan Disney yang banyak mengulik kisah dongeng klasik, anime justru sudah mulai mendobrak imajinasi masa depan. Cerita robot sudah populer di Jepang pada tahun 1960-an

Advertisement

Astro Boy-1963, karya legenda anime Jepang Ozamu Tezuka via www.deviantart.com

Astro Boy adalah salah satu pionir kesuksesan anime di bumi ini. Ozamu Tezuka, seniman yang menciptakan Astro Boy itu pada tahun 1963 merupakan tokoh legendaris di Jepang. Setelah ditayangkan di Jepang, animasi ini langsung mendapat perhatian dunia. Ketika Disney banyak mengangkat dongeng klasik ala pangeran dan putri, animasi Jepang berani mendobrak dengan kisah-kisah masa depan seperti robot yang sama sekali belum terbayangkan. Mungkin karena ide ceritanya yang begitu revolusioner inilah, animasi Jepang sampai saat ini tidak bisa terkalahkan.

Menyadari bahwa kultur seperti ini bisa jadi salah satu kekuatan negara, sejak saat itu pemerintah Jepang mulai serius mengimpor karya-karya animasinya ke berbagai belahan dunia.

4. Genre dan kisah animasi Jepang sekarang tampaknya tak terbatas. Dari yang berorientasi ke masa depan sampai kritikan sosial, semua ada

Studio Ghibi, perusahaan anime yang karya-karyanya mendapat pengakuan kritik dunia via xtrascoop.com

Di Indonesia, kartun mungkin memang identik dengan anak-anak kecil. Tapi tidak begitu adanya di Jepang, ada genre dan kisah untuk semua orang dari berbagai kelompok usia dan gender. Bukan cuma cerita menghibur, animasi serius yang mengangkat isu sosial juga banyak. Bahkan animasi Jepang seperti yang diproduksi dari perusahaan ternama Studio Ghibli, seringkali memenangkan penghargaan internasional.

5. Popularitas anime juga didukung dengan totalitas warga Jepang yang nggak ada habisnya. Bukan cuma komik, kartun tv, atau film saja, pasti anime juga dikembangkan jadi berbagai produk

Sampai banyak kafe-kafe anime yang buka di Jepang, ‘kan jadi pengen ke sana ya…. via www.kotaku.com.au

Banyak orang yang kecanduan anime bukan hanya karena manga atau film kartunnya, tapi juga berbagai produk turunannya. Dari game, suvenir yang lucu-lucu, sampai kafe anime yang menjual makanan mirip banget tokohnya, semua ada di Jepang. Membuat sesuatu dengan detail yang sangat menyeluruh, memang jadi salah satu keahlian orang Jepang. Termasuk dalam membangun kerajaan anime-nya. Bukan cuma hobi nonton film-film animasi atau kartunnya, banyak orang dari berbagai belahan dunia lain jadi ingin berkunjung ke Jepang untuk secara langsung ‘menyelami’ budaya anime ini.

Keren banget sih memang animasi-animasi Jepang ini! Ternyata sejarahnya panjang ya. Banyak juga keistimewaan-keistimewaan yang memang tidak terdapat dalam karya animasi negara lain. Tapi ya yang jelas, semua orang yang terlibat dalam industri animasi di Jepang itu penuh dedikasi. Masyarakat Jepangnya sendiri juga terkenal sangat mencintai dan bangga akan karya serta produk asli negerinya. Kayaknya gabungan dari semua faktor itu deh yang menyebabkan animasi Jepang masih tidak terkalahkan.

Meski tentunya belum bisa mengalahkan Jepang, animator-animator Indonesia juga sedang naik daun lho. Ya semoga negara kita bisa menyusul sukses kayak Jepang ya…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya