Facebook merupakan salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Pengguna aktif Facebook pada saat ini mencapai 1.15 juta setiap harinya. Meski sudah jadi yang terdepan, Facebook harus terus berinovasi untuk tetap menjaga keunggulannya sebagai platform media sosial pilihan. Berbagai fitur mutakhir terus diperkenalkan, sampai yang terakhir kemarin ada diluncurkan platform virtual reality (VR)-nya Facebook Space.

Jika membicarakan tren yang dimulai oleh Facebook, kita pastinya harus membahas live streaming. Facebook Live jadi begitu populer karena banyak orang bisa menyiarkan konten apapun yang diinginkan dalam bentuk video yang disiarkan secara langsung. Namun seperti yang kita ketahui bersama, ada fenomena yang cukup berbahaya dari pengguna live streaming via Facebook ini.

Indonesia juga kemarin dibuat gempar dengan live streaming gantung diri dari pria ini. via waspada.co.id

Karena siarannya tidak bisa ditebak atau diedit lebih dahulu, banyak konten kekerasan seperti bunuh diri atau bully-ing yang bisa disiarkan lewat Facebook Live. Sebagaimana dilansir dari Business Insider, CEO Facebook Mark Zuckerberg berniat merekrut 3000 moderator untuk mengawasi, mencegah, dan mengurangi konten kekerasan yang makin marak di Facebook. Ada yang tertarik?! Simak ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya!

Awal tahun kemarin, Facebook rilis fitur baru berupa live video. Fitur tersebut awalnya disambut baik oleh penggunanya

Launching Facebook Live via www.facebook.com

Advertisement

Dilansir pada laman Facebook Mark Zuckerberg, Facebook Live ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 16 April 2016. Zuckerberg menyebutkan bahwa fitur baru ini bertujuan agar penggunanya bisa berkreasi dan menyebarkan video secara langsung. Selain itu para pengguna Facebook juga bisa berkomunikasi dengan video yang disiarkan secara langsung tersebut sehingga mampu terhubung dengan lebih banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, pada hari yang sama, CEO Facebook tersebut mencoba sendiri fitur Facebook Live melalui laman Facebook-nya, guna lebih memperkenalkan fitur baru itu kepada para penggunanya.

Namun bukannya untuk menyebarkan video dengan konten positif, fitur baru Facebook tersebut justru banyak disalahgunakan untuk menyiarkan kekerasan secara langsung

*ini hanya ilustrasi via www.recode.net

Setelah beberapa bulan dirilis, Facebook Live mulai disalahgunakan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab. Mereka sering kali melakukan live dan menyebarkan video-video dengan konten yang membahayakan seperti bunuh diri hingga kegiatan yang syarat akan kekerasan. Tentu saja video-video ini dikecam oleh banyak pengguna Facebook yang merasa terganggu karenanya.

Live dengan video-video yang mengandung unsur kekerasan tersebut nggak hanya terjadi di luar negeri saja. Bahkan di Indonesia sendiri, pernah dihebohkan dengan aksi live seorang pria yang melakukan bunuh diri. Video-video yang kurang pantas untuk ditonton itu pun menjadi viral dan membuat masyarakat resah, menganggap Facebook tidak lagi aman untuk digunakan pada keseharian.

Menyikapi banyak konten yang berisi unsur kekerasan dan bunuh diri, CEO Facebook rekrut 3000 orang untuk menangani jutaan kasus akibat live video dengan unsur kekerasan tersebut

CEO Facebook via www.businessinsider.com

Tim Facebook tentu saja tidak tinggal diam saja melihat aksi live video dengan unsur kekerasan tersebut. Dilansir dari Forbes, Zuckerberg mengumumkan akan merekrut 3000 orang untuk me-review laporan kasus kekerasan yang disebarkan melalui live video tersebut. 3000 orang tersebut nantinya akan bekerja sama dengan 4500 moderator yang sebelumnya telah dimiliki Facebook. Tim dengan jumlah 7500 tersebut diharapkan nantinya akan fokus untuk me-review jutaan laporan laporan yang setiap minggu diterima Facebook dari penggunanya itu.

Coba deh cek di situs Facebook, siapa tahu ada diantara kalian yang punya kualifikasi dan cocok untuk mengemban tugas baru ini.

Tak hanya itu, Facebook juga berusaha untuk bekerjasama dengan badan hukum untuk mendukung langkahnya dalam mengurangi konten dengan unsur kekerasan

bekerjasama dengan badan hukum dan komunitas setempat via www.forbes.com

Untuk meningkatkan perfomanya dalam proses moderasi terhadap konten-konten yang mengandung unsur kekerasan, Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook tengah membangun sebuah fitur yang memudahkan penggunanya untuk melaporkan video yang berisi konten tidak pantas atau berbahaya. Selain itu, Facebook juga akan bekerja sama dengan beberapa komunitas setempat serta badan hukum untuk mendukung langkahnya dalam mengurangi konten-konten dengan unsur kekerasan.

Perkembangan teknologi jika tidak diikuti dengan perkembangan etika serta moral penggunanya maka dapat merugikan banyak orang. Kita perlu memberikan apresiasi terhadap Facebook yang cukup fokus dalam mengurangi konten-konten yang mengandung unsur kekerasan di dunia maya. Video-video yang seharusnya tidak disebarkan bahkan disiarkan secara langsung tersebut bisa berdampak buruk bagi berbagai lapisan masyarakat.

Semoga dengan langkah Facebook dalam merekrut ribuan pekerja baru untuk mengurangi jumlah video-video aksi kekerasan dan bunuh diri itu bisa membuat pengguna Facebook lebih nyaman dan aman lagi dalam menggunakan media sosial tersebut.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya