Setelah beberapa bulan lalu masyarakat digegerkan dengan kemunculan sebuah forum amoral pengincar anak-anak (baca: pedofil), baru-baru ini tindak asusila lewat dunia maya kembali merebak. Bukan main-main, kini giliran ibu hamil yang jadi sasaran permainan oknum bejat yang melancarkan aksinya lewat akun grup mesum di Facebook. Mirisnya, kebanyakan dari mereka menyamarkan identitasnya dan berpura-pura sebagai wanita hamil, lantas bergabung dengan grup khusus ibu hamil, dan dari sanalah perburuannya dimulai.

Berbeda dengan Loli Candy’s Group — kumpulan pemangsa anak-anak di bawah umur yang berhasil terungkap, forum pengincar ibu hamil lebih sulit untuk dilacak mengingat kamuflase yang begitu lihai dilakukannya. Beruntung, seorang netizen yang budiman telah membongkar gerombolan predator ibu hamil berkedok grup di Facebook khususnya. Agar kita lebih waspada, mari telusuri bersama Hipwee News & Feature tentang bagaimana hal meresahkan ini bisa terjadi berikut cara menghindarinya.

Orang-orang ‘sakit’ ini mengidap kelainan seksual yang disebut dengan maiesiophilia. Mereka memiliki hasrat terhadap wanita hamil

Punya kecenderungan seksual dengan wanita hamil via www.maitlandmercury.com.au

Dilansir dari Nova.id, Psikolog Elizabeth Santoso menjelaskan bahwa maiesiophilia merupakan jenis gangguan orientasi seksual dimana pria atau seseorang merasa terangsang dengan wanita yang sedang hamil besar. Salah satu penyebabnya adalah karena kebiasaan yang ditimbulkan dari masa lalu atau fantasi belaka yang membuat pelaku kecanduan. Bisa juga pengidap maiesiophilia ini sudah memiliki kecenderungan yang berbeda saat ia masih anak-anak. Misalnya, ia melihat orang tua atau kerabatnya tampak cantik ketika tengah hamil. Kemudian, pengalaman itu tersimpan sampai dewasa lalu mengarah ke penyimpangan yang kemudian berkembang menjadi bergairah ketika melihat wanita hamil.

Kumpulan maiesiophilia di Facebook ini kerap mengecoh perhatian dengan berpura-pura sebagai wanita hamil yang mencari info seputar kehamilan

Grup berkedok info kehamilan via www.inovasee.com

Advertisement

Seorang warganet bernama Mei Ditte membagikan tulisan panjang melalui Facebooknya, ia mengungkapkan kegeramannya usai penemuan akun Facebook yang diduga milik kumpulan para penderita maiesiophilia. Diakui Mei Ditte, oknum-oknum ini beraksi dengan cara membuat akun bernamakan perempuan dan menggunakan foto wanita hamil sebagai gambar profilnya. Lantas mereka menyusup ke grup-grup khusus ibu hamil yang kerap berbagi informasi seputar kehamilan. Dengan lihainya, mereka berusaha berbaur, bertanya-tanya, dan nggak jarang meminta foto kehamilan dari masing-masing anggota dalam grup tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan foto-foto kehamilan tersebut, akun bayangan ini kemudian membagikannya dalam sebuah forum dengan nama akun berkedok kehamilan yang juga mengecoh. Padahal, isi dari feed Facebook ini nggak lain adalah unggahan foto-foto yang sebelumnya di’curi’ dan dikumpulkan lewat grup kehamilan kredibel serta dijadikan koleksi pribadi maupun fantasi seksual para anggotanya, hih! Fakta ini disimpulkan oleh Mei Ditte setelah ia menelusuri jejak anggota grup mesum maupun daftar pertemanan yang dimilikinya. Duh, miris sekali, ya!

Nggak hanya beraksi lewat akun bayangan, grup mesum ini juga saling berbagi gambar wanita hamil di sekitarnya serta menyelewengkan video maupun film mesum yang melibatkan wanita hamil

Kerap mengambil gambar wanita hamil di sekitarnya via www.lensaremaja.com

Bagi para maiesiophilia, wanita hamil dalam tampilan apapun asal memperlihatkan baby bump-nya, akan selalu terlihat menarik. Nggak jarang, foto-foto yang mereka unggah dan bagikan dengan predator lainnya adalah hasil perburuan foto candid ibu hamil di sekitar lingkungannya. Jika di ruang publik mereka bertemu dengan wanita yang tengah hamil, maka mereka nggak akan segan-segan untuk mengambil gambarnya lewat kamera ponsel dengan sembunyi-sembunyi atau sengaja meminta dengan modus-modus tertentu. Tampilan-tampilan ibu hamil mulai dari ibu hamil berdaster, ibu hamil yang sedang mengelus perutnya, ibu hamil tengah beraktivitas, atau bahkan ibu hamil berbusana sopan dan berhijab sekalipun akan selalu jadi santapan yang lezat bagi orang-orang sakit ini.

Nggak hanya membagikan foto dan membuat status yang menjurus ke arah negatif saja, oknum-oknum ini juga punya database berbagai video maupun film porno yang melibatkan ibu hamil untuk dibagikan maupun saling bertukar dengan anggotanya. Asli serem banget!

Hingga saat ini, kasus grup mesum yang incar ibu hamil belum ditangani serius oleh kepolisian karena belum ada serangan fisik yang terjadi pada ibu hamil

Tidak ada serangan fisik pada korban via www.stylist.co.uk

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, seperti dilansir dari Kompas mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait fenomena maiesiophilia yang merebak di dunia maya. Ia mengatakan hingga saat ini belum ada aturan yang bisa menjerat pengidap maiesiophilia di media sosial. Argo mengatakan jika foto wanita hamil yang diunggah dan dibagikan berunsur porno, maka bisa dikenakan Undang-undang Pornografi.

Selain itu, mereka yang mengeksploitasi foto-foto wanita hamil di media sosial hanya bisa dikenakan pidana jika foto tersebut digunakan untuk melakukan tindak pidana seperti penipuan atau pencemaran nama baik. Sedangkan jika foto-foto tersebut disalahgunakan untuk aktivitas seksual, maka belum ada larangan secara hukum.

Karenanya, perlu kewaspadaan dalam penggunaan media sosial terutama yang sifatnya mengunggah foto-foto yang bisa diselewengkan oleh berbagai pihak

Lebih berhati-hati mengunggah foto di medsos via www.tesco-baby.com

Siapapun wajib berhati-hati dalam mengunggah foto apapun di media sosial. Mulai dari foto kehamilan, foto selfie biasa, foto dokumen penting seperti paspor, foto anak, dan lainnya. Penjahat ada di mana-mana dan bisa saja melakukan hal yang tak terduga. Terkait kasus maiesiophilia yang meresahkan ini, ada baiknya melakukan hal-hal ini sebagai tindak pencegahan dan penanggulangannya.

  • Saat ingin mengikuti grup kehamilan, perhatikan siapa saja anggotanya sebelum memposting maupun bertanya tentang sesuatu. Curigai jika membernya kebanyakan adalah pria.
  • Perhatikan interaksi grup. Jika nggak ada informasi kesehatan di dalamnya, maka segera tinggalkan grup.
  • Jika ada yang mengaku sebagai praktisi kesehatan di grup tersebut, maka waspadalah terhadap apa yang diucapkannya. Bidan sungguhan nggak akan meminta pasiennya untuk mengirimkan foto perut. Hal ini berlaku di grup menyusui juga.
  • Para admin Facebook yang memang berisi informasi kehamilan harus lebih teliti lagi dalam menerima anggota di grup. Hindari pria untuk diterima sebagai member, barangkali admin memang nggak bisa mengetahui akun-akun bayangan.
  • Jika kamu menemukan foto kehamilanmu, teman, kerabat ataupun orang yang kamu kenal berada di grup tersebut, segera laporkan grup, foto, dan pengunggahnya di Facebook sebagai akun pengganggu. Minta teman-temanmu untuk membantu melaporkannya pada Facebook.

Grup mesum yang merugikan ibu hamil seperti ini nggak hanya satu, melainkan ada banyak dengan berbagai nama tersembunyi. Kadang, nama grup Facebook tersebut mengecoh para ibu hamil seperti misalnya “Ibu Hamil itu Cantik”, “Pregnography”, “Bumil”, hingga nama yang bikin ngeri seperti “Membantu wanita hamil tanpa suami”. Mirisnya lagi, nggak hanya Facebook yang menjadi wadah perkumpulan orang-orang sakit ini, namun juga Instagram. Waspadai akun Instagram seperti @galeri_ibu_hamil, @ibuhamil_cantik, dan ada juga @bumil.ibu, dimana semua akun tersebut berisi foto-foto ibu hamil yang diselewengkan. Lebih teliti lagi menggunakan media sosial, karena kejahatan akan sangat mudah menyusup lewat digital.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya