Eropa kembali berduka nih, guys. Sebab, terjadi insiden penyerangan di hari yang bersamaan, yakni pada Senin kemarin – 19 Desember 2016 waktu setempat. Yakni sebuah truk yang menabrak pasar Natal yang menewaskan 9 orang di Berlin dan terjadi penembakan di sebuah masjid di Zurich yang menyebabkan beberapa orang luka-luka. Meski belum dapat dipastikan keduanya merupakan aksi terorisme, namun  kejadian yang terjadi di hari yang sama menimbulkan kemungkinan kalau keduanya terkait dengan aksi terorisme. Dunia makin dilukai oleh banyak aksi teror, semakin bikin kita para millennial udah nggak paham lagi makna kata aman dan damai.

Suka cita di pasar Natal Berlin berubah jadi tragedi ketika sebuah truk dengan kencangnya menabrak kerumunan sampai merenggut 9 nyawa dan 50 orang luka-luka

Truk menabrak pasar Natal. via independent.co.uk

Dilansir dari CNN, sebuah truk bernomor polisi Polandia dengan kejinya tak memperlambat kecepatannya saat memasuki area pasar Natal di Berlin Jerman. Truk yang melaju dengan kecepatan terkira 64 km/jam tersebut dengan brutalnya menghantam keramaian orang-orang yang tengah bersuka cita menyambut natal. Kuat dugaan jika insiden ini terkait terorisme, guys. Meski belum dapat dipastikan sepenuhnya juga. Sementara itu sang sopir sudah ditahan dan satu orang lainnya yang berada dalam truk tersebut tewas. Aksi teror ini menyebabkan 9 nyawa melayang dan 50 orang luka-luka.

Sementara itu di hari yang sama, terjadi penembakan di dekat sebuah masjid di Zurich, Swiss. Akibatnya 3 orang terluka dan pelakunya masih belum tertangkap

Penembakan di sebuah masjid di Zurich. via ctvnews.ca

Masih di hari yang sama, negeri yang tenar dengan cokelat dan jam mahalnya – Swiss, diserang aksi teror. Terjadi penembakan di sebuah masjid di Eisgasse – Zurich, yang kerap didatangi oleh para pendatang dari Somalia. Pelaku penembakan di masjid tersebut melarikan diri dan 3 orang korban yang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit. Swiss sendiri tergolong negara yang jarang terjadi aksi penembakan. Sejumlah spekulasi terkait aksi penembakan pun bermunculan, guys. Dari aksi balas dendam berlandaskan agama sampai hanya aksi kekerasan biasa. Yang jelas kasus ini belum menemukan jalan terang karena pelakunya masih belum tertangkap.

Di saat genting seperti ini, semua orang harusnya bersikap dewasa dan tidak memperparah konflik. Pernyataan resmi Donald Trump yang langsung menyebut ini aksi terorisme tampaknya kurang bijaksana

Advertisement

Pendapat Trump yang bernada provokasi. via heavy.com

Sementara itu Bapak Presiden terkontroversial abad ini, – Donald Trump, mengucapkan bela sungkawa atas kejadian yang terjadi di Berlin melalui juru bicaranya. Namun, amat disayangkan manakala ucapan bela sungkawa tersebut, disertai dengan ungkapan bernada provokasi. Dalam statement-nya itu, Trump menyebut bahwa insiden penabrakan tersebut adalah aksi teror dan langsung bespekulasi bahwa itu hasil perbuatannya ISIS. Sejauh ini spekulasi Trump tersebut terlalu dini dan berpotensi SARA. Sebab, Bapak Presiden yang satu ini berkeyakinan kalau ISIS adalah representasi dari Islam. Bisa-bisa pendapatnya ini justru akan memperdalam perpecahan antar agama.

Semoga kejadian di Berlin dan Zurich ini adalah insiden terakhir yang terjadi di penghujung tahun ini, ya guys.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya