Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah sandang atau pakaian. Semasa hidupnya, manusia pasti mengeluarkan dana yang sebenarnya tidak sedikit untuk kebutuhan tersebut. Apalagi ketika masih dalam masa pertumbuhan. Tidak sedikit para orangtua mengeluhkan harus terus beli baju baru karena cepatnya pertumbuhan bayi mereka. Misalnya saja, pakaian bayi usia 0-3 bulan sudah tidak bisa dipakai lagi ketika bayi itu berumur 6 bulan-an. Kalau sudah begitu, tidak ada lagi pilihan lain bagi orang tua selain membeli pakaian baru untuk bayinya.

Nah terkait masalah ini, ada terobosan baru yang harus kamu tahu! Konsepnya adalah membuat pakaian yang bisa ‘tumbuh’ bersama pemakainya, terutama anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Jadi nggak perlu lagi repot-repot ngecek ukuran atau lihat kategori umur untuk beli baju, karena baju ini bisa membesar dengan sendirinya. Buat yang penasaran, mending simak dulu deh ulasannya di Hipwee News & Feature!

Pakaian ini dibuat dari bahan sintetis yang bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh si bayi

Seorang mahasiswa S2 program Art s Innovation Design Engineering di London’s Royal College, Ryan Yasin, melakukan eksperimen dengan membuat pakaian bayi dari kain sintetis yang bisa melebar sehingga bisa digunakan sampai anak tersebut berumur 36 bulan. Proyeknya itu berawal dari keinginannya membeli baju untuk keponakannya yang baru lahir. Karena sesuatu hal, hadiah tersebut justru sampai ketika keponakannya sudah tumbuh lebih besar, yang mana membuat pakaian darinya tidak lagi cukup.

Bahan dari pakaian ini juga tahan air, sehingga saat hujan orang tua tidak perlu lagi khawatir mengenakan anaknya jas hujan

Bahan tahan air via petitandsmall.com

Ryan Yasin menggunakan teknologi tertentu yang membuat pakaian menjadi ringan dan tahan air. Bahannya disesuaikan dengan gerakan anak yang tergolong aktif sehingga tingkat keawetannya tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, pakaian ini juga mudah dilipat dan dibersihkan. Tentu saja terobosan ini menjadi angin segar bagi ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita.

Bukan cuma masalah pakaian anak-anak, inovasi ini juga dibuat untuk mengatasi isu konsumerisme yang makin parah. Banyak banget lho limbah pakaian di dunia

Advertisement

Mengurangi konsumerisme via petitandsmall.com

Sifat manusia yang tidak pernah puas juga dapat dilihat dari tingginya daya beli masyarakat terhadap pakaian. Mungkin dalam kasus ini pakaian bayi, tapi sebenarnya orang dewasa pun banyak yang ‘membuang-buang’ pakaian dan akhirnya hanya jadi limbah. Apalagi kultur memakai barang bekas juga sepertinya masih dipandang sebelah mata. Selain jadi limbah, pola konsumerisme yang berlebihan pasti berdampak buruk pada lingkungan.

Mungkin jika ke depannya konsep ini terus dikembangkan, kita bisa mulai melihat pakaian sebagai pembelian atau investasi jangka panjang. Bukan sekadar fashion sementara yang nantinya hanya teronggok di dalam lemari atau entah akhirnya hilang kemana. Biar jadi manusia tuh nggak buang-buang banget gitu lho!

Nah gimana guys, tertarik nggak buat coba pakaian yang bisa ‘tumbuh’ bersama pemakainya ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya