Pangan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk lain di bumi. Maka dari itu ketersediaan pangan adalah permasalahan penting yang harus selalu diperhatikan. Apalagi dalam konteks perubahan iklim yang dampaknya makin parah akhir-akhir ini. Perubahan iklim yang membuat cuaca tak menentu, juga tentunya berimbas langsung pada jadwal panen dan pasokan berbagai tanaman buah dan sayur.

Tapi kira-kira bagaimana ya dampak perubahan iklim terhadap ketersedian pangan seperti daging sapi, ayam, ikan, seafood dan jenis bahan makanan hewani lainnya?

Belum lama ini sebuah organisasi lingkungan nirlaba internasional, merilis sebuah laporan mengenai daftar makanan yang ternyata ikut andil menyumbangkan CO2. Kalau sudah begini ceritanya, kira-kira solusinya bagaimana? Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya!

1. Semakin banyak kita konsumsi daging sapi dan ayam, ternyata makin buruk dampaknya terhadap lingkungan. Peternakan hewan itu penyumbang 14.5% dari emisi karbon dunia

Daging sapi penghasil emisi karbon terbesar via edition.cnn.com

CNN baru-baru ini melaporkan daftar makanan yang paling ‘berbahaya’ bagi lingkungan atau perubahan iklim. Daging sapi menempati posisi teratar karena beberapa kilogram saja sudah bisa menghasilkan emisi karbon sebanyak 26,5 kilogram. Polusi itu berasal dari pestisida dan fertilizer dari bahan pakan sapi, serta gas methane yang dihasilkan oleh sistem pencernaan sapi. Gas methane itu 25 kali jauh lebih berbaya dibandingkan CO2 dalam menyebabkan efek rumah kaca.

Advertisement

Selain daging sapi, makanan yang masuk daftar tersebut adalah daging kambing, mentega, seafood bercangkang seperti udang, keju, ayam, dan kalkun. Satu-satunya sayuran yang masuk daftar ini adalah asparagus karena biasanya harus diimpor sehingga butuh banyak bahan bakar.

2. Ditengah berbagai produksi daging hewan yang ternyata bikin polusi, serangga merupakan protein hewani yang sebenarnya ramah lingkungan. Makanya harus mulai dipertimbangkan jadi alternatif

Ulat sagu via www.vice.com

Ih, makan serangga, kok jorok ya?!

Bahkan kamu pun pasti pernah beranggapan seperti itu. Mengingat hampir semua jenis serangga punya bentuk yang cukup menjijikan, lihat saja ulat sagu atau jangkrik. Jangankan dimakan, hanya disuruh memegang saja kadang kamu sudah bergidik duluan. Tapi yang perlu kamu tahu, kalau ternyata olahan serangga di Indonesia sendiri bukan lagi hal yang tabu. Nggak percaya? Mungkin kamu perlu cermati beberapa olahan serangga ini.

3. Biarpun bentuknya paling menggelikan dan menjijikan, ulat sagu sendiri mengandung protein kasar mencapai 32,54 persen

Abaikan bentuknya, makanan yang sering sekali di konsumsi oleh masyarakat Indonesia Bagian Timur seperti daerah Kamoro Papua, ternyata tak hanya memiliki protein yang cukup tinggi. Tapi ulat sagu yang sebenarnya larva kumbang kepala merah ini pun memiliki kandungan lain seperti, asam kaprat, asam palmitat dan asam oleat, dengan total keseluruhan mencapai 86 persen. Lalu asam amino esensial yang terdiri dari 8 jenis, Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Fenilalanin, Threonin, Valin, dan Triptofan. Jadi sekarang kamu masih jijik atau tidak dengan makanan yang jelas sumber protein yang baik untuk tubuhmu.

4. Selain ramah dengan iklim, jangkrik sebenarnya sudah ditetapkan oleh WHO sebagai sumber protein masa depan

Burger jangkrik via www.menshealth.com

Dikutip dari Womens Health Mag, 3,5 Ons jangkrik terdapat 13 gram protein dan 121 kalori yang sebanding dengan dua butir telur ayam berukuran besar. Selain protein, jangkrik juga mengandung berbagai mineral dan vitamin. Dan yang jelas jangkrik ini makanan yang paling ramah dengan lingkungan terutama iklim. Perlu kamu tahu di Ciamis, jangkrik sendiri diolah dengan bumbu balado, meski sebenarnya sudah banyak juga olehan lain seperti rempeyek jangkrik, abon jangkrik, sampai nuget jangkrik pun ada.

5. Capung yang cantik saat menjadi larva, juga bisa diolah menjadi makanan yang juga bergizi tinggi

Pepes larva capung atau jubel manis dari Bali via akarumput.com

Pasti kamu pun tak menyangka kalau serangga yang menjadi mainan dan korban kejahilanmu alias si capung ini, ternyata bisa dijadikan makanan saat masih menjadi larva. Kalau di Danau Linow di Tomohon, Sulawesi Utara, larva capung ini disebut Sayok dan biasa dimasak pedas. Sementara di Bali namanya Jubel, diolah menjadi pepes yang biasa disebut dengan jubel manis. Jadi sampai sejauh ini, masih ada yang merasa jijik memakan serangga?!

6. Bukan madunya saja yang bisa dikonsumsi, larva lebah sendiri bisa jadi sumber pangan bergii. Selain punya rasa mirip almond, ternyata kandungan asam aminonya yang juga tinggi

Botok larva tawon via travel.kompas.com

Pernah dengar botok tawon? Makanan yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Makanan yang bisa kamu temukan di daerah Blitar dan daerah Malang perbatasan seperti Tumpang. Hebatnya lagi larva tawon atau lebah ini pun dipercaya punya khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Karena memang bisa mengandung propolis, vitamin A, B1, B2 dan Beta karoten, hingga mineral penting lainnya.

7. Di balik kebiasaannya menggerombol di lampu, nyatanya laron punya 7 asam amino esensial dan vitamin B yang pastinya baik untuk tubuhmu

Rempeyek laron via www.hipwee.com

Masih ingat nasehat orangtuamu saat ada laron, “Nak, telinganya ditutup ya biar nggak dimasuki laron itu?” Kehadirannya memang terasa cukup mengganggu, tapi setidaknya laron jadi salah satu sumber pangan dari serangga yang memiliki ketujuh asam amino esensial, treonin, lysin, serin, valin, alanin, sistein, dan leusin. Di daerah Jawa Timur sendiri, laron biasanya di ubah menjadi rempeyek. Kebanyangkan bagaimana gurih dan renyahnya.

8. Selain punya kandungan protein yang tak kalah dengan daging sapi, belalang juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin A sebanyak 25 hingga 30 persen

Belalang via www.iflscience.com

Selain kadar proteinnya tinggi, belalang memiliki kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan dan tembaga. Sementara vitaminnya pun beragam mulai dari vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C, asam folat hingga berbagai jenis asam lemak. Nggak heran kalau belalang bisa menggeser daging sapi atau ayam. Dan biasanya nih di daeah Gunung Kidul Yogyakarta lah kamu bisa menemukan olahan belalang yang gurih ini.

9. Sama seperti serangga-serangga sebelumnya, kepompong daun jati pun memiliki protein, mineral, vitamin, lemak dan karbohidrat

Ungkrung alias kempongpong daun jati via jarwadi.me

Masih sama-sama ada di tahap larva, kepompong daun jati tang juga menjijikan seperti ulat sagu tetap saja punya kandungan gizi yang cukup baik. Mulai dari protein, mineral, vitamin, lemak serta karbohidrat bisa kamu daparkan dari sana. Tapi sekalipun gurihnya tak kalah dengan udang ataupun ikan, kempompong daun jati juga tak bisa dikonsumsi sembarangan. Karena ada beberapa orang yang bisa gatal-gatal setelah mengkonsumsinya.

Setelah tahu kandungan gizi dari serangga-serangga yang menurutmu menjijikan itu, yakin kamu tak mau mencoba? Setidaknya membiasakan diri memakan serangga sesekali membuatmu punya andil untuk menjaga iklim di bumi. Membuat kegiatan makan tak hanya persoalan menyambung hidupmu saja tapi juga keberlangsungan bumi dan semua isinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya