Media sosial memang jadi sebuah area menyenangkan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Berbekal paket internet, tanpa sadar semuanya jadi serasa indah, meskipun pada faktanya kita sedang bermain-main di dunia maya. Bukan dunia yang sebenarnya. Sayangnya dunia yang banyak memberikan gambaran semu pada penggunanya tersebut seringnya menggunakan angka sebagai patokan. Makin banyak angka follower, makin banyak angka like, makin banyak angka konten unggahan, secara tidak langsung pemilik akun tersebut dimaktub sebagai orang yang lebih berkualitas dibandingkan yang lainnya.

Like dan follower pun nampaknya kini lebih berharga daripada dunia dan seisinya. Berlebihan? Nggak kok, nyatanya sudah banyak kasus celaka yang disebabkan kecerobohan seseorang saat mengambil foto selfie atau merekam kegiatan demi konten di media sosial. Bermedia sosial memang hak setiap manusia, tapi kalau sudah nggak bisa menjaga diri sendiri demi citra media sosial, apa jadinya? Kali ini Hipwee News & Feature bakal memberikanmu sedikit renungan, kasus-kasus berikut terjadi karena kurang kehati-hatian. Ekspektasinya ingin mendapatkan suatu konten unggahan media sosial yang menarik malah berujung celaka. Yuk simak!

Masih ingat seorang mahasiswa yang terpeleset ke kawah Gunung Merapi pasca selfie? Kejadian ini pun membuat geger masyarakat ketika itu

Foto yang diambil di atas tebing batu pinggir kawah via www.jawapos.com

Pada 16/5 dua tahun silam, seorang mahasiswa tingkat tiga Universitas Atma Jaya terpeleset ke kawah Gunung Merapi dan menyebabkan nyawanya tidak tertolong. Ia menaiki sebuah batu tinggi yang berada di bibir kawah dan berniat mengabadikan momennya di atas sana. Namun sayangnya ketika hendak menuruni batu tinggi tersebut ia terpeleset dan jatuh ke kawah. Upaya penyelamatannya pun melibatkan setidaknya 150 personil SAR gabungan.

Kejadian ini merupakan titik awal sejarah kelam bagaimana seseorang nekat melakukan aksi berbahaya tanpa pengaman, hanya demi mengabadikan foto. Memang tidak ada yang salah dengan acara pengambilan foto, apalagi ketika ketika mengagumi keindaham alam. Tapi kehati-hatian itu sangat diperlukan, Guys. Jika manfaat yang kita dapatkan tidak sebanding dengan bahaya yang mungkin saja mengintai, lebih baik kita nggak nekat. Apasih artinya like dan follower di instagram, atau share di facebook jika nyatanya kita sudah lebih dahulu dipanggil yang Mahakuasa?

Nggak berselang lama, mahasiswi juga terseret ombak usai selfie di bibir pantai. Sangat disayangkan, nyawanya juga nggak tertolong

Advertisement

Kesalahan kecil yang berakibat besar (Ilustrasi) via merdeka.com

Beberapa hari setelah kasus mahasiswa yang terpeleset ke kawah, kembali lagi terjadi kasus yang serupa. Seorang wanita asal Mojokerto yang tengah bermain di Pantai Bajulmati tewas tenggelam dan tergulung ombak setelah mengabadikan foto dirinya lewat smartphone pada 17/5. Rentetan kejadian yang menyedihkan ini otomatis jadi tamparan buat netizen yang keranjingan sosial media untuk lebih bijak lagi dalam membuat konten unggahan. Nggak melulu harus berambisi mengambil angle terbaik kan? Bukannya menyalahkan atas apa yang sudah pernah terjadi, tapi sebaiknya kita yang masih sadar mulai mempertimbangkan bahaya ini. Celaka bisa kapan pun terjadi kalau kita nggak hati-hati.

Beberapa hari yang lalu, dua orang siswa berboncengan sambil membuat vlog. Namun mereka mengalami kecelakaan dan terekam kamera

Dua remaja ini merekam aksi mereka saat berkendara di jalan. Seorang gadis mengenakan hijab biru dongker tampak berada di kursi belakang. Wanita itu juga yang merekam aksi mereka di atas motor yang melaju di jalanan tersebut. Kemudian terlihat wanita itu menyorot rekannya yang mengendarai sepeda motor. Wanita yang ada di depannya terlihat mengenakan hijab warna putih. Kedua gadis itu juga mengendarai motor dengan tidak mengenakan helm. Saat sedang asyik melaju di jalanan, keduanya mengalami hal yang mengejutkan. Tidak diketahui video itu terjadi di mana. Mereka hanya membicarakan kalau kalau keduanya sedang di jalan. Lalu mereka terdengar tertawa di atas motor itu. "Kita lagi ada di jalan, okey," kata gadis berkerudung biru. Kemudian terdengar teman di depannya menyampaikan sesuatu tapi tidak terdengar jelas. Gadis yang merekam video itu pun kembali berbicara. "Orang gue lagi nggak ada kuota," katanya sambil tertawa. Tak lama setelah itu, rekaman mulai goyang dan terdengar suara teriakan kedua gadis itu. Ternyata mereka berdua terjatuh dari motor. (Source: Tribunnews) ⠀ Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys! #kamuharustau #indozone ➖➖➖ #indonesia #jakarta #medan #surabaya #bandung #jogja #makassar #bali #aceh #papua #kalimantan #sulawesi #video #indovidgram #love #instagood #photooftheday #tbt #cute #instadaily #followme #happy #follow #selfie #picoftheday #vlog #jatuh #bahaya

A post shared by INDOZONE – INDOZONEMEDIA (@indozone.id) on

Sebenarnya kasus ini sudah sering terjadi. Berboncengan di atas motor sambil merekam aktivitas mereka di jalan. Apesnya, motor yang mereka kendarai harus jatuh karena kecerobohan mereka sendiri. Mungkin kamu juga sudah penah melihat rekaman yang berseliweran di media-media sosial yang berisi rekaman orang yang merekam vlog di atas motor dan terjatuh. Salah satunya seperti kejadian di atas. Kalau sudah begini, kita nggak bisa menyalahkan jalanan dan pengendara lain kan? Karena jelas-jelas mereka yang bermain smartphone di jalanan.

Nah satu lagi nih yang bikin nggak habis pikir, satu tindakan ceroboh yang dilakukan dengan sadar. Ngeksis di sosmed kok aktivitasnya bahaya

Speechless ya, Guys via dadupokerid99.wordpress.com

Salah satu pengguna facebook, sebut saja ia ISR baru-baru ini dapat hujatan netizen karena mengunggah konten yang bisa dibilang caper dan cari bahaya. Pemilik akun yang mungkin saja masih remaja ini sepertinya tengah dimabuk asmara dan cinta mati dengan seorang gadis yang ia sukai. Namun karena merasa bersalah atas kesalahan yang entah apa, ia meminta maaf dengan menyayat tangannya menggunakan silet. Bukan cuma satu dua sayatan, tapi sayatan silet itu membentuk tulisan si gadis yang ia sayang.

Pertama, yang bikin nggak habis pikir adalah kenapa dia tega melukai dirinya sendiri secara sadar hanya karena permasalahan cinta yang mungkin akan lebih berfaedah kalau diomongin baik-baik. Kedua, aksi ini pun diabadikan dan diunggah ke media sosial yang otomatis bikin seluruh dunia tahu. Ketiga, bisa nggak sih kalian membayangkan proses anak ini selfie dan mengabadikan momennya ini sambil menahan perihnya sayatan yang ia bikin sendiri? Duh jangan ditiru ya. Waktu kalian akan lebih bermanfaat untuk melakukan hal yang berguna. Misalnya baca artikel Hipwee 😀

Sebenernya konten yang berkualitas adalah yang diambil dengan cara cerdas. Nggak sembarang bikin unggahan yang heboh

Bikin konten yang aman dan memotivasi banyak orang via yoast.com

Nggak ada salahnya kok kita punya passion di sosial media dengan membagikan konten-konten keren dan inspiratif. Sudah jadi fitrah pengguna sosmed juga kalau kita ingin apa yang kita unggah mendapat apresiasi dari pengguna lain dengan bertambahnya like, share, comment, dan follower. Tapi konten yang berkualitas seharunya diambil dengan cara cerdaas. Bukan asal bagus dan heboh, keselamatan diri diabaikan.

Percaya deh kasus ini sebenarnya sudah jadi bahaya laten yang dari waktu ke waktu pasti ada aja korbannya. Artinya, dengan masih adanya korban akibat kecerobohan bermedia sosial, belum ada kesadaran secara koletif soal hal ini. Ingat, Guys selain bikin konten bagus dan inspiratif, kalian juga harus menjaga keselamatan diri. Kalau diri kalian nggak selamat, feed Instagram dan status Facebook sudah nggak ada artinya lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya