Mobil yang bisa nyetir sendiri, tanpa khawatir akan bahaya human error dan kecelakaan lainnya, bukanlah impian masa depan lagi! Semua pemain besar dalam dunia otomotif sudah ramai-ramai mengembangkan self-driving car mereka masing-masing. Tampaknya sudah jadi kesepakatan umum, kalau tren menyetir masa depan itu ya mobil atau kendaraan yang bisa berjalan secara otomatis. Kita tinggal naik, memprogram tujuan, dan menikmati perjalanan tanpa harus mengemudi.

Semua teknologi untuk membangun kendaraan self driving memang sudah ada, tapi yang sulit adalah infrastruktur jalannya. Yup, dibutuhkan jalan khusus agar serangkaian sensor dan peralatan canggih yang terpasang di kendaraan modern itu, bisa berfungsi. Baru-baru ini pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa negaranya akan membangun kota yang secara khusus didesain untuk test-drive kendaraan yang bisa nyetir sendiri. Bukan cuma seruas jalan atau satu wilayah, tapi satu kota sendiri!

Kota yang disebut K-City ini rencananya akan dibuka secara resmi pada bulan Oktober tahun 2017 ini. Keren banget sih ini sumpah, baca yuk selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

1. Ingin jadi yang terdepan dalam teknologi self driving car, Korea Selatan nggak tanggung-tanggung berani buat satu kota khusus untuk test drive

Dilansir dari Business Korea, pemerintah Korea Selatan nampaknya serius merealisasikan sebuah proyek pembangunan simulasi jalanan kota sebagai tempat uji kelayakan self-driving car atau mobil pintar tanpa pengemudi. Teknologi ini dinilai penting dalam perkembangan dunia otomotif ke depannya. Dengan menghilangkan faktor manusia yang bisa kecapaian, tidak fokus, atau error dalam bentuk lain, berkendara diyakini akan jauh lebih efisien dan aman. Maka dari itu, Korea Selatan ingin jadi negara terdepan dalam teknologi ini.

2. Pembangunan K-City yang smart dan penuh mobil yang bisa menyetir sendiri ini, tentulah tidak mudah. Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dan dana selangit

K-City adalah sebuah fasilitas seluas 360.000 meter persegi yang dibangun dengan menghabiskan dana sebesar 11 miliar Won. Proyek besar-besaran yang akan dibuka Oktober nanti ini, melibatkan banyak insinyur dengan berbagai disiplin ilmu. Selain ahli otomotif, ahli komunikasi dan tata kota juga diperlukan untuk membangun jalanan kota yang sepenuhnya terintegrasi dengan sistem smart car. Jika skemanya berjalan sempurna, dijamin tidak bakal terjadi kecelakaan karena semuanya sudah diatur secara otomatis. Hati-hatinya sama hacker atau kerusakan sistem saja ya…

3. K-City adalah fasilitas pemerintah yang khusus dibuat supaya perusahaan nasional bisa berkembang semaksimal mungkin. Dari perusahaan otomotif sampai komunikasi, semua boleh uji coba sampai puas

Advertisement

Perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan sudah turut bergabung dalam proyek K-City ini. Dari perusahaan komunikasi seperti SK Telecom, perusahaan teknologi seperti Samsung, sampai platform medsos Naver, menyambut kesempatan ini dengan antusias. Tentu saja target utama dari pengembangan ini adalah perusahaan-perusahaan otomotif seperti Hyundai Motor Company dan KIA motors. Hyundai dan KIA kini memiliki tempat test drive terbaik dan terbesar untuk menguji coba self driving car mereka.

4. Dibuat semirip mungkin dengan kondisi jalanan yang sebenarnya. Dari jalan kecil sampai jalur tol pun akan dibangun di dalam K-City

Agar K-City terasa lebih mirip dengan kondisi jalanan asli di kota-kota Korsel maka dibuatlah sebuah jalur bus, tol dan tempat parkir yang mirip dengan apa yang biasa ditemui di jalanan Korea Selatan. Menurut apa yang disampaikan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur & Transportasi Korea Selatan, sistem transportasi yang akan dibangun sudah mendapatkan masukan dari Otoritas Keselamatan Transportasi Korea.

5. K-City diharapkan mampu menjawab keraguan akan keamanan dan kenyamanan berada dalam mobil self-driving

Selama ini pengembangan mobil self-driving memang terkendala simulasi yang belum merepresentasikan jalanan kota yang sesungguhnya. Selain itu beberapa ahli di bidang pengembangan mobil ini pun mengharap adanya kerja bersama antara pengembang otomotif, layanan komunikasi dan para perusahaan di bidang berbasis aplikasi perangkat lunak.

Pemerintah Korea Selatan tampaknya memang mengambil langkah ini demi menyokong pertumbuhan industri otomotifnya. Perusahaan-perusahaan otomatif Korsel seperti Hyundai maupun KIA, memang sudah cukup mumpuni di pasaran dunia. Namun jika memang ke depannya self driving car jadi tren utama, pastilah perusahan Korsel ini bakal diuntungkan dengan K-City. Ya gimana lagi, tempat test drive terbesar di dunia cuma ada di Korsel sih!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya