Buat kamu (termasuk saya), yang mengaku suka makan telur ayam tapi nggak bisa bedakan mana telur ayam ras, mana telur ayam kampung, dan mana telur ayam jenis lain, agaknya perlu sedikit belajar gimana cara membedakannya deh. Pasalnya, nggak cuma air dalam kemasan aja yang bisa dipalsu, belakangan ini beredar isu bahwa 90% telur ayam kampung di Indonesia itu ternyata palsu lho guys!

Dilansir dari Kompas, Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade M. Zulkarnain, mengatakan kalau produksi telur ayam kampung di Indonesia memang nggak sebanyak yang diperkirakan pemerintah. Tingginya permintaan nyatanya nggak sebanding sama pasokannya. Peluang ini banyak dimanfaatkan peternak buat memproduksi telur dari ayam brakel atau ayam arab, lalu menjualnya dengan label ‘ayam kampung’! Biar nggak tertipu, simak ulasan selengkapnya bareng Hipwee News & Feature yuk!

Permintaan telur ayam kampung memang selalu tinggi. Segala manfaat kesehatan yang diyakini ada di telur kampung, membuat pembeli kepincut

Harganya juga jadi lebih mahal  via www.khasiat.co.id

Popularitas telur ayam kampung ini tentu aja beralasan. Kabarnya, telur-telur ini lebih diminati lantaran dianggap lebih bernutrisi dibanding telur ayam biasa. Dari segi Omega-3 memang telur ayam kampung lebih unggul. Begitu juga dengan jumlah vitamin di bagian kuningnya yang lebih tinggi. Ini dipengaruhi oleh pemeliharaan ayam kampung yang diumbar di alam bebas. Beda sama ayam negeri yang dibesarkan di peternakan. Meski begitu, bukan berarti telur ayam negeri nggak bergizi sama sekali. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, bahkan mengungkapkan kalau dari segi protein telur ayam negeri malah lebih unggul dibanding rivalnya.

Tapi karena tingkat produksi telur ayam kampung rendah, permintaan pasar seringkali tidak bisa dipenuhi. Akhirnya banyak yang menjual telur ayam arab sebagai ayam kampung

Padahal berbeda via komoditi.co.id

Advertisement

Tingkat produksi telur ayam kampung memang rendah, padahal permintaan selalu tinggi. Inilah yang mungkin kemudian mendorong berbagai oknum untuk ‘memalsukan’ telur ayam kampung. Jelas telur ayam negeri yang besar dan berwarna coklat akan sulit disamarkan jadi telur ayam kampung, maka dari itu pilihan jatuh kepada telur ayam arab. Kalau dilihat fisiknya, dua jenis telur ini mirip banget guys! Mulai dari ukuran sampai warna cangkang yang sama-sama putih. Belum lagi tingkat produksi telur dari ayam arab jauh lebih tinggi daripada ayam kampung. Akhirnya praktik ini jadi menjamur.

Tapi sebenarnya seperti apa sih ayam arab itu?

Awalnya ayam jenis brakel atau ayam arab ini masuk ke Indonesia melalui TKI yang pulang setelah bekerja di Arab

Ayam Arab via www.bebeja.com

Ayam arab ini sebenarnya adalah ayam petelur asal Belgia yang dikenal sebagai brakel kriel. Persebarannya di Indonesia sendiri dibawa oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab. Saat pulang ke tanah air, mereka membawa serta bibit ras ayam ini. Dari situlah ayam Belgia mulai dikembangkan di Indonesia. Setelah melalui proses perkawinan, ayam ini banyak dikenal masyarakat yang kemudian disebut dengan nama ayam arab.

Bahkan sebaran telur ayam arab ini sudah dimulai sejak 15 tahun yang lalu lho guys! 

Telur ayam arab via www.agropustaka.com

Nggak menutup kemungkinan kalau ternyata telur ayam kampung yang selama ini kamu konsumsi bukanlah yang asli, melainkan telur yang diperoleh dari ayam ras brakel atau arab. Karena menurut Ade, ayam arab ini sudah masuk Indonesia sejak 15 tahun lalu. Dan sejak itu juga persebarannya sudah merambah pasar tradisional maupun ritel. Ia juga mengatakan kalau sudah dari lama ayam ini dikenal juga sebagai ayam lokal pendatang. Tapi meski begitu tetap saja nggak bisa disamakan sama ayam lokal asli.

Agaknya kamu yang mengaku penggemar telur ayam kampung harus tahu tips-tips gimana membedakan telur di pasaran guys, guna menyiasati kebohongan-kebohongan selanjutnya

Harus bisa bedakan via hobiternak.com

Hal yang bisa dilihat pertama kali saat kamu akan membeli telur ayam kampung adalah dari warna cangkangnya. Meski ukurannya sama, kamu bisa lihat, telur ayam arab ini 95% warnanya cenderung putih. Sedangkan telur ayam kampung asli warnanya lebih beraneka, nggak semuanya putih, ada yang putih, krem, atau kecokelatan. Memang sih soal yang satu ini belum banyak yang tahu. Mungkin ke depannya perlu edukasi tentang membedakan telur di pasaran supaya nggak merugi.

Kebohongan publik macam ini jelas sudah merugikan para peternak telur ayam kampung asli. Akibatnya, banyak dari mereka yang lebih memilih beralih ke budidaya ayam kampung. Isu macam ini sih udah jadi tugas pemerintah buat meluruskan ya. Selain merugikan peternak telur ayam kampung, kasus ini juga membawa dampak negatif buat konsumen. Ya siapa sih yang suka dibohongi?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya