Maret lalu dunia hiburan dikejutkan oleh penangkapan Ridho Rhoma atas kepemilikan sabu seberat 0,76 gram di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebagaimana dilansir Viva, putra Raja Dangdut Rhoma Irama itu mengaku menyimpan dan mengonsumsi narkoba untuk menurunkan berat badannya karena tuntutan perannya sebagai aktor di salah satu film. Rhoma Irama selaku orang tua membenarkan hal itu dan terus mendukung proses hukum terhadap putranya.

Dengan mengonsumsi sabu, Ridho Rhoma yakin berat badannya bisa turun. Hal itu dilakukan karena tuntutan perannya dalam sebuah film.

Ya namanya melakukan hal ilegal, proses hukum harus terus berlanjut. Mendengar alasan yang dikemukakan Ridho maupun Roma Irama di atas, sebagian besar dari kita pasti langsung menghardik tidak masuk akal atau ah cari-cari alasan saja. Kalaupun alasan itu benar adanya, banyak yang tak habis berpikir segitunya banget ya pengen kurus. Tapi mirisnya ternyata memang banyak cara diet yang begitu destruktif atau bahkan sampai ilegal seperti ini. Entah tuntutan pekerjaan semacam selebriti dan model yang harus kurus di depan kamera atau terobsesi dengan perawakan ideal yang digambarkan media, realitanya banyak orang desperate pengen kurus. Hipwee News & Feature punya ulasannya!

Jika memang benar alasannya diet, Ridho Roma sepertinya tak sendiri. Obat terlarang stimulan macam sabu, memang populer di kalangan mereka yang ingin berhari-hari tak makan atau tidur

Tanpa makan atau tidur, tetap bisa high  via beritajatim.com

Disamping membuat ketagihan, narkoba jelas dilarang karena efeknya yang berbahaya. Bukan hanya bikin penggunanya fly dan kehilangan akal, overdosis obat-obat terlarang seringkali berakhir fatal. Diantara berbagai jenis narkoba, banyak diantaranya yang merupakan obat stimulan. Obat stimulan ini fungsinya mempercepat semua kerja tubuh, dari detak jantung sampai pernapasan. Karena efek inilah, pengguna obat stimulan bisa berhari-hari tidak makan atau tidur. Meski setelah efek habis, perasaan high tersebut langsung berganti dengan kelelahan yang luar biasa.

Advertisement

Salah satu narkoba stimulan yang populer di Indonesia adalah sabu atau crystal meth. Ya seperti yang menyebabkan Ridho Rhoma tertangkap kemarin. Rumornya, sih metode diet ini memang sudah terkenal di kalangan artis. Tapi tidak tahu mana ya yang duluan, mencoba narkoba karena pengen diet atau memang sudah ketagihan jadi sekalian buat diet. Kurus sih kurus, tapi jelas tidak sehat dan sangat berbahaya. Anne Nicole Smith, mantan model Playboy ternama yang juga dikabarkan menggunakan narkoba untuk membantu yo-yo dieting-nya, akhirnya meninggal karena overdosis pada tahun 2007.

Apapun alasan penggunannya, narkoba jelas berbahaya. Selain narkoba, ada juga ala model yang tak kalah menyesatkan. Tidak ilegal sih, tapi penuh stimulan yang jika berlebih juga bahaya

Kata model terkenal Kate Moss, diet model itu coffee, vodka, cigarettes & champagne via rise.gr

Disamping tinggi semampai dan menawan, persyaratan utama untuk jadi model sebenarnya adalah bisa masuk sampel pakaian para desainer. Nah kalau di luar negeri ukuran inilah yang disebut size zero. Demi bisa masuk ke ukuran ini, model-model rela melakukan diet apapun. Kalau tidak, ya memang mereka tak bisa mendapat pekerjaan. Memang banyak model yang secara alami sudah kurus, tapi ada juga model yang berani blak-blakan dengan metode diet tak sehat yang sering mereka jalani. Salah satu yang paling terkenal adalah Kate Moss. Kata Moss, banyak model seperti dirinya yang hanya minum kopi, alkohol, dan merokok sepanjang hari.

Moss yang juga dikenal dengan berbagai kasus drug abuse dan kecanduan alkohol, beberapa kali mengaku gaya hidup seperti inilah yang membuatnya kurus. Jika dinalar, metode diet ini juga efektif buat kurus karena efek stimulan. Meski tidak seekstrem narkoba yang ilegal, konsumsi stimulan alami seperti kopi, alkohol, maupun rokok secara berlebihan tentu saja bahaya. Apalagi tanpa makanan. Menyadari betapa berbahayanya kultur model yang seperti ini, beberapa negara seperti Perancis telah melarang model yang terlalu kurus.

Tak perlu selebriti atau model, orang biasa pun seringkali termakan iklan-iklan produk pelangsing yang belum terdaftar BPOM. Semua dicoba karena saking pengennya kurus

Bahkan yang labelnya herbal juga perlu dicek lagi via www.rahasialangsingalami.com

Obsesi pengen kurus ini jelas bukan milik selebriti atau model saja, tapi mungkin hampir semua orang. Ya bagaimana tidak!? Kalau tiap harinya kita dicekoki media, standar yang begitu sempit dan tinggi, tentang apa yang dianggap cantik atau menarik. Alhasil, produk atau apapun yang dijual dengan embel-embel pelangsing laris manis di pasaran. Masalahnya ada sejumlah orang yang ‘termakan’ obsesi sampai tidak bisa berpikir jernih, sampai rela mencoba obat atau teh pelangsing yang sebenarnya belum terbukti aman.

Hipwee jadi ingat kasus mahasiswi 21 tahun yang meninggal karena ‘terbakar dari dalam’ setelah mengkonsumsi pil pelangsingTernyata setelah diteliti, obat yang dibeli online itu mengandung zat berbahaya bernama dinitrophenol atau DNP. Bukannya ‘pil ajaib’ yang dijanjikan akan secara magis langsung menurunkan berat badan, tapi memang racun berbahaya.

Diet instan itu emang logikanya tidak ada yang aman atau efektif. Kalau mau sehat dan berat badannya ideal, ya harus mengubah gaya hidup keseluruhan

‘Diet’ atau perubahan pola makan dan olah raga itu harusnya untuk seumur hidup via body-health-diet.blogspot.co.id

Budaya instan dan suka cari jalan pintas inilah yang mungkin membutakan banyak orang dan akhirnya memilih jalan sesat. Ya terima saja jika semuanya memang harus diraih dengan kerja keras. Termasuk jika kamu ingin menurunkan berat badan. Crash diet atau diet dadakan dengan rencana tidak makan ‘hanya’ untuk beberapa minggu, bukanlah solusi yang baik untuk jangka panjang. Sebenarnya rencana sehat paling baik itu ya harus siap kamu lakukan selamanya. Bukan hanya seminggu atau sebulan hingga berat badan turun xx kg.

Meski terdengar tidak masuk akal, kasus Ridho Rhoma ini seakan-akan menguak sisi tergelap dari budaya diet yang sering kita lakukan. Ternyata memang banyak orang yang sudah segitu desperate-nya pengen kurus, sampai memilih cara instan yang tidak aman atau jelas-jelas ilegal. Semua rela dilakukan atas nama penampilan dan demi dipandang menarik atau cantik. Ya sah-sah saja pengen jadi cantik, tapi jangan sampai ngerusak diri ya guys…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya