Belakangan tersiar isu mengenai penggunaan tisu wajah yang diduga sebagai penyebab kanker ovarium. Di dalamnya,para cewek diimbau agar nggak menggunakan tisu wajah untuk menyeka ataupun mengeringkan organ kewanitaan usai buang air. Tisu wajah disebut-sebut mengandung talcum (bedak talk) yang dapat memicu kanker ovarium jika digunakan terus menerus pada bagian organ kewanitaan. Pesan tersebut juga menganjurkan agar para cewek sebaiknya menggunakan tisu toilet ketimbang tisu wajah untuk dipakai mengeringkan area bawah tubuh.

Kabar ini sontak membuat para cewek resah, mengingat beberapa dari mereka sudah terbiasa menggunakan tisu wajah setelah buang air. Hal ini dianggap sebagai solusi yang praktis. Selain fungsi utama tisu wajah untuk membersihkan kotoran yang menempel di wajah, tisu ini juga dianggap aman untuk membersihkan area genital. Pun lebih praktis ketimbang harus membawa gulungan tisu toilet yang lumayan ‘makan tempat’ dan harus disobek terlebih dahulu saat akan menggunakannya.

Nah, kali Hipwee News & Feature akan mengulas tentang isu yang sedang santer diberitakan baik di pesan singkat maupun di media sosial. Para cewek, mari merapat dulu.

Kasus seorang wanita yang menderita kanker ovarium setelah menggunakan bedak talk selama puluhan tahun, memang nyata adanya

Talk yang mengandung asbestos diduga karsinogenik via www.independent.ie

Terhitung di tahun ini, ada beberapa kasus mengenai kemungkinan hubungan antara penggunaan produk berbahan talk dan kanker ovarium yang berlanjut ke ranah hukum. Salah satunya adalah kasus seorang wanita yang berhasil memenangkan gugatan hukum dan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan produk bedak ternama, lantaran menderita kanker ovarium usai menggunakan produk tersebut pada organ kewanitaannya selama lebih dari 40 tahun.

Advertisement

Adapun hasil penelitian terhadap pemakaian talk memberikan hasil yang beragam, meski ada petunjuk adanya kemungkinan peningkatan risiko pada kanker ovarium, seperti yang diungkapkan oleh American Cancer Society. International Agency for Research on Cancer (IARC), sebuah badan di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa bedak talk, terutama yang mengandung senyawa asbestos berisiko bersifat karsinogenik dan berisiko menyebabkan kanker. Namun, bukan berarti semua produk talk mengandung asbestos. Lagipula produk yang berbahan karsinogenik tersebut kemungkinannya kecil untuk diloloskan oleh BPOM, bukan?

Namun sejauh ini, belum ada pernyataan yang menyebutkan bahwa tisu wajah mengandung talk dan menjadi penyebab kanker ovarium

Tisu wajah Vs tisu toilet via www.webstaurantstore.com

Ada beberapa jenis tisu yang beredar di pasaran, termasuk di dalamnya adalah tisu wajah dan tisu toilet. Hingga saat ini, belum ada pernyataan yang menyebutkan bahwa tisu wajah mengandung talk seperti yang tercantum dalam pesan siaran yang marak beredar. Pada dasarnya, semua tisu terbuat dari serat atau bubur kertas. Adapun beberapa tisu wajah diantaranya juga mengandung bahan pemutih klorin, pelembut, bahan tahan air dan juga parfum.

Dilansir dari laman Hello Sehat, para ahli dari WHO menyatakan bahwa kandungan bahan-bahan tambahan dalam tisu biasanya kadarnya masih relatif aman bagi kesehatan. Pernyataan ini juga didukung oleh dr. Yenny Meliana dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengungkapkan bahwa Departemen Kesehatan selalu memantau dan menguji tisu yang dijual bebas di pasaran.

Perbedaannya terlihat jelas pada teksturnya, tisu toilet biasanya lebih mudah hancur sehingga ada yang bisa di-flush dalam kloset. Berbeda dengan tisu wajah yang lebih tahan air dan sulit hancur. Jadi, barangkali anjuran untuk nggak menggunakan tisu wajah untuk menyeka organ genital lebih kepada mengurangi limbah sulit hancur yang berdampak pada lingkungan.

Bukannya tisu wajah, tisu recycle dan tisu basahlah yang sebaiknya justru dihindari penggunaannya untuk area kewanitaan

Tisu recycle dan tisu basah lebih banyak bahan tambahannya via www.tissues-paper.com

Berhati-hatilah saat membeli tisu recycle atau yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang kertas atau karton bekas. “Tisu recycle juga kerap ditambahi pewarna, pemutih dan kadang juga mengandung bakteri E.coli,” kata Dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM, ahli kanker dari RS Dharmais, dilansir dari Detik Health. Beberapa bahan tambahan tersebut bisa memicu degenerasi atau perubahan sel menjadi ganas. Pada akhirnya, sel-sel yang mengalami degenerasi tersebut bisa berubah menjadi kanker.

Pada jenis tisu daur ulang tertentu juga kerap ditemukan kandungan bisphenol-A (BPA) yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kertas untuk struk belanjaan atau struk ATM. Tanpa disadari, BPA bisa menyebabkan berbagai masalah pada sistem metabolisme tubuh seperti penyakit jantung dan diabetes. Selain itu, BPA juga dipercaya bisa menimbulkan gangguan fungsi otak dan saraf yang mengarah pada kelainan perilaku pada anak.

Sementara itu, pemakaian tisu basah juga nggak dianjurkan. Tisu basah sebenarnya mengandung aneka zat kimia dan wewangian aroma terapi yang berpotensi mengiritasi kulit sensitif, seperti yang dituturkan oleh ahli kesehatan perempuan di New York, Holly Phillips. Bukan cuma memicu kanker, bahan-bahan tersebut juga bisa memicu iritasi baik di organ kewanitaan maupun anus jika digunakan usai buang air besar.

Selain pemilihan tisu yang aman dan tepat, cara membersihkan organ genital juga perlu diperhatikan

Cara membersihkannya juga perlu diperhatikan via www.youtube.com

Menurut Edwin Tanihaha Sp.KK., Dip. AAAM, MHKes, spesialis dermato-venerologist, menggunakan tisu memang nggak dilarang, tapi cukup digunakan hanya dalam kondisi darurat. Alangkah lebih baik jika sebelum menggunakan tisu wajah, ketahui kandungan di dalamnya. Gunakan tisu yang nggak mengandung bahan-bahan kimia tambahan seperti pewarna, pelembut, BPA, ataupun parfum. Pilihlah tisu yang mendukung program pelestarian lingkungan, yakni tisu yang lembut dan mudah hancur.

Selain itu, cara membersihkan organ genital juga perlu diperhatikan. Baiknya menyeka bagian vagina terlebih dahulu kemudian baru ke bagian anus, terlebih setelah buang air besar, dimana akan ada banyak bakteri yang keluar bersama kotoran. Bersihkan area genital dengan dibasuh air terlebih dahulu sampai bersih lalu baru menyekanya dengan tisu pilihan yang aman. Sebenarnya, akan lebih aman lagi jika kamu menggunakan handuk kering dan lembut untuk mengurangi risiko yang nggak diinginkan.

Nah, mulai sekarang kamu nggak perlu khawatir lagi dengan isu kontroversi tisu wajah vs tisu toilet yang tersebar. Atau mungkin kamu menerimanya juga. Jangan mudah percaya dengan kabar-kabar burung semacam ini, alangkah baiknya jika kamu mencari informasi akurat yang mengklarifikasi kebenarannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya