Ibarat lagu Krisdayanti, tahun 2016 tinggal menghitung hari. Namun, tahun 2016 menyisakan duka yang tak bisa kita lupakan begitu saja. Berbagai bencana dan hal buruk terjadi di tahun naga ini. Mulai dari perang di Suriah, serentetan teror di akhir tahun yang membawa duka, sampai terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika yang mirip bencana bagi sebagian besar orang di dunia. Kabar kecelakaan pesawat silih berganti datang dan bintang-bintang di dunia hiburan banyak yang tutup usia.

Sementara di Indonesia sendiri, serangkaian bencana alam terjadi dan semakin parah di akhir tahun ini. Belum tuntas penyelamatan gempa di Aceh, ditambah banjir bandang di Manado dan Bima. Ibukota pun bergejolak dengan irisan persoalan politik dan agama. UU ITE dan penodaan agama menjadi favorit tahun ini, membuat kantor polisi sibuk dengan banyaknya pengaduan yang datang.

Banyak yang mengatakan tahun 2016 adalah tahun terburuk dalam sejarah. Namun sebelum kamu menyimpulkan, simak dulu cerita kelam di balik tahun-tahun yang telah lewat ini.

1. Tahun 1348 dikenal dengan The Black Death. Wabah pes hampir memunahkan setengah penduduk Eropa dalam waktu 3 tahun

Pes tersebar lewat tikus via www.dailytelegraph.com.au

Sejarah mencatat tahun 1348 sebagai tahun terburuk. Penyakit pes yang disebabkan oleh bakteri ‘Yersinia Pestis’ yang ditularkan dari tikus mati ke mamalia, membunuh setengah populasi benua Eropa. Kurang lebih 40% dari populasi Mesir, Perancis, Norwegia dan Inggris, terinfeksi dan meninggal dunia. Sementara di Florence, Italia yang berpenduduk 110.000 jiwa, tinggal 5000 jiwa saja. Setiap harinya ribuan nyawa melayang, sementara di jalan-jalan mayat-mayat anjing berserakan begitu saja.

Advertisement

Ini belum seberapa. Ketidaktahuan penduduk membuat mereka menyalahkan kaum-kaum minoritas seperti gipsi dan Yahudi, sehingga dilakukan pembakaran besar-besaran terhadap mereka. Wabah hitam berjalan bagai hantu, terus menyerang dan tidak diketahui sebabnya. Gara-gara penyakit ini, benua Eropa yang kita kenal indah itu nyaris tak berpenghuni.

2. Tahun 1492 adalah kali pertama Christian Columbus menemukan Amerika. 80-90% penduduk asli Indian tewas karena pendudukan dan perebutan lahan

Genosida terbesar sepanjang sejarah atas suku Indian via www.sott.net

Tahun 1492 adalah yang tahun dimana manusia saling membunuh satu sama lain dalam jumlah yang paling besar. Christopher Colombus pertama kali menemukan Amerika dan menganggapnya sebagai tanah yang potensial. Penemuan Colombus ini menjadi sejarah baru orang Eropa di Amerika. Penemuan besar akan ‘dunia baru’ ini ternyata juga sebuah tragedi yang seringkali terlupakan. Hampir 90% suku Indian tewas dibunuh atau gugur dalam perang, sampai-sampai Amerika Serikat saat ini dianggap sebagai ‘benua putih’.

Peristiwa lain seperti pembantaian Muslim dan Yahudi karena pendudukan Kaisar Ferdinan dan Permaisuri Isabella di Moorish Grenada di tahun sama, menyebabkan tahun 1492 tercatat sebagai tahun genosida dengan korban terbanyak.

3. Tahun 1666 adalah tahun terburuk untuk Inggris. Baru saja serangan Black Death kedua usai membawa seperempat penduduknya, kebakaran besar menghanguskan 80.000 rumah di London

Ilustrasi The Great Fire of London via www.socialstudiesforkids.com

Meski paling parah terjadi di tahun 1348, wabah hitam masih terjadi sesekali sampai tahun 1900-an. Yang terparah adalah wabah hitam di London tahun 1665-an yang menewaskan sekitar 800.000 penduduk kota. Belum juga London menyembuhkan diri dari wabah hitam, tahun 1666 terjadi The Great Fire of London, kebakaran besar-besaran yang menghanguskan hampir 80.000 rumah di London.

Musim panas yang membuat hujan absen selama berminggu-minggu membuat bangunan yang dari kayu dalam kondisi kering. Ditambah lagi angin yang bertiup kencang, membuat api menjalar dengan cepat. Dalam waktu dua hari, London membara! Kepanikan penduduk semakin menjadi-jadi karena adanya isu Perancis menyerang. Saking parahnya, sampai Sang Raja sendiri ikut turun dalam usaha memadamkan api. Meski hanya meninggalkan 15 bangunan yang tersisa, tapi kebakaran besar-besaran ini ternyata juga membersihkan London dari wabah hitam.

4. Tahun 1919 mungkin tahun dengan bencana yang paling lengkap. Akhir Perang Dunia I membawa kekacauan politik dan sosial, hancurnya ekonomi, dan wabah flu mematikan

Kekacauan yang seringkali terlihat pada tahun 1919 via www.slate.com

Meskipun Perang Dunia I telah berakhir pada tahun 1918, namun efek samping yang disebabkannya ternyata tak kalah mengerikan. Kemenangan Amerika di Perang Dunia I ternyata justru diikuti oleh kekacauan politik di sana. Serangkaian rencana penataan kembali oleh Presiden Woodrow Wilson tercata kacau balau. Kekacauan ini akhirnya membuat finansial negara memburuk. Inflasi meroket dan pengangguran meningkat sampai 20%.

Ditambah lagi ada wabah flu mematikan yang membunuh setengah juta penduduk Amerika. Wabah flu ini menginfeksi 500 juta penduduk dunia dan menewaskan tiga perempatnya yaitu sekitar 100 juta jiwa. Kekacauan Amerika belum usai. Diawali oleh kerusuhan Chicago yang menewaskan 38 orang, terjadi pembunuhan terhadap kulit hitam Amerika yang menewaskan 78 orang, sementara kerusuhan-kerusuhan lainnya terus terjadi. Peristiwa ini dikenal dengan nama Bloody Summer of 1919.

5. 1943 barangkali adalah catatan terburuk sepanjang kemanusiaan. Ketika kekuasaan Hitler mencapai puncaknya, 1,3 juta nyawa melayang sia-sia

Tawanan Nazi via en.wikipedia.org

Seperti yang kita tahu Perang Dunia II meletus mulai dari 1939 hingga 1945. Kenaikan Adolf Hitler menjadi pimpinan Jerman membawa petaka dunia. Dalam kurun waktu 1939 hingga 1944, lebih dari 6 juta orang terbunuh. Mereka adalah kelompok minoritas Yahudi, LGBT, atau gipsi di negara Jerman dan negara aliansinya. Pembantaian ini sudah dimulai sejak tahun 1940 dan mencapai puncaknya di tahun 1943 ketika lebih dari 1,3 juta orang tewas.

Pembantaian genosida yang dilindungi oleh hukum negara tersebut, terus terjadi. Dunia luar seolah tak bisa berbuat apa-apa melihat kemanusiaan yang terkoyak-koyak. Karena itu peristiwa yang dikenal sebagai Holocaust ini seringkali disebut tak hanya sebagai sejarah kelam Jerman, melainkan juga sejarah kelam kemanusiaan.

6. Dalam sejarah Indonesia, tahun 1965 mungkin yang paling suram dari semuanya. Tragedi berdarah yang memecah belah bangsa terjadi di tahun ini

Peristiwa 1965-1966 via kaltim.tribunnews.com

Bila di Eropa terjadi Holocaust, apa yang terjadi di tahun 1965 di Indonesia tak kalah suramnya. Diawali oleh situasi politik yang memanas dan berujung pada peristiwa 30 September yang mengguncang. Pembunuhan 7 perwira angkatan darat dan informasi yang simpang siur membuat rakyat kebingungan. Namun apa yang terjadi setelah itu lebih menyeramkan. Pembantaian besar-besaran terjadi terhadap anggota Partai Komunis Indonesia, keluarga, kenalan, atau siapapun yang dituduh punya hubungan dengan PKI.

Ironisnya, pembantaian besar-besaran ini ‘direstui’ oleh pemerintah dan dikomando oleh tentara. Dalam periode 1965-1966, kurang lebih 500 ribu – 1 juta orang dibunuh, sementara yang lainnya diasingkan ke Pulau Buru atau Plantungan. Hilangnya seseorang adalah fenomena sehari-hari, sementara kehidupan sosialisasi dipenuhi dengan prasangka dan saling curiga. Peristiwa 1965 adalah sebuah momen kelam dalam sejarah bangsa yang hingga kini masih menyisakan trauma dan berjuta-juta tanya dan misteri.

7. Oleh sebagian besar orang, tahun 2001 adalah awal dari perang teror. Peristiwa Menara kembar WTC sedikit banyak akibatnya masih terasa hingga kini

Tragedi 9/11 via www.governmentsecrets.com

11 September 2001 adalah hari berduka bagi Amerika dan dunia. Setelah jaringan teroris membajak pesawat dan menabrakannya ke menara kembar World Trade Center, sebanyak 2.996 orang tewas. Inilah awal dari serangkaian perang melawan terorisme yang masih terjadi hingga saat ini. Peristiwa 9/11 adalah tragedi yang mengubah wajah Amerika.

Setelah peristiwa itu terjadi, muncul kelumpuhan aktivitas di Amerika dan krisis kepercayaan warga terhadap negara terkait sistem keamanan. Akibatnya Amerika menjadi lebih konservatif. Negara yang selama 200 tahun menjadi tujuan imigran itu mendadak menutup diri dari pihak asing, terutama muslim dan keturunan Arab yang mendadak dicap sebagai ‘teroris’. Mungkin ini pula yang membuat Amerika memosisikan dirinya sendiri sebagai polisi dunia dalam memerangi teroris. Meskipun banyak spekulasi soal konspirasi mengenai tragedi ini, tetap saja 9/11 meninggalkan trauma mendalam bagi kita semua.

Bagi sebagian orang, apa yang terjadi di tahun 2016 ini sudah melampaui tahun-tahun kelam itu, guys. Iya sih, mana yang terburuk itu tergantung persepsi, terutama yang mengalami langsung. Tapi bila bisa memilih, kira-kira kamu pilih hidup di tahun 2016 atau di tahun-tahun tadi guys? Tapi seburuk apapun tahun 2016 ini, tahun 2017 sudah di depan mata. Semoga segalanya bisa lebih baik mulai dari hari ini ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya