Kartini, pahlawan perempuan yang kita kenal sebagai pelopor emansipasi. Surat-suratnya yang dibukukan menjadi Door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) berisi pemikiran yang sangat tajam. Dia mengkritisi pendidikan, budaya, hingga agama. Perhatiannya pada perempuan yang masih dimarjinalkan kala itu begitu besar.

Tapi kenapa ya pahlawan wanita lain nggak mendapat spotlihght yang sama? Apa benar perayaan cuma layak untuk Kartini saja?

Pemikiran Kartini luar biasa maju di zamannya, dari Kartinilah emansipasi digaungkan

Kartini dan perjuangannya via berdikarionline.com

Kartini berkirim surat dengan teman Belandanya, Stella (atau Estelle) Zeehandelaar, seorang aktivis feminis di Belanda. Surat-surat Kartini bercerita tentang citra ideal perempuan Jawa yang merdeka. Kartini dinilai sebagai pelopor emansipasi wanita di Indonesia berkat gagasannya dalam surat itu.

Kata-kata Kartini di suratnya sangat mengena, hanya perempuan hebat yang bisa menulisnya

Habis Gelap Terbitlah Terang via jakartakita.com

Advertisement

Kami, gadis-gadis Jawa, tidak boleh memiliki cita-cita, karena kami hanya boleh mempunyai satu impian, dan itu adalah dipaksa menikah hari ini atau esok dengan pria yang dianggap patut oleh orangtua kami, tulis Kartini dengan getir kepada Rosa Manuela Abendanon-Mandri, 8/9 Agustus 1901.

Kartini dijadikan pahlawan pertama perempuan oleh Belanda, bukan oleh rakyat Indonesia, kenapa?

Buku tentang Kartini via arrahmah.com

Penetapan hari Kartini tanggal 2 Mei 1964 melalui Kepres No. 108 memang dilakukan oleh Presiden Soekarno. Namun jika kita melihat sejarahnya, yang membesarkan Kartini adalah Belanda. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional konon karena kedekatannya dengan Belanda dan Kartini dianggap tidak membahayakan posisinya.

Berapa pahlawan perempuan yang kamu kenal selain Kartini? Kenalkah kamu dengan Rohana Kudus?

“Kartini” hari ini tak mengenal pahlawan perempuan lainnya via level4dan5.wordpress.com

Mungkin hanya sedikit di antara kamu yang mengenal Rohana Kudus. Padahal ia tidak hanya menumpahkan idenya dalam bentuk surat saja lho. Ia sudah merealisasikan gagasannya dalam bentuk Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916). Ia juga merupakan jurnalis wanita pertama di negeri ini. Pahlawan perempuan lainnya, siapa yang kamu tahu?

Jasa Cut Nyak Dien di medan perang harus tenggelam oleh Habis Gelap Terbitlah Terang ?

Ada hari Kartini kenapa nggak ada hari Cut Nyak Dien via youtube.com

Kalau Cut Nyak Dien mungkin kamu lebih sering mendengarnya walaupun tidak ada hari Cut Nyak Dien. Beliau adalah wanita pemberani yang rela turun ke medan perang untuk melawan penjajah. Keberaniannya ini tentu membuat Cut Nyak Dien tidak dekat dengan Belanda seperti Kartini. Apa karena ini namanya tak sebesar Kartini?

Kita menyebut Kartini sebagai Ibu Kita , namanya tertulis dalam lagu, buku dan bahkan hari nasional

Semua bernyanyi Ibu Kita Kartini via siap-sekolah.com

Ibu Kita Kartini/ Pendekar bangsa/ Pendekar kaumnya/Untuk merdeka

Tak hanya lagu, berbagai macam novel dan judul film juga selalu lebih suka mengangkat nama besar Kartini dibandingkan pahlawan perempuan lain. Termasuk peringatan kelahirannya sebagai hari nasional.

Kapan ya ada hari pahlawan perempuan agar mereka semua juga bisa dikenang seperti ibu kita Kartini?

Nggak cuma Kartini, ada Kartono juga via sman1sugihwaras.sch.id

Jika memang hari Kartini harus ada, pahlawan-pahlawan perempuan lain juga tak boleh kamu lupakan jasanya. Terlepas dari pedebatan pantaskah Kartini menjadi pahlawan nasional dan haruskah ada peringatan Hari Kartini, ada satu hal yang lebih penting: JAS MERAH! Jangan melupakan sejarah! Tidak hanya Kartini saja, sebagai simbol emansipasi, hari ini pun kamu harus mengenang pahlawan perempuan lainnya .

Kita doakan semoga pahlawan-pahlawan perempuan kita mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan kita semua yang membaca tulisan ini dapat meneruskan cita-cita mereka. Mengheningkan cipta, dimulai!