Kemajuan infrastruktur sendiri seringkali jadi harapan banyak masyarakat. Siapa sih yang nggak mau punya kota yang bagus, bersih, rapi, dan tertata? Tapi ketidaksiapan mental kadang juga menghantui. Begitu infrastruktur dan pembangunan negara kita sedikit demi sedikit mulai maju, kadang ada-ada aja yang masih kurang bisa memanfaatkannya dengan baik dan justru malah meresahkan.

Belum lama ini viral sebuah video yang memperlihatkan tidak tertibnya pengendara yang memasuki jalur busway. Memang sih, masuk jalur busway itu pelanggaran klasik dan penyakit yang sulit dihilangkan. Tapi yang bikin heboh adalah, sudah masuk jalu busway, pengendara-pengendara berjalan melawan arus. Wah kadang nggak habis pikir lagi. Bukan hanya soal jalur busway, ternyata beberapa permasalahan akibat ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan infrastruktur juga banyak terjadi lho. Ayo deh diteliti satu-satu bareng Hipwee News & Feature!

Sudah masuk jalur busway, melawan arah pula. Netizen jadi super KZL lihat video ini

Masuk jalur busway…..@jktinfo

A post shared by citra palupi (@citra_piencie) on

Video amatir unggahan @citra_piencie memperlihatkan bagaimana pengendara motor nakal yang nekat menerobos jalur busway sekaligus melawan arah. Akibatnya, bus Transjakarta yang sedang dinaiki pemilik akun tersebut, terhambat perjalanannya dan harus menunggu satu per satu pengendara motor untuk lewat. Dalam video tersebut pun terdengar beberapa orang berteriak, “…biarin aja, nggak usah dikasih jalan, biar kapok!..”. Pengendara motor yang bertumpuk di sisi kiri jalur pun kebingungan untuk lewat. Banyka pula komentar netizen yang geram dengan kejadian ini.

“Tabrak ajalah, gmna mau maju indonesia kalo bgitu, udah salah pasti itu gak mau d salahin” @lontang_lantung

“Udah salah, tapi pada ngotot. Luarrrr Biasaaa” @gave.store

“t e r c y d u c k, gasskeeunn pak sopiirr” @deel_fdhl151

Bukan itu aja yang bikin miris, kadang jembatan atau jalan raya baru yang tujuannya demi kemaslahatan bersama justru ramai buat selfie 🙁

Advertisement

Membahayakan diri sendiri dan orang lain via medan.tribunnews.com

Jalan baru dan jembatan baru pastinya dibangun untuk memperlancar perjalanan. Terlepas dari pemandangannya yang memang Instagram-able dan bagus banget, kayaknya selfie-selfie bukanlah tindakan yang tepat. Selain membahayakan, tentu saja ini menghambat kendaran yang lain dong! Misalnya saja dulu ketika jembatan Suramadu awal diresmikan, rasanya semua orang rela berhenti di tengah jembatan untuk sekedar selfie. Wah padahal angin laut disana nggak main-main lho guys.

Beberapa waktu yang lalu, Gubernur DKI Jakarta, Djarot sempat menghimbau masyarakat biar nggak berselfi-selfie di Susun Semanggi. Mengingat jalan layang non tol yang baru ini memang kelihatan sangat indah dan akan mengundang banyak pemburu like Instagram. Lagi-lagi, aksi main berhenti di jalan demi selfie ini bakal menghambat laju kendaraan lain dan juga membahayakan keselamatan. Jangan gitu deh guys, bangga dengan tempat baru nggak harus dengan saling berlomba selfie kok.

Apalagi kalau tempat bagus malah dimanfaatkan buat nongkrong dan pacaran. Duh kadar romantismenya nggak elit nih cuy!

Saking ramenya sampai ada abang-abang jualan buah segala via beritasatu.com

Hayo siapa nih yang sering begini? Pacaran di fly over atau jembatan layang sambil menikmati lampu kota yang remang-remang. Eh sayang seribu sayang tetep mencium bau knalpot dan polusi udara jalanan deh. Ini bukannya jadi romantis, tapi malah jadi mengganggu lalu lintas. Pengguna jalan akhirnya juga ‘dipaksa’ menonton keasyikan muda-mudi dimabuk asmara dong. Kalau gagal fokus juga fatal tuh!

Bangga sama infrastruktur baru boleh kok, tapi jangan sampai bangganya malah mengganggu ketertiban atau membahayakan orang lain dan diri sendiri

Padahal sudah dilarang via www.youtube.com

Sebenarnya kemajuan infrastruktur di negara kita memang layak jadi kebanggaan tersendiri. Tapi kalau wujud bangganya kelewatan seperti selfie sembarangan, memanfaatkan fasilitas bukan pada tempat, apalagi sampai buat pacaran. Duh, salah-salah jadi dibilang norak nih. Coba bangganya diwujudkan dengan merawat, menjaga, dan mengawasi fasilitas tersebut. Pasti lebih cucok ya ‘kan?

Kalau begini terus, jangan-jangan kita memang belum siap menerima perubahan negara kita yang perlahan disulap jadi keren?

Kalaupun sudah ada transportasi atau fasilitas baru, kalau perilaku warga masih begini ‘kan miris via genmuda.com

Kemajuan infrastruktur dari tahun ketahun terus meningkat. Seharusnya ini juga diimbangi dengan kesiapan mental dari masyarakat kita sendiri. Contoh video viral soal menerobos jalur busway tadi bisa dijadikan indikator bahwa ternyata mental kita belum siap menerima perubahan. Jalur yang khusus dibuat untuk sarana transportasi anti macet justru lagi-lagi terhambat macet oleh aksi ‘nakal’ pengendara. Begitu pula dengan infrastruktur lain yang sebenarnya dibangun dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam berlalu lintas. Lagi-lagi disalahgunakan dan bikin gemes banyak pengguna jalan lain. Jadi sebenarnya apakah kita sudah siap menerima perubahan?

Yuk berbenah dan introspeksi diri. Tulisan ini bukan bertujuan buat menghakimi orang Indonesia sendiri. Tapi mengajak untuk menjadi masyarakat madani yang lebih baik lagi. Siapa tahu akan terbentuk sinergi yang bagus antara masyarakat dan pemerintah. Pembangunan lancar, pemanfaatan juga bagus. Semua senang :).

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya