Hadasari, seorang wanita yang mengaku dirinya adalah nabi setelah Nabi Muhammad SAW, sedang ramai diperbincangkan di ranah maya. Ia menambah deretan orang yang juga memberikan pengakuan serupa yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Wanita berusia 48 tahun itu, mengatakan bahwa dirinya menerima wahyu secara langsung dan terpilih untuk melanjutkan tugas kenabian Baginda Rasul. Bahkan Hadasari juga menghimbau manusia untuk hijrah ke Makassar karena dunia akan segera kiamat.

Pengakuan Hadasari ini diabadikan dalam bentuk video oleh salah satu pengguna media sosial Facebook Nur Anandha Septiani. Semenjak dibagikan pada Senin (7/8) kemarin, video ini mendapat reaksi yang beragam dari netizen. Biar tahu info selengkapnya, simak bareng yuk ulasan Hipwee News & Feature kali ini!

Video ini awalnya diunggah di grup IKKM (Info Kejadian Kota Makassar) 2017 di Facebook dan langsung viral

Dalam video itu terlihat seorang wanita paruh baya yang diketahui bernama Hadasari, sedang diinterogasi beberapa orang di sebuah kantor pemerintahan di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait pengakuannya yang menggegerkan. Hadasari mengaku bahwa dirinya adalah nabi ke-26 yang mendapat bisikan langsung untuk meneruskan ajaran Nabi Muhammad SAW. Tidak terlalu jelas percakapan yang terjadi saat itu karena Hadasari berbicara bahasa Arab dengan dicampur bahasa Indonesia.

Seolah berusaha meyakinkan orang di sekitarnya, Hadasari juga mengaku keturunan Tuanta Salamaka Syekh Yusuf, ahli agama asal Gowa Sulawesi Selatan. Wanita asal Boron Jambu itu juga menghimbau manusia untuk hijrah ke Makassar karena dunia akan segera kiamat. Dirinya juga mengatakan kalau punya suami dan satu anak. Bahkan karena bisikan yang didapat, ia juga sampai pisah ranjang dengan suami. Ketika ditanya alasannya, ia berdalih bahwa itu juga salah satu perintah.

Mulanya ibu ini mendatangi kantor tersebut untuk mengurus KTP. Tapi ketika diminta surat pengantar, malah bikin pengakuan palsu

Hadasari via www.mediasulsel.com

Advertisement

Seperti dilansir Media Sulsel, Hadasari datang ke kantor pemerintahan tersebut untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk. Ketika diminta surat pengantar RT/RW oleh staf bersangkutan, bukannya menunjukkan surat tersebut, dirinya justru mulai berlagak aneh dan berkata ingin langsung bertemu atasan mereka. Sejurus kemudian, ia malah membuat pengakuan palsu yakni sebagai nabi ke-26 yang sontak membuat seluruh staf yang ada di lokasi terheran-heran.

Hadasari malah menunjukkan sebuah buku yang ia sebut sebagai kitab ketika diminta bukti jika dirinya benar-benar nabi

Isi “kitab” Hadasari via sketsanews.com

Saat diinterogasi, para staf kantor itu juga meminta bukti jika Hadasari benar-benar Nabi. Lalu dirinya mengeluarkan sebuah buku yang ia sebut sebagai kitab. Lucunya, kitab tersebut berisi fotokopian pesan-pesan keselamatan dunia akhirat yang ditulis tangan. Bahkan beberapa kalimat malah tidak jelas maksudnya. Ada juga foto-foto dirinya yang terlihat sedang berdakwah. Hadasari juga sempat diminta membaca dua kalimat syahadat, tapi yang terdengar justru tak seperti lazimnya kalimat syahadat.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ternyata Hadasari positif mengidap gangguan jiwa. Hal ini juga dibenarkan keluarga dan tetangganya

Dikunjungi tokoh masyarakat setempat via news.rakyatku.com

Pemerintah kecamatan setempat ternyata tidak tinggal diam. Ketua LPM Kecamatan Manggala bersama Anggota BKM Manggala Muhammad Yusuf, Petugas Dinsos, staf Kelurahan Biring Romang, dan tokoh pemuda dari Kelurahan Bangkala langsung mengunjungi kediaman Hadasari. Menurut tetangganya, Hadasari memang mengalami gangguan jiwa sudah sejak lama. Tepatnya saat ia kalah dalam sengketa tanah beberapa tahun lalu. Setelah mendapat kepastian tersebut, sejumlah tokoh masyarakat lewat arahan Lurah, sepakat mengevakuasi Hadasari untuk kemudian mendapat perawatan intensif di rumah sakit jiwa.

Ternyata pada 2015 lalu, Hadasari sudah pernah diberitakan media karena pengakuan yang serupa

Pernyataannya yang beredar 2 tahun silam via www.revublik.com

Kejadian serupa nampaknya sudah pernah terjadi lho tepatnya pada 2015 lalu. Hadasari juga mengaku dirinya Nabi dengan mengunjungi beberapa kampus di Makassar. Saat itu beredar juga secarik kertas berisikan pernyataan yang kabarnya ditulis langsung oleh Hadasari. Pernyataan itu berisi kondisi bumi yang sekarang sudah berantakan akibat perilaku manusia. Maka dari itu ia diutus menjalankan tugas untuk menyempurnakan dunia dan isinya. Ia juga menuliskan bahwa pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ia menyertakan alamat dan nomor handphone. Di akhir surat, terdapat tanggal dibuatnya pernyataan tersebut yakni tanggal 26 Februari 2013 silam, dengan penanggung jawab “Nabi Hadasari”.

Kejadian yang termasuk fenomena akhir zaman ini, bukan baru pertama kalinya muncul di Indonesia. Kebanyakan mereka yang mengaku nabi berdalih mendapat wahyu dan perintah langsung dari Allah. Pada 2016 lalu, seorang pria bernama Jari mengaku bahwa dirinya adalah Nabi Isa. Bahkan ia sampai punya banyak pengikut. Kemampuan menafsirkan ayat Al-Quran, bisa melihat Jibril dan berkomunikasi langsung dengan Allah, menjadi segelintir alasan kenapa para pengikutnya memilih percaya dengan Jari.

Duh, miris ya 🙁

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya