Sebagai salah satu hal pokok dalam hidup, industri makanan adalah sebuah bisnis yang selalu menguntungkan. Bayangkan betapa kaya pemilik McDonald dan KFC yang punya cabang di seluruh dunia. Tidak perlu franchise internasional deh, rumah makan nasi padang saja pasti punya pasaran hampir di seluruh pelosok Indonesia. Asalkan bisa membangun reputasi brand dengan baik, jualan makanan jenis apapun bisa laris manis.

Kalau di Indonesia lagi marak tren organic atau health food macam muesli, sebenarnya ada pergerakan tren makanan global yang menarik lho. Meski islamophobia atau sentimen negatif terhadap agama islam sedang meningkat, menariknya pada saat yang sama makanan halal juga makin populer? Lho kok bisa ya? Agamanya dipandang negatif, tapi makananya malah semakin dicari. Justru bukan di negara-negara muslim, ternyata industri makanan halal sedang berkembang pesat di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat lho.

Secara umum, kaum millennial memang lebih pilih-pilih masalah makanan. Tak mau merusak lingkungan atau bertindak semaunya terhadap hewan, kalangan non-muslim juga jadi tertarik pada makanan halal

Tata cara perlakuan hewan sebelum disembelih dalam Islam, dipandang positif oleh millennial via newsok.com

Harus diakui bahwa Islam memiliki banyak sekali aturan. Setiap aspek kehidupan ada aturannya dalam Islam. Tak terkecuali dalam hal menangani hewan sembelihan. Ada tata cara khusus yang harus ditaati sebelum menyembelih hewan agar hasil sembelihannya tetap halal dan bisa dikonsumsi oleh umat Islam. Seperti hewan yang harus diperlakukan dengan baik sebelum disembelih hingga alat yang digunakan harus benar-benar tajam.

Nah aturan yang seakan memanusiakan hewan yang akan dia konsumsi tersebut ternyata jadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat millennial zaman sekarang. Terutama bagi mereka yang menganut paham naturalis. Kalau harus memilih, jelas perlakuan muslim terhadap binatang jauh lebih baik daripada perlakuan produsen makanan skala besar yang biasanya memotong hewan secara massal.

Belum lagi jika bicara soal kebersihan. Dalam Islam, syarat halal adalah menjaga kebersihan dan kesehatan makanannya

Advertisement

Salah satu cara syarat halal adalah kebersihannya via www.italian-feelings.com

Islam pun menjunjung tinggi perkara kebersihan. Bahkan hampir dalam setiap kitab yang mengajarkan soal fiqih (tata cara hukum dalam Islam), perkara soal kebersihan selalu dibahas di bab pertama. Nah segala aturan soal kebersihan tersebut juga nyatanya diterapkan dalam masakan.

Karena perkara kebersihan itu termasuk syarat utama halal, tentunya kebersihan makanan dan cara pengolahannya sangat dijaga. Nah ini juga jadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat secara umum. Siapa sih yang nggak tertarik makan di tempat yang perkara kebersihannya sudah terjamin?

Bahkan di negara yang doyan makanan aneh-aneh seperti Jepang, masakan halal berkembang pesat loh. Ini dipandang sebagai peluan bisnis yang besar!

Bahkan ada sertifikat halal-nya via www.thenational.ae

Seperti yang kamu tahu, orang-orang Jepang terhitung punya selera yang aneh. Cek deh dari rasa Kit-Kat yang dijual khusus di sana. Camilan coklat yang seharusnya standar itu disulap dan diubah jadi memiliki rasa aneh. Nah Lucunya masakan halal juga diterima dan makin populer di Jepang.

Sebagai bukti, sekarang kamu bisa menemukan restoran yang menjual menu halal dengan cukup mudah di Jepang sana. Dilansir dari The National, tahun 2016 kemarin saja sudah ada sekitar 500 restoran dan 100 hotel yang menyediakan menu halal. Hal ini dikarenakan Jepang tengah serius ingin menarik minat wisatawan muslim. Dengan terus bertambahnya jumlah muslim di Jepang, tentunya potensi pariwisata muslim juga terbuka lebar. Nah cara terbaik membuat nyaman wisatawan muslim adalah dengan makanan.

Uniknya, sentimen “Anti-Islam” di Amerika justru membuat banyak orang penasaran. Salah satu cara mengenal Islam adalah lewat makanannya

Antriannya panjang… via heatst.com

Kasus unik pun terjadi di Amerika sana. Kamu tahu lah bagaimana presiden Donald Trump melihat muslim. Aturan “Mulim ban” jadi bukti betapa Trump tampaknya sangat tidak menyukai muslim. Namun justru di Amerika sana makanan halal tengah jadi tren. Berbagai macam orang di Amerika mulai beralih ke makanan halal dengan alasannya masing-masing. Sebagai bukti, menurut laporan Bloomberg jumlah restoran halal di Amerika terus meningkat tiap tahunnya.

Mungkin yang mendorong warga Amerika untuk mencoba masakan halal adalah rasa penasarannya. Dengan mencoba masakan halal ala muslim, diharapkan banyak warga Amerika jadi lebih paham soal Islam. Tidak seperti penggambaran media dimana nama Islam sepertinya tidak bisa dilepaskan dengan terorisme, makanan bisa jadi sarana lain untuk mengenalkan Islam dan budayanya secara lebih positif. Semoga seiring makin populernya makanan halal, semakin positif juga image Islam secara keseluruhan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya