Bagi saya yang menasbihkan diri jadi budak korporat dan hampir nggak pernah bisa menyisakan gaji di akhir bulan, hidup di tanggal tua seperti sekarang rasanya sama aja seperti hidup di tengah gurun sahara. Tanpa oase atau pendamping hidup (halah). Nah spesial bulan ini, ternyata kekhawatiran nggak sampai situ saja. Kabar soal operasional ribuan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) off pada weekend kemarin, sukses bikin saya dan hampir semua teman kantor panik. Gimana nggak? Kalaupun hari ‘kemenangan’ (baca: gajian) tiba, ‘kan tetap aja kami terancam nggak bisa menarik uangnya.

Katanya, gangguan ini disebabkan oleh adanya sedikit trouble yaitu pergeseran antena di satelit Telkom-1. Akibatnya ribuan ATM baik BCA, Mandiri, atau bank lain, yang belum beralih ke GSM ikut terkena dampaknya. Tapi setelah ulik sana ulik sini, kabarnya hanya ATM di daerah terpencil aja sih yang alami gangguan. Pihak Telkom juga sudah menggelar konferensi pers terkait isu ini. Alex J. Sinaga selaku Direktur Utama Telkom, mengatakan kalau sejak laporan gangguan kemarin diterima, pihaknya langsung melakukan migrasi transponder dari satelit Telkom-1 ke satelit Telkom lain (Telkom-2 dan 3S).

Walaupun antena satelit hanya bergeser sedikit, tapi ternyata itu bisa bikin penduduk bumi ketar-ketir. Padahal sekarang sudah banyak aspek kehidupan manusia yang bergantung dengan kerja satelit-satelit di luar angkasa sana. Dari pengendalian jaringan informasi sampai sistem perkiraan cuaca ekstrem, semua ada ‘di atas’ sana. Ini baru beberapa ribu ATM saja yang offline, kebayang nggak sih kalau kerusakan satelit lebih parah terjadi?! Simak deh ulasan Hipwee News & Feature ini!

Tanpa disadari, hampir setiap lini kehidupan manusia sekarang bergantung pada satelit, termasuk proses komunikasi. Buat yang suka bingung kalau baterai HP tinggal 10%, siap-siap aja depresi kalau satelit terganggu

Kemudahan sistem komunikasi yang kita kenal sekarang, bakal terganggu total via www.businessinsider.com

Kadang kita sebagai korban media sosial, nggak scroll timeline 10 menit aja gelisahnya udah ngalah-ngalahin nunggu prosesi akad ya. Padahal kalau satelit si atas sana bermasalah, boro-boro update story di Instagram, sms atau telepon saja nggak bisa lho, wahai netizen yang budiman. Alat-alat komunikasi yang kita agung-agungkan, mulai dari telepon rumah, radio, televisi, komputer, atau ponsel akan tamat riwayatnya tanpa satelit. Meskipun satelit sebenarnya bukan satu-satunya yang diandalkan untuk berkomunikasi, melainkan masih ada jaringan bawah laut atau berbasis darat, tapi terjadinya anomali satelit komunikasi tetap saja akan memporak-porandakan banyak saluran telekomunikasi yang jelas-jelas berguna buat interaksi antar manusia.

Nggak cuma itu, kamu akan kesulitan mencari lokasi di GPS karena memang GPS nggak bisa lagi berfungsi. Nah lho, balik lagi ke Atlas dong ya?

Advertisement

Buku peta dijamin akan laku lagi via www.poderpda.com

Adanya Global Positioning System (GPS) memang memudahkan kita untuk mencari lokasi bahkan di belahan dunia paling ujung pun. Tapi tanpa satelit, semua kemudahan itu tinggallah kenangan. GPS sendiri lebih krusial dari sekedar bantu kamu cari rumah gebetan. GPS di dunia penerbangan berguna untuk melacak pesawat, menghubungkannya dengan pusat kendali, memungkinkan pilot menggunakan auto-pilot, dan banyak lainnya. Di dunia pelayaran juga sama. GPS memandu kapal-kapal agar nggak saling tabrak. Tanpa GPS kapal-kapal di kutub utara nggak bisa kembali ke rumah, mereka akan terisolasi di tempat yang sangat jauh karena nggak bisa dilacak. Seram ‘kan?!

Sistem komunikasi militer ikut terganggu. Para angkatan baik darat, laut, maupun udara sama saja seperti ‘buta arah’

Saat peperangan pun mereka juga akan alami kesulitan via www.publicintegrity.org

Angkatan militer tanpa satelit ini kalau dianalogikan ibarat warnet tanpa koneksi, nirfaedah guys. Ya gimana nggak, setiap militer baik darat, laut, udara, sampai agen rahasia pun memanfaatkan satelit untuk kepentingan pekerjaan mereka. Kalau kalian suka menonton film-film action dimana tokoh utamanya bekerja sebagai agen CIA atau FBI, mereka pasti begitu mudah melacak sesuatu. Cuma perlu menarikan jari-jari di atas keyboard komputer, berbagai data musuh seperti profil, nomor kartu kredit, lokasi keberadaan, sampai biodata mantannya bisa dengan mudah ditemukan. Itu semua bukan cuma rekayasa imajinasi sang sutradara kok, melainkan benar bisa dilakukan di kehidupan nyata. Kuncinya ya ada di satelit tadi.

Para pekerja di BMKG agaknya harus pensiun sementara kalau satelit banyak alami gangguan. Ya gimana, cuma dengan satelit mereka bisa prediksi musim dan cuaca

Jadi ‘buta’ cuaca. Nggak bisa bersiap-siap juga kalau ada cuaca ekstrem, padahal sekarang sering via iotworm.com

Sama halnya dengan angkatan militer yang nggak bisa bekerja maksimal tanpa satelit komunikasi. Begitupun yang akan dirasakan para pekerja di BMKG. Mereka nggak bisa memprediksi musim atau cuaca yang akan datang di suatu daerah. Kita sebagai masyarakat awam juga akan dirugikan dengan kondisi ini. Contoh aja para petani atau peternak di berbagai daerah, yang harus susah mengira-ngira besok hujan atau panas, lembab atau kering, sampai harus galau dulu memikirkan keberlangsungan budidayanya.

Hal yang sama juga akan dirasakan penduduk-penduduk di negara 4 musim. Di sana, ramalan cuaca adalah hal pertama yang dipantau setiap bangun pagi. Karena cuaca akan sangat menentukan mau berpakaian apa mereka hari itu. Bayangin aja kalau nggak ada satelit, bakal banyak yang saltum (salah kostum) pasti..

Tuh, ternyata satelit cukup krusial posisinya bagi kehidupan manusia ya. Bahkan kegiatan sesimpel kirim email nggak akan bisa dilakukan kalau satelit di luar angkasa sana bermasalah. Sebagai pekerja, perkara satelit ini jelas nggak main-main sih.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya