Tak hanya panggung hiburan yang sering jadi sorotan publik, tapi juga panggung politik tanah air. Kali ini perhatian netizen jatuh pada lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Beberapa hari belakangan ini, unggahan-unggahan di akun resmi Instagram DPR dengan gamblang menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagai masyarakat biasa, kita hanya bisa merasa prihatin dan tak berdaya ketika lembaga-lembaga di dalam pemerintahan justru sibuk bertikai sendiri.

Jika dikaitkan dengan kasus korupsi, memang belum lama ini Ketua DPR Setya Novanto resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Ia diduga berperan dalan penganggaran dan pengadaan barang dan jasa dalam proyek tersebut. Kabarnya negara merugi sebesar Rp2,3 Triliun karena kasus ini. Setya dijerat Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Selain Setya Novanto, masih ada beberapa politisi senayan yang harus berurusan dengan hukum karena kasus korupsi

Setya Novanto via www.cnnindonesia.com

Anggota DPR dinilai cukup sering terlibat korupsi. Sebelum Setya Novanto, tercatat beberapa nama anggota DPR yang ditetapkan tersangka oleh KPK, di antaranya I Putu Sudiartana, Andi Taufan Tiro, dan Budi Supriyanto. Ketiganya menerima status tersangka di tahun yang sama, 2016. Putu diseret KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan sangkaan menerima suap dari rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumetera Barat. Andi Taufan dan Budi Supriyanto sama-sama terjerat kasus dugaan suap yang diterima dari PT. Windu Tunggal Utama (WTU) untuk mendorong Komisi V DPR meloloskan usulan proyek rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Tepat setelah ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka, akun instagram DPR RI mengunggah beberapa foto yang seolah menyindir KPK

Unggahan DPR di instagram via batam.tribunnews.com

Advertisement

Terhitung ada 5 foto yang diunggah DPR melalui akun resmi instagramnya (@dpr_ri), yang terlihat menyindir KPK. Foto pertama diunggah 18 Juli, bertuliskan “Pansus Angket Akan Terus Bersuara”. Seperti diketahui DPR memiliki hak angket untuk menjalankan penyelidikan terhadap pelaksanaan UU dan/atau kebijakan pemerintah, termasuk di dalamnya KPK. Panitia Khusus (Pansus) dibentuk untuk menjalankan hak angket ini. Unggahan kedua berjudul “Tidak Hanya DPR Yang Ingin Berbenah”, diunggah di hari yang sama. Yang ketiga, “KPK Takuti Pansus Angket Berlebihan”, juga diunggah tanggal 18.

Namun ada dua unggahan lain yang dinilai lebih menohok dan diunggah pada Rabu, 19 Juli kemarin. Pertama dengan kutipan “Mega Korupsi KPK Diam saja”. Mega korupsi yang dimaksud adalah atas hasil indikasi BPK soal korupsi di Pelindo II dengan kerugian sekitar Rp4,08 triliun. Unggahan kedua bertuliskan “KPK Kerjanya Nguping” yang diikuti dengan caption:

Kerja KPK hampir semua bergantung pada alat sadap, kemudian ditindaklanjuti OTT, maka sudah pasti yang didapat nilainya kecil, coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih dengan mendasarkan pada hasil audit BPK, pasti (korupsi) yang dibongkar nilainya ratusan milyar bahkan triliunan.

Bicara soal alat sadap KPK, ini lho kegunaannya. Katanya sih fungsinya sangat canggih

Alat sadap via sp.beritasatu.com

Alat sadap milik KPK diklaim sebagai alat paling canggih. Harganya saja ada yang mencapai Rp5 miliar. Teknik penyadapannya akan menyadap telepon seluler yang kemudian ditampilkan di sistem KPK. Penyadapan telepon kabel seluler dapat dilakukan dengan memonitor perbincangan di nomor telepon tertentu melalui sentral operator. Bisa juga mendengarkan pembicaraan telepon dari jarak dekat yang dilakukan dengan memasang alat perekam di dekat narasumber. Hasil rekaman kemudian dikirim lewat sinyal telepon seluler.

Warganet tidak tinggal diam. Mereka meramaikan unggahan DPR tersebut di kolom komentar. Hingga detik ini sudah 4800-an komentar dilontarkan


Warganet menilai unggahan-unggahan DPR tersebut ada hubungannya dengan ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. DPR dianggap takut akan ada tersangka-tersangka lainnya yang terusut KPK. Begini beberapa reaksi warganet:

Jiah DPR kerjanya cuma nyinyirin pemerintah, tapi kerjanya GA ada yg beres. Sama bisanya korup doang – @indapurwoto

Kayanya DPR cemburu ama KPK karena banyak rakyat yang dukung KPK – @kareljefferson

Nguping Vs Ngutil… Wkwkkw… Nguping buat nangkep koruptor va Ngutil uang rakyat – @ricogautama

Kalo bersih, kenapa takut :v – @ulfahkhairunnisa28

Ya kalau sewajarnya sih akun resmi yang membawa nama negara seperti milik DPR itu tidak seharusnya digunakan untuk mengujar kebencian ya. Apalagi DPR seharusnya fungsinya mewakili rakyat. Kalian merasa terwakili nggak guys dengan unggahan-unggahan DPR itu?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya