Kembali ke euforia pilkada yang berasa seperti pilpres beberapa bulan yang lalu, warga Jakarta jelas menunggu-nunggu realisasi program rumah DP 0 rupiah dari pasangan pemenang Anies – Sandi. Program ini disambut dengan luar biasa karena dianggap pro-rakyat kecil dan bisa mengatasi kesenjangan ekonomi rakyat di ibukota. Netizen juga semakin optimis karena belum lama ini Jokowi meresmikan perumahan di Cikarang dan Tangerang Selatan, yang uang mukanya 1 persen. Berarti program rumah DP 0 rupiah bisa segera diwujudkan dong ya?

Namun sepertinya kita harus berhenti berharap banyak. Sebab baru saja Sandiaga Uno memberikan bocoran tentang persyaratan untuk bisa ikut program ini. Dilansir dari Kompas, Sandi menyatakan bahwa program rumah DP 0 rupiah itu hanya untuk warga yang sudah jelas-jelas bisa mencicil, alias yang gajinya 7 juta rupiah ke atas. Bahkan katanya yang gajinya 7 juta rupiah pun belum tentu bisa ikutan beli rumah Dp 0 rupiah. Kontan netizen langsung heboh. Lho Pak, jadi nasib yang penghasilannya masih Rp4 jutaan bagaimana?

Pernyataan Sandiaga Uno ini lumayan mengejutkan. Soalnya sedikit berbeda dengan keterangan masa kampanye

Pak, kok beda Pak?

Kamu merasa pernyataan Sandiaga Uno aneh? Yah, kamu tidak sendirian. Ibarat sudah lama menunggu film yang digadang-gadang bakal box office, nyatanya hasilnya kurang memuaskan. Antiklimaks. Pasalnya, banyak yang menilai bocoran dari Sandiaga ini berbeda dengan janji-janji di masa kampanye. Dulu dikatakan bahwa program rumah DP 0 rupiah ini diperuntukan bagi kelas menengah ke bawah. Anak millennial yang gajinya masih pas-pasan, pun berharap bisa ikut mencicil rumah tanpa harus menunggu jadi manajer dulu.

Tapi kalau batas minimal gajinya 7 juta rupiah, kayaknya golongan menengah ke bawah yang gaji-gajinya mepet UMR, jelas tidak bisa ikut. Wajar kalau bocoran ini dianggap membuat patah hati kita semua.

Sebenarnya sejak awal program ini sudah banyak disangsikan. Bahkan gubernur BI sampai turun tangan mengingatkan Anies-Sandi saat masih gencar kampanye

Advertisement

Sejak dulu sering diperdebatkan via fotohumor.net

Kalau kita flashback ke masa pilkada DKI dulu, program ini sebenarnya memang penuh pro dan kontra. Banyak yang menyambutnya dengan sukacita, tapi banyak juga yang menganggap hal itu mustahil dan hanya menjadi gimmick masa kampanye saja. Tak hanya itu Gubernur BI, Agus Martowardojo sampi memberikan keterangan bahwa KPR DP 0 persen atau 0 rupiah itu sebaiknya tidak dilakukan karena menyalahi aturan. Namun Anies dan Sandi membantah dengan menyebut bahwa program ini dimungkinkan karena sifatnya hanya bantuan pembiayaan pembelian, bukan pembangunan rumah baru.

Berbagai respon bermunculan. Kalau program ini memang untuk rakyat miskin, masa iya gaji Rp7 juta sebulan itu termasuk kategori miskin?

Seperti yang sudah dibayangkan, netizen langsung ramai. Banyak yang merasa program ini melenceng dari skema masa kampanye. Tidak sedikit yang merasa tertipu. Namun banyak juga yang tetap mendukung program DP 0 rupiah Anies – Sandi ini. Yah, mau gimana juga, gaji Rp7 juta memang tinggi sih. Sementara masih banyak netizen yang gajinya jauh dibawah Rp7 juta. Padahal inisiasi program ini telanjur dianggap angin sebar dan jalan keluar untuk yang ingin beli rumah tapi gaji belum besar. Ditambah lagi program ini yang dulu ditujukan masyarakat miskin, masa iya gaji Rp7 juta itu tergolong miskin?

Karena progam rumah DP 0 rupiah ternyata untuk mereka yang lebih mampu, kamu yang tidak masuk kriteria memang harus lebih rajin menabung

Nabung ajalah

Memang aturan resmi belum keluar. Tapi ada baiknya kita yang gajinya masih dibawah Rp7 juta tidak terlalu berharap bisa dapat rumah Rp350 juta di tengah kota Jakarta dengan DP 0 rupiah. Sebagai gantinya, kamu bisa mulai mencari-cari program KPR alternatif yang sesuai dengan pendapatan saja.

Atau bila kamu pegawai negeri dan sudah begitu ingin punya rumah sendiri, mungkin kamu bisa pinjam uang ke Bank dulu dan dibayar dengan pengabdian sehari-hari. Kalau sudah punya tabungan, mungkin kamu bisa memilih Rumah DP 1 persen Jokowi, yang meski jauh di Cikarang tapi bisa diajukan oleh kamu yang gajinya Rp4 jutaan. Kalau belum punya tabungan, yuk dompetnya diketatkan. Meski sekarang masih sulit, yakinlah suatu hari nanti pasti bisa beli rumah sendiri.

Bicara soal politik memang seringnya di luar ekspektasi. Janji-janji manis politisi yang tidak ditepati bukan topik baru. Memang kita harus tetap optimis, dengan begitu semangat untuk berpartisipasi dalam politik tetap ada. Toh, tanpa dukungan dari kita perubahan itu juga tidak pernah ada β€˜kan? Namun karena ini politik, jangan terlalu sakit lah hati bila janji hanya sekadar janji.

Sandiaga Uno menolak saat disebut program ini sudah melenceng dari skema saat masa kampanye. Alias sejak dulu memang seperti itu aturannya. Nah, kalau menurutmu bagaimana, guys?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya