Sejak beberapa hari yang lalu, warganet dibuat heboh karena viralnya sebuah video yang menampilkan tindakan bullying. Tindakan bullying ini kemudian diketahui terjadi di Universitas Gunadarma. Dalam video yang sempat diunggah akun Instagram @thenewbikingregetan, korban bullying berinisial MF terlihat sedang dirundung oleh 3 orang mahasiswa.

Tindakan bullying terhadap MF ini benar-benar disayangkan oleh warganet. Apalagi saat diketahui kalau MF ternyata merupakan anak berkebutuhan khusus. Kejadian bullying memang masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Seringkali si pelaku bullying, atau yang dikenal dengan istilah bully, ini enggak sadar kalau tindakannya itu ternyata memberikan dampak negatif ke korbannya. Tindakan yang dilihat sebagai bentuk ‘kejahilan’ semata oleh si bully ternyata sudah kebablasan dan masuk ke dalam kategori bullying.

Terus apa dong yang membedakan antara bullying dengan tindakan ‘jahil’ ke teman?

Kalau ‘jahil’mu itu dilakukan ke orang yang less-powered, artinya kamu melakukan bullying dan ini biasanya dilakukan berulang-ulang. Jadi, lebih berhati-hatilah dengan bercandaanmu!

Bullying biasanya dilakukan oleh orang yang merasa dirinya lebih kuat. via jateng.tribunnews.com

Power atau kekuatan di sini bisa berupa banyak hal. Mulai dari usia yang lebih tua, tubuh yang lebih besar, fisik yang lebih kuat, atau kedudukan sosial yang lebih tinggi. Intinya, bullying melibatkan si bully yang punya kekuatan lebih besar dibandingkan targetnya. Bedanya kekuatan yang dimiliki ini kemudian yang membuat korban bullying enggak bisa melawan, bahkan melindungi diri sendiri. Wah, terus kita enggak boleh ngerjain adik kita yang notabenenya lebih muda dari kita dong? Padahal kan niatnya hanya iseng dan biasa dilakukan sama kakak-beradik.

Advertisement

Nah, selain adanya perbedaan kekuatan antara si bully dan korbannya, bullying ditandai dengan tindakan yang dilakukan berulang-ulang. Tindakan berulang ini juga dilakukan secara sadar dengan tujuan ingin menyakiti targetnya. Wah, berarti mengerjai adik sendiri itu enggak termasuk bullying ya, asalkan enggak memenuhi kriteria bullying yang dijelaskan sebelumnya.

Viralnya tindakan bullying terhadap MF ini mungkin bikin kita penasaran, apa sih asyiknya nge-bully orang lain? Ternyata ada penjelasan psikologisnya loh

Sedihnya, ada manfaat yang didapatkan oleh pelaku bullying 🙁 via affinitymagazine.us

Walaupun menyedihkan, tapi faktanya ada dampak positif yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan tindakan bullying, baik dampak positif personal maupun sosial. Masih berkaitan dengan persoalan kekuatan yang sudah dibahas sebelumnya, tindakan bullying ternyata memberikan manfaat buat pelakunya lho! Karena bully mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan korbannya, mereka jadi mempunyai kontrol yang lebih besar juga. Tingkat kontrol yang besar ini membuat para bullies di luar sana mempunyai tingkat stress yang rendah. Pantas saja tindakan bullying seringkali dikaitkan dengan cara melepaskan stress!

Selain memiliki dampak positif terhadap kesehatan, tindakan bullying juga mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya dalam beberapa kasus. Dukungan ini yang membuat si bully mendapatkan posisi tinggi di lingkungannya. Terdapat juga penelitian yang mengungkapkan kalau tindakan bullying yang dilakukan anak sekolah memiliki kaitan yang erat dengan sifat keren. Waduh, gawat juga kalau begini 🙁

Kasus MF menjadi pengingat kita untuk berbuat baik sama siapa pun. And that bullying is definitely not cool.

Stop bullying! via hutchinsonbear.com

Banyaknya dampak positif yang diberikan terhadap pelaku bullying tetap enggak bisa dijadikan alasan untuk berbuat jahat ke orang lain. Lah iya kamu dapat manfaat dengan nge-bully, tapi kenapa orang lain yang harus dirugikan? MF, yang menjadi korban bullying dalam video tersebut, merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang kuliah di kampus tersebut. Secara sekilas, MF memang less-powered dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Di video tersebut, nampak salah satu kawan satu jurusannya menahan MF dengan memegang tas ranselnya dan 2 orang lainnya menghalangi MF dari depan. Karena menahan rasa kesal yang mungkin sudah enggak tertahankan, MF pun akhirnya melempar tong sampah ke arah para bully tersebut. Bayangkan saja betapa sedih dan tertekannya MF diperlakukan kayak gitu di depan umum :(. Mungkin aksi melempar tong sampah tersebut dia lakukan karena MF enggak sanggup mengungkapkan berbagai emosi negatif yang ia pendam. Tindakan bullying terhadap MF ini bisa menjadi pengingat kita agar kita menjaga sikap kita kepada orang lain. Enggak semua orang menganggap bercandaanmu sebagai bentuk ‘kejahilan’ semata. Yuk, lebih aware sama diri sendiri dan lingkungan tempat kamu berada. Banyak cara lebih baik untuk bercanda. Banyak juga cara lebih baik untuk menunjukkan kelebihan diri, and bullying is not the way to do that!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya