Program wajib belajar yang awalnya enam tahun, sejak tahun 2016 kemarin sudah ditingkatkan jadi duabelas tahun. Ujian nasional sekarang juga sudah berbasis komputer. Meski dalam pelaksanaannya masih banyak masalah dan diliputi kontroversi, wajah pendidikan Indonesia memang telah banyak berubah paling tidak di permukaan. Nah diantara semua polemik dalam dunia pendidikan Indonesia, ada satu nih yang sepertinya tidak pernah berubah. Seragam.

Seragam sekolah di Indonesia itu ya dari dulu begitu-begitu saja. Terkesan sepele memang, tapi apakah kamu tahu alasan di balik pemilihan warna seragam untuk tiap tingkatan pendidikan yang berbeda-beda? Sejak kapan juga semua sekolah di Indonesia mewajibkan seragam-seragam ini? Selama ini kita mungkin asal pakai saja, tapi sebenarnya sejarah seragam ini cukup panjang lho. Buat yang penasaran, simak deh ulasan Hipwee News & Feature ini.

Ketetapan siswa wajib menggunakan seragam sekolah dengan warna berbeda di masing-masing tingkatan ini diedarkan sejak tahun 1982

Seragam sekolah di Indonesia via www.vebma.com

Kamu harus tahu kalau seragam sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Para pelajar udah diwajibkan menggunakan seragam sejak zaman penjajahan Jepang. Penjajah yang memang terkenal disiplin ini mewajibkan para pelajar untuk mengenakan seragam meskipun pada saat itu belum ditetapkan warna masing-masing tingkatannya.

Warna seragam yang berbeda di masing-masing tingkatan pendidikan ini mulai diberlakukan sejak zaman pemerintahan Soeharto, tepatnya pada tahun 1982. Melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 52 tanggal 17 Maret 1982, pemerintah resmi menetapkan penggunaan seragam sekolah, termasuk warna yang digunakan. Orang yang berada di balik penetapan ini adalah Idik Sulaeman yang menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kesiswaan di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada masa periode 1979-1983. Ternyata beliau juga merupakan sosok di balik lambang OSIS dan Paskibraka lho.

Warna seragam ini nggak cuma asal pilih lho, tapi ada makna yang tersirat di setiap jenjang pendidikannya

Advertisement

Seragam putih merah via www.instagram.com

Kira-kira pernah terpikirkan nggak sih, kenapa SD harus putih-merah, lalu SMP harus putih-biru tua, dan SMA harus putih-abu? Kenapa nggak warna lain aja? ‘Kan masih banyak warna yang lebih bagus, seperti pink, hijau, atau ungu? Nah, pemilihan warna seragam untuk masing-masing jenjang pendidikan ini nggak asal-asalan lho guys. Masing-masing warna memiliki makna yang tersirat di baliknya.

Sebagaimana dilansir CNN, seragam SD dipilih warna atasan putih dan bawahan merah karena memiliki arti energi dan semangat yang tinggi. Pas banget buat anak-anak dengan rentang umur segitu, yang mana jiwa mereka menunjukkan keceriaan dan energi yang masih meluap-luap. Warna ini juga diharapkan mampu mendorong mereka untuk rajin belajar

Berbeda dengan seragam sekolah dasar, jenjang pendidikan sekolah menengah pertama memiliki seragam warna putih biru dengan makna yang lebih mendalam

Seragam putih biru via upload.wikimedia.org

Sedangkan untuk tingkat SMP, warna yang dipilih untuk dijadikan seragam adalah atasan putih dengan bawahan biru tua atau dongker. Warna ini dipilih juga karena ada makna di baliknya lho. Warna dongker dipilih karena mencerminkan rasa percaya diri dan mandiri. Para pelajar yang mulai memasuki usia remaja mereka, diharapkan mampu membangun rasa percaya diri mereka sekaligus mulai belajar mandiri.

Dan untuk tingkat sekolah menengah atas, seragam dengan warna putih-abu menjadi pilihan untuk menunjukkan kedewasaan

Seragam putih abu via cdn.brilio.net

Nah, untuk siswa yang mengenyam pendidikan di jenjang SMA, mereka diwajibkan menggunakan seragam dengan atasan putih dan bawahan abu-abu. Sesuai dengan umur mereka, warna abu-abu dipilih karena melambangkan kedewasaan dan ketenangan. Zaman SMA adalah saat dimana mereka mulai mengenal atau mencari jati diri mereka. Ini adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Sehingga, warna abu-abu dipilih untuk menunjukkan para siswa yang semakin dewasa dan tenang ini.

Bukan tanpa sebab, para siswa diharuskan menggunakan seragam seperti ini punya tujuan mulia

Seragam siswa sekolah Indonesia via kebudayaan.kemdikbud.go.id

Apakah penggunaan seragam ini hanya untuk membedakan jenjang pendidikan para pelajar aja? Tentu tidak. Bukan tanpa sebab, para pelajar ini diwajibkan untuk menggunakan seragam karena ingin menciptakan adanya kesetaraan bagi semua pelajar. Adanya seragam ini diharapkan mampu menghilangkan status sosial di antara para pelajar. Sehingga kesenjangan sosial yang keberadaannya nggak dapat dipungkiri bisa ditutupi, minimal selama mereka menimba ilmu di sekolah.

Tapi ternyata di Indonesia, ada pengecualian lho. Khusus di sekolah ini, siswa SD-nya tidak berseragam putih-merah tapi putih-hitam

Seragam SD di Kajang Ammatoa via cdn.brilio.net

Meski penggunaan seragam sekolah berikut dengan warna masing-masing jenjang pendidikannya udah ditetapkan secara nasional, tapi para pelajar di sekolah ini memiliki seragam dengan warna yang berbeda lho. Sekolah Dasar Negeri 351 yang berada di kawasan Adat Ammatoa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba ini tidak menggunakan seragam putih merah melainkan putih hitam.

Sekolah ini ingin menunjukkan ciri khas suku Kajang Ammatoa yang menjunjung tinggi warna hitam. Bagi suku ini, hitam dipercaya sebagai lambang kejujuran yang harus dipatuhi, yang berasal dari nenek moyang mereka, Turiek Akrakna. Sedangkan warna putih melambangkan penerangan. Dengan seizin pemerintah daerah, SD ini akhirnya menetapkan seragam wajibnya putih-hitam.

Kewajiban penggunaan seragam ini memang memiliki tujuan yang baik. Demi kesetaraan bagi semua pelajar sehingga nggak ada status sosial yang nampak. Tapi nyatanya, ada juga kelompok masyarakat yang merasa terbebani dengan biaya seragam. Pasalnya, harga untuk satu stel seragam aja membutuhkan biaya yang lumayan. Belum lagi seragam yang dibutuhkan nggak cuma satu aja. Di banyak negara-negara Barat, sistem seragam ini tidak ada. Disamping tidak ingin membebani siswa, alasannya sih biasanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi. Memakai seragam tiap hari dianggap bisa mengekang ekspresi anak yang memang berbeda-beda.

Waduh, kalau menurut kalian gimana guys?? Lebih suka pakai seragam apa nggak?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya