Apa jadinya jika isu LGBT sudah mulai masuk pada ranah tontonan anak-anak?

Serial kartun Doc McStuffin yang disiarkan melalui saluran TV Disney Junior, mengangkat tema kontroversial ini dalam sebuah episode spesial terbarunya. Plot utama cerita ini sebenarnya fokus menceritakan bagaimana sebuah keluarga mempersiapkan diri menghadapi bencana gempa bumi. Namun keluarga yang ditampilkan jauh dari gambaran tradisional karena terdiri dari dua ibu dan anak-anaknya. Alur cerita memang tidak fokus pada peran dua ibu tersebut sebagai pasangan sesama jenis, namun episode ini menimbulkan banyak perdebatan dan jadi headline di mana-mana.

Doc McStuffin sendiri merupakan salah satu top series dalam saluran TV Disney Junior yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, acara yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 2 hingga 8 tahun ini menduduki urutan ke-3 serial TV yang paling banyak ditonton (1,4 juta orang).

Fakta lain menyebutkan bahwa pengisi suara untuk kedua orang ibu dalam episode yang cukup banyak mendapat sorotan tersebut juga merupakan lesbian di kehidupan nyata, mereka adalah Wanda Sykes and Portia de Rossi. Skyes sangat senang saat mendapatkan perannya ini. Ia berujar;

“With this episode, they see a family that looks like our family. We’re two moms. … it’s going to be very exciting for [my kids] to see our family represented.”  (Dengan episode ini, mereka akan melihat keluarga seperti keluarga kami. Kami adalah dua ibu,… akan sangat menarik melihat bagaimana keluarga kami akan direpresentasikan)

Sebelum episode spesial ini, Disney juga sempat jadi pembicaraan dunia karena berani memasukan adegan LGBT dalam film-film blockbuster-nya

Advertisement

Plot LGBT yang dipertanyakan dalam film ‘Beauty and the Beast’ dan ‘Finding Dory’ via www.hipwee.com

Sebenarnya ini bukan kali pertama Disney terlibat dalam kontroversi LGBT. Sebelumnya ada adegan dan plot cerita dalam film-film populernya yang dinilai pro-LGBT. Film ‘Finding Dory’ disebut-sebut sebagai film Disney pertama yang menggambarkan karakter homoseksual. Meski hanya dikeluarkan secara terselubung dan beberapa detik saja, terlihat pasangan lesbian dengan berbeda gaya rambut ini yang langsung jadi kontroversial di mana-mana. Film Disney yang baru dirilis tahun 2017 ini, ‘Beauty and the Beast’ juga menampilkan karakter Le Fou yang kasmaran dengan karakter sesama jenis yaitu Gaston.

Di kedua kasus di atas, Disney tampaknya tidak secara gamblang mengakui ada atau tidaknya agenda pro-LGBT. Disney biasanya hanya ingin mengembalikan kembali ke penonton dan interpretasi masing-masing. Namun dalam episode spesial Doc McStuffin ini, Disney bisa dibilang lebih berani menunjukkan agenda pro-LGBT. Langkah berani Disney ini tentu saja mengundang perdebatan besar. Di bumi bagian barat, secara umum, langkah Disney diapresiasi banyak kalangan karena dianggap sebagai kemajuan positif dalam mengakui dan menghargai kalangan LGBT. Dalam konteks negara-negara progresif itu saja, masih ada kalangan yang menilai tindakan ini terlalu berani karena acaranya ditujukan untuk anak-anak yang masih terlalu muda.

Bahkan sudah ada petisi untuk memboikot kartun kontroversial ini, mungkin memang terlalu berani ya

Meski ada petisi ini, episode ini sudah tayang tanggal 6 Agustus ini via lifepetitions.com

Walaupun mungkin banyak orang di Amerika Serikat atau Eropa yang menganggap langkah Disney ini positif, realitanya jelas jauh di berbagai tempat lain di dunia. Termasuk di Indonesia. Apalagi konten Disney yang memang berorientasi ke anak-anak dan keluarga. Penggambaran keluarga yang jauh dari konsep tradisional, jelas sulit diterima di Indonesia. Bahkan sebenarnya sudah ada petisi internasional untuk memboikotnya, tapi episode spesial Doc McStuffin ini tetap bisa tayang.

Ya zaman sekarang memang harus ekstra hati-hati guys. Seringkali kita nggak punya kuasa untuk mengontrol konten media ataupun informasi yang beredar di media sosial, jadi ya cara paling efektif adalah membentengi diri sendiri dan keluarga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya