Memeluk agama, bagi beberapa orang, tidak bisa dilakukan semudah kita. Di Indonesia kita bebas menunjukkan pilihan agama yang kita pilih. Memakai atribut, mengikuti berbagai kegiatan keagamaan bisa dilakukan dengan tenang dan aman. Namun berbeda dengan Susan.

Wanita Muslim yang tinggal di Australia ini mendapat banyak cemoohan di Twitternya sebab ia memilih memakai jilbab, memperkenalkan Islam ke warga Australia, dan berusaha memperjuangkan hak kaum Muslim di Australia. Herannya, Susan memilih menanggapinya dengan respon yang luar biasa. Dia menjadikan setiap hate tweets jadi donasi bagi mereka yang membutuhkannya.

Susan Carland adalah istri dari Waleed Aly, penyiar dan host di Australia. Mereka berdua adalah wajah Muslim modern Australia

The Muslim Brangelina via www.dailymail.co.uk

Susan dan Waleed Aly merupakan gambaran muslim modern Australia. Susan adalah seorang akademisi yang baru saja menyelesaikan PhD nya di Monash University. Sementara Aly adalah host ternama yang membawakan beberapa acara di Australia, mulai dari talkshow, politik, sampai acara olahraga. Karena mereka berdua adalah dua orang yang sering tampil di muka publik dan kebetulan seorang Muslim, Susan dan Aly bahkan sering disebut sebagai “The Muslim Brangelina.”

Akun Twitter @SusanCarland mendapat banyak kecaman karena dianggap terlalu membela Islam. Susan pun jadi korban cyber bullying

Bully yang diterima Susan via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Baik Susan maupun Aly mendapat banyak kecaman, baik dari Muslim Australia maupun Non-Muslim Australia karena sikap vokal mereka. Dari Non-Muslim, Susan dan Aly dikecam karena dianggap terlalu membela Islam. Sementara dari pihak Muslim sendiri Susan dan Aly dianggap tidak bisa mewakili seluruh Muslim Australia. Dampaknya, bisa dilihat di akun Twitter Susan.

Dibilang idiot? Wes biasa… via www.dailymail.co.uk

Ungkapan “idiot”, “terbelakang”, sampai “otak isi belatung” datang pada Susan. Ada tweet yang berkata bahwa Susan sudah terkena cuci otak selepas masuk Islam sehingga menjadi orang yang memiliki keterbelakangan mental.

Hebatnya, Susan menanggapi semua hate tweets dengan tindakan mulia. Dia menyumbangkan 1 dolar pada UNICEF untuk tiap tweet menyakitkan yang datang

I donate $1 to @UNICEF for each hate-filled tweet I get from trolls. Nearly at $1000 in donations. The needy children thank you, haters! ?

Susan Carland (@SusanCarland) October 21, 2015

Dihajar dan dihakimi oleh orang-orang yang tidak dikenalnya tidak membuat Susan goncang. Malah, pada tanggal 21 Oktober Susan mengumumkan akan mendonasikan 1 dolar untuk setiap hate tweets yang diterimanya untuk anak-anak yang membutuhkan via UNICEF.

Sampai hari ini sudah ada ribuan dolar yang Susan sumbangkan. Yang berarti….ada ribuan orang juga yang mengirimkan hate tweets padanya. Hate tweets yang susan ubah untuk sesuatu yang lebih bermakna.

Salut buat Mbak Susan! Semoga semangatnya berbuat kebaikan menular

Salut Mbak! Semoga kebaikannya menular via www.adelaidenow.com.au

Hmmm coba kalau ini dilakukan di Indonesia ya? Seleb tweet atau seleb yang kena hate tweets gak bikin twitwar dan menanggapi semua dengan kebencian. Tapi malah mendonasikan cacian yang diterima untuk berbuat kebaikan.

Langkah Mbak Susan ini bisa diikuti sebagai contoh yang masuk akal 🙂