“Will you be my bridesmaid?”

Meski tak sebahagia mendapat pertanyaan ‘Will you marry me?’, diminta menjadi bridesmaid dalam pernikahan teman bisa jadi satu kebanggaan sendiri. Itu artinya kamu dilibatkan dalam momen-momen bahagia nan sakral sahabatmu. Memakai gaun yang seragam dan tersenyum bahagia di sekeliling pengantin wanita, menjadi bridesmaid dengan sendirinya jadi momen legitimasi bahwa kamu memang lebih dari teman biasa.

Melihat dari ragam foto yang seru-seruan, menjadi bridesmaid terlihat selalu menyenangkan. Kecantikan dan kemewahan gaun bridesmaid secara nggak langsung juga menunjukkan gengsi keluarga. Tapi di Cina berbeda. Menjadi bridesmaid justru harus menderita. Karena itulah, bila di Indonesia bridesmaid adalah sahabat-sahabat terdekat, di Cina, bridesmaid dijadikan profesi yang bayarannya lumayan tinggi. Kok bisa?

Di masa lampau, peran bridesmaid di Cina malah jauh lebih besar. Tak sekadar peramai suasana, tapi juga pelindung sang pengantin utama

Punya makna sejarah yang lebih via chinadaily.com.cn

Tradisi bridesmaid ini sudah berlangsung sejak lama. Di era kerajaan, fungsi bridesmaid tak sekadar sebagai personal asisstant dan peran figuran di foto-foto pernikahan. Tapi juga sebagai pelindung pengantin wanita yang harus mempertaruhkan nyawa. Di masa feodal dulu rahim pengantin wanita adalah hal yang sangat berharga. Pengantin wanita sering dijadikan target penculikan oleh musuh, rival, dan pemberontak kerajaan. Di sinilah para bridesmaid harus berpura-pura jadi pengantin untuk membingungkan musuh. Karena itulah biasanya baju bridesmaid disesuaikan dengan baju pengantin. Harapannya kalau diculik, yang kena bridesmaid-nya, bukan pengantin aslinya. Wah, berat banget ya?

Seiring perkembangan zaman, fungsi bridesmaid memang berubah. Tapi tugasnya masih berat, salah satunya menggantikan mempelai wanita untuk minum alkohol

Advertisement

Salah satu tugasnya adalah minum alkohol via theidomoment.com

Dalam tradisi pernikahan Cina modern, peran bridesmaid ada banyak. Mulai dari menerima tamu, menjadi pengiring pengantin, membawakan bunga, menjadi figuran berbagai pose foto, hingga menjaga kamar pengantin wanita. Karena masa perang sudah berlalu, fungsi pelindung pengantin dari penculikan hanya menjadi fungsi simbolik saja. Tapi nggak berarti tugas bridesmaid nggak berat lagi. Di Cina, sisa-sisa peran pelindung masih ada, khususnya untuk menggantikan pengantin wanita minum alkohol. Dalam tradisi Cina, pengantin diharuskan bersulang dengan setiap tamu yang datang. Nah, pasti repot kalau pengantinnya teler karena kebanyakan alkohol. Jadilah bridesmaid sebagai korban yang harus menghadapi risiko overdosis alkohol.

Dalam tradisi pernikahan Cina, bridesmaid juga berpotensi mendapat pelecehan seksual dari para groomsmen

Games dalam tradisi pernikahan via www.pinterest.com

Dalam pernikahan Cina, ada banyak games yang dilakukan, salah satunya adalah saat pengantin pria hendak memasuki kamar pengantin. Selain menjadi pelindung dan menggantikan minum alkohol, secara simbolik, bridesmaid juga berperan sebagai perintang bagi pengantin pria dan kawanannya untuk memasuki kamar ini. Meski hanya permainan, banyak bridesmaid di Cina yang mengaku seringkali perlakuan tidak senonoh baik dari groomsmen atau bahkan pengantin pria-nya sendiri. Tahapan ini juga dianggap sebagai simbol dimana para pria ‘diperbolehkan’ menunjukkan ‘kejantanannya’, jadi dipenuhi flirting sampai menyentuh bagian-bagian tubuh bridesmaid. Apalagi ditambah dengan pengaruh alkohol, segala hal yang menjurus pada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual bisa terjadi.

Kekerasan dan kerugian yang dialami bridesmaid ini sudah termasuk pelanggaran kelas berat. Nyatanya, bagi banyak perempuan di Cina, tabu hukumnya membicarakan pengalamannya

Meski sulit dinalar maupun dipercaya, penderitaan bridesmaid Cina ini bukan sekadar cerita bohong. Akhir tahun lalu, seorang bridesmaid di provinsi Hainan tewas setelah bertugas karena dipaksa minum alkohol. Dalam video yang beredar, sang bridesmaid sampai tidak bisa berjalan dan dibawa dengan sebuah kereta makanan. Kasus ini menciptakan kontroversi. Banyak yang berpendapat bahwa pria-pria yang memaksa sang bridesmaid untuk minum harus bertanggung jawab, sementara pihak lain justru menyalahkan korban karena dianggap tidak tahu batas kemampuan minumnya sendiri.

Kasus yang lain terjadi di tahun 2011 dilaporkan oleh seorang bridesmaid yang mengalami pelecehan seksual. Hal itu terjadi saat pengantin pria dan para groomsmen hendak memasuki kamar pengantin. Biasanya, setelah menjawab atau memenuhi rintangan dari bridesmaid, pria-pria ini diperbolehkan masuk ke ruangan sementara para bridesmaid berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu. Salah seorang bridesmaid yang terlambat lari, terkunci di luar dan mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari groomsmen. Kabarnya peristiwa ini berlanjut hingga ke meja hijau. Kepada Chinahush, salah seorang korban mengatakan: “Mereka (pengantin dan groomsmen) tidak memperlakukan kamu sebagai manusia, tapi seperti jalang, yang tidak punya martabat.”

Penderitaan jadi bridesmaid dalam tradisi pernikahan Cina ini membuat banyak orang enggan. Karena itu, di Cina pengantin banyak yang menyewa jasa bridesmaid profesional

Dibayar mahal karena risikonya tinggi via www.centives.net

Derita menjadi bridesmaid ini membuat banyak perempuan malas-malasan saat diundang sahabatnya untuk menjadi pengiring wanita. Ya siapa yang mau diperlakukan seperti itu? Karena itulah, mencari bridesmaid untuk proses pernikahan sulitnya minta ampun. Kebutuhan inilah yang kemudian membuat bridesmaid muncul sebagai profesi.

Bridesmaid profesional masuk sebagai bagian dari paket wedding di banyak perusahaan wedding organizer. Tugasnya pun beragam, mulai dari makeup artist, minum alkohol, sampai mengatasi tamu-tamu yang tidak sopan demi kepentingan pengantin. Karena tingkat kesulitannya berbeda, bayaran untuk bridesmaid profesional ini juga beragam. Mulai dari 200 yuan- 800 yuan atau sekitar Rp360 ribu hingga Rp1,5 juta untuk satu kali nikahan.

Tapi seram juga ya. Meskipun bridesmaid disewa secara profesional, tapi tanpa hukum dan regulasi yang tegas, hal-hal ‘buruk’ dari proses pernikahan itu tetap bisa dilakukan dan membahayakan bridesmaid, bahkan yang profesional pun.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya