Halo anak muda, sudah tahu belum update terbaru dari isu Israel-Palestina?

Tanggal 6-7 Maret lalu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) di Jakarta untuk mendiskusikan isu kemerdekaan Palestina lho. Nggak main-main, KTT ini digelar atas permintaan Palestina sendiri.

Karena KTT-nya digelar di Jakarta, perhatian dunia pun terpusat pada Indonesia. Nah, biar kamu gak cuma sibuk menunggu jodoh dan galau soal materi… yuk simak hal-hal yang bisa menambah pengetahuanmu di bawah ini!

1. Kamu tentu tahu konflik Israel-Palestina yang nggak selesai-selesai itu…

Peta Israel-Palestina via jewishvoiceforpeace.org

Konflik Israel-Palestina memang bukan konflik biasa. Ini nggak hanya soal perebutan tanah — tapi juga tentang ratusan ribu warga Palestina yang terusir atau hidup sangat miskin; tentang masing-masing pihak dalam konflik yang kemudian pecah lagi menjadi beberapa kubu yang berbeda; tentang Amerika yang menjadi teman setia Israel; dan tentang negara-negara lainnya di dunia yang lebih sering diam saja.

Advertisement

Nggak selesai-selesai. Waktu kita yang habis buat nunggu jodoh, nggak ada apa-apanya dibanding lamanya konflik Israel dan Palestina.

Israel berdiri di tahun 1948. Segera setelahnya, negara-negara Arab tidak terima dan segera menyatakan perang. Namun perang ini justru dimenangkan oleh Israel. Setelah menang perang, Israel pun mengambil alih tanah yang tadinya dimiliki atau dijaga oleh negara-negara Arab. Padahal, di atas tanah ini sudah ada ratusan ribu orang Palestina yang hidup dan berkeluarga.

Di tahun 2009, 2010, dan 2014, Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Targetnya sih bukana warga sipil, namun organisasi politik HAMAS. Sayangnya, karena Jalur Gaza sangat sesak penduduk, serangan udara ini juga ikut menewaskan ratusan warga sipil Palestina — bahkan termasuk anak-anak.

2. Di tengah konflik yang terus ada, Palestina berjuang demi eksistensinya. Mereka pun meminta OKI membantu proses kemerdekaan Palestina.

Kepala negara OKI via nation.com.pk

Saat ini, karena isu wilayah, Palestina belum bisa menjadi negara yang sah berdasarkan hukum internasional. Tapi, mereka sudah punya pemerintahan. Pemerintah inilah yang berjuang demi diakuinya negara Palestina oleh dunia. Pemerintah Palestina mengusulkan, wilayah negara Palestina yang berdaulat nanti akan mencakup Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur — wilayah-wilayah yang memang mayoritas dihuni oleh orang Palestina.

Pemerintah Palestina tahu mereka tak bisa berjuang sendiri. Karena itulah, mereka meminta bantuan negara-negara Islam di dunia yang tergabung dalam OKI. Melalui surat diplomatik, OKI kemudian menyanggupi dengan menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa yang khusus membahas isu Palestina.

3. Uniknya, Palestina tidak meminta salah satu negara Arab untuk jadi tuan rumah KTT ini. Yang diminta justru kita, Indonesia

Jokowi dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas via www.thestar.com.my

Status negara-negara Arab sebagai pemilik bahasa dan etnis yang dekat dengan Palestina tidak membuat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memilih salah satu dari negara Arab untuk menjadi tuan rumah yang membicarakan kemerdekaan Palestina. Uniknya, Presiden Mahmoud justru meminta Indonesia yang menjadi tuan rumah.

Mungkin karena KTT PBB yang membicarakan isu Yerusalem juga dilangsungkan di Jakarta Desember 2015 lalu. Mungkin juga, karena Indonesia justru lebih konsisten dari negara-negara Arab dalam memperjuangkan hak-hak warga Palestina.

4. Dalam KTT luar biasa tersebut, juga dibicarakan masalah pemukiman ilegal warga Israel, akses air, dan jaminan keamanan untuk warga sipil Palestina

Rakyat Palestina via www.globalresearch.ca

75% rakyat Palestina berada di bawah garis kemiskinan. Hanya 46% yang memiliki akses terhadap air bersih. Permasalahan ini juga yang didiskusikan oleh para kepala pemerintahan negara-negara OKI. Karena merdeka tak hanya berarti pengakuan dunia saja. Merdeka juga berarti komitmen untuk membuat rakyat Palestina sejahtera.

5. Sempat ada ribut sedikit karena Presiden Sudan, yang juga buronan Pengadilan Kriminal Internasional, datang ke Jakarta.

Sudan adalah salah satu negara anggota OKI. Karena itu, tentu saja presidennya diundang untuk datang ke KTT OKI di Jakarta. Sementara itu… Presiden Omar Hassan al-Bashir adalah buronan Pengadilan Kriminal Internasional.

Kedatangan Presiden al-Bashir pun menuai kritik dari Amerika Serikat. Lucunya, Kedutaan Besar Sudan di Jakarta merespon kritik tersebut dengan press statement yang menyuruh Amerika “to shut up”.

6. Di akhir KTT, Presiden Indonesia Joko Widodo menyerukan boikot terhadap produk-produk Israel

Presiden Jokowi juga menyerukan boikot via www.youtube.com

Boikot tersebut diserukan untuk menekan Israel agar mengakhiri pembangunan pemukiman ilegal mereka di tanah rakyat Palestina.

7. KTT luar biasa ini kemudian menghasilkan Deklarasi Jakarta. Semoga nggak menjadi macan ompong, ya.

Kita doakan saja! via www.samaa.tv

Semoga saja, KTT OKI ini bisa menjadi batu loncatan dalam perjuangan memerdekakan Palestina. Kita doakan saja, ya!