Setelah virus Ebola yang mengguncang dunia di tahun 2014-2015 lalu, kita lagi-lagi diresahkan oleh wabah virus. Kali ini Virus Zika, yang efeknya ternyata nggak seimut namanya.

Virus ini sudah jadi epidemi di benua Amerika bagian tengah dan selatan. Bahkan, sudah ada lebih dari 4000 orang di Brazil yang terinfeksi. Menurut WHO, virus ini bisa mewabah lebih hebat lagi kalau nggak segera ditangani.

Apa sih sebenarnya virus Zika itu? Terus kenapa kok heboh banget?

Supaya nggak ketinggalan informasinya, simak yang sudah Hipwee kumpulkan buatmu di bawah ini ya.

Meskipun sama-sama dibawa nyamuk Aedes aegypti, Zika bukan virus demam berdarah. Apa aja sih yang harus kamu tahu tentang virus Zika?

nyamuk aedes via www.stabroeknews.com

Advertisement

Zika sebenarnya bukan virus baru. Bahkan, virus ini sudah menjangkiti manusia sejak tahun 1954.

Virus Zika sendiri pertama kali ditemukan tahun 1947, menjangkiti monyet-monyet di hutan Zika yang terletak di Uganda. Yap, nama Zika ini berasal dari hutan tempat virus itu berasal.

Tahun 1948 virus ini ditemukan pada spesies nyamuk Aedes aegypti, dan akhirnya tahun 1954 virus Zika ditemukan pada manusia, tepatnya seorang warga negara Nigeria.

Virus Zika termasuk satu keluarga dengan virus yang menyebabkan Demam Berdarah dan Chikungunya. Sama kayak Demam Berdarah dan Chikungunya, penularan virus Zika terjadi melalui gigitan nyamuk. Tapi ada juga penularan melalui hubungan seksual dan dari ibu hamil pada janin, meskipun penularan lewat dua metode ini termasuk jarang

Terus, apa aja gejala-gejalanya?

Gejala juga cukup mirip dengan Demam berdarah. Mulai dari sakit kepala hebat, meriang, demam, sakit tulang belakang, bercak-bercak merah pada kulit, dan peradangan ringan di bagian mata. Tapi itu semua bisa diobati dengan paracetamol (penurun panas), aspirin (pereda sakit kepala), dan istirahat. Kalau diperiksa laboratorium, orang yang terinfeksi virus Zika pun cuma mengalami penurunan jumlah sel darah putih — trombositnya tetap normal.

Karena gejalanya yang cikup ringan, banyak orang jadi nggak sadar bahwa dia sebenarnya terjangkit virus Zika. Para ilmuwan pun cenderung mengabaikan keberadaan virus ini.

Sampai akhirnya, tahun 2015.

Baru tahun 2015 ini virus Zika diduga berbahaya. Tercatat ada 4180 janin di Brazil terinfeksi virus Zika

Penyebaran virus Zika via www.cdc.gov

Awalnya, virus Zika hanya beredar di wilayah Afrika. Hingga tahun 2007 kasus Virus Zika tergolong jarang.

Barulah di tahun 2007, mulai ditemukan kasus virus Zika di luar Afrika. Awalnya, virus ini menyeberangi Samudera Pasifik dan muncul di wilayah Polinesia. Hingga akhirnya tahun April 2015, virus ini merebak di Brazil dan Negara-negara Amerika Latin lainnya.

Sampai saat ini tercatat 18 negara di Amerika Selatan sudah terjangkiti oleh virus Zika. Yang paling parah terjadi di Brazil dan Kolumbia.

Bukan cuma itu, ada kejutan yang baru ditemukan mengenai virus Zika, yaitu hubungannya dengan kasus mikrosefali pada bayi.

Mikrosefali adalah kelainan pada bayi yang baru lahir. Bayi mikrosefali punya ukuran kepala yang terlalu kecil. Ini jelas gawat, karena mikrosefali pada bayi ini bisa mengakibatkan kerusakan otak, kelumpuhan, sampai kematian.

Sepanjang akhir 2015 di Brazil tercatat ada 4.180 kasus mikrosefali pada bayi yang ibunya terinfeksi virus Zika di saat kehamilan. Kurang lebih 50 diantaranya mengalami kematian.

mikrosefali via www.mailce.com

Fakta yang terjadi adalah, jumlah kasus mikrosefali ini berbanding lurus dengan kasus virus Zika. Di Brazil, kasus mikrosefali pada bayi yang baru lahir meningkat seiring mewabahnya virus Zika. Meski sebenarnya, belum ada riset resmi dan ini baru berupa dugaan.

“Sejauh ini yang diketahui pasti adalah bahwa fetus dapat terinfeksi oleh Virus Zika. Ini hal yang janggal, yang tidak kita temukan dari virus Chikungunya dan West Nile.”

– Anggota CDC (Center for Disease Control and Prevention), Amerika Serikat, kepada CNN.

Karena wabah virus Zika ini, pemerintah berbagai negara di dunia mulai bereaksi. Mulai dari memberi travel warning sampai melarang warganya untuk hamil

menunda kehamilan via www.cdc.gov

Saat ini virus Zika sudah menjadi perbincangan di seluruh dunia. Mau nggak mau hal ini juga menimbulkan kepanikan, terutama untuk warga negara Amerika. Untuk mengurangi penyebaran virus Zika yang berbahaya ini, pemerintah Amerika mulai tanggal 15 januari 2016 lalu mengeluarkan travel alert untuk warga negaranya, khususnya perempuan hamil, supaya nggak mengunjungi negara-negara yang terjangkiti virus Zika.

Berbeda lagi dengan negara-negara yang sudah terjangkiti, untuk mengurangi kasus mikrosefali pada bayi, ada larangan untuk hamil lho. Di Kolumbia, pemerintah mengeluarkan himbauan agar perempuan menunda kehamilan untuk 6-8 bulan ke depan. Di El-Salvador justru lebih lama lagi. Harus menunggu sampai tahun 2018 untuk bisa hamil.

Kebijakan ini diambil sebagai mencegah resiko kegagalan kehamilan dan mikrosefali pada bayi. Memang belum diketahui pasti kaitan virus Zika dengan mikrosefali. Sampai ada penelitian ilmiah yang membuktikan soal itu dan (jika benar) solusi untuk mengatasinya, lebih baik menunda kehamilan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menteri Kesehatan Indonesia Nila Djuwita Moeloek via www.aktual.com

Di Indonesia sendiri saat ini belum tercatat ada kasus virus Zika. Tapi jangan lengah. Berdasarkan catatan di Lembaga Eijkman, tahun 1981 pemerintah Australia pernah melaporkan bahwa warganya mengidap virus Zika sepulang perjalanan dari Indonesia. Lalu tahun 2013, Pemerintah Australia juga membuat laporan lagi bahwa seorang warga negaranya positif terkena virus Zika setelah mengunjungi Indonesia selama 9 hari.

Fakta lain yang patut kamu perhatikan adalah bahwa agen penularan virus Zika, nyamuk Aedes aegypti, hidup di Indonesia. Apalagi nyamuk Aedes aegypti terkenal sebagai nyamuk ‘traveler’ alias luas jangkauan peredarannya. Hal ini harus membuat kita lebih waspada.

“Virus Zika itu seperti Chikungunya yang disebarkan oleh nyamuk Aedes, tapi tidak fatal.”

-Menteri Kesehatan Indonesia kepada Dinas Kesehatan Riau

Tapi kalau benar virus Zika berkaitan dengan kasus mikrosefali pada bayi, jadi fatal dong ya.

 

Karena belum ada vaksin, cegah yuk virus Zika dengan 3M ini!

Menguras, menutup, dan mengubur via www.freecybers.com

WHO sudah membunyikan alarm tanda bahaya untuk virus ini. Virus Zika harus diperhatikan agar tidak mewabah ke seluruh penjuru dunia. Meski gejalanya ringan nggak seberat DBD atau cikungunya, tapi virus Zika ini belum ada vaksinnya lho. Kabarnya para ilmuwan di Amerika sedang mengembangkan vaksin virus Zika agar segera bisa diajukan untuk diuji. Tapi setidaknya butuh waktu 10-12 tahun sampai vaksin tersebut bisa diedarkan ke seluruh penjuru dunia.

Karena untuk mengandalkan vaksin kita harus menunggu sampai 12 tahun lagi, yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah mencegah dengan menjauhi nyamuk Aedes. Apalagi di musim hujan begini. Siang hari adalah waktunya nyamuk ini mencari mangsa.

Untuk menghindarinya, seperti anjuran Menteri Kesehatan, mari kita laksanakan lagi 3 M:

  • Menguras bak air
  • Menutup tempat penampungan air, dan
  • Mengubur barang-barang bekas.

Nah, itu dia seputar virus Zika yang lagi ramai dibicarakan itu. Eh, sudah 3 M, belum? Yuk, sebelum terlambat!

Untuk tau info lainnya, kamu bisa buka @migmeindonesia