Kualitas bahan bangunan jadi salah satu perhatian orang ketika akan membangun rumah atau gedung perkantoran. Kalau material bangunannya tidak bagus, bangunan bisa cepat retak dan bahkan ada yang ambruk sampai menyebabkan kecelakaan fatal. Kalaupun tidak terlihat retak di permukaan, material bangunan yang jelek dan penuh celah juga seringkali menimbulkan resapan air yang nantinya buat ruangan menjamur serta bau apek.

Kalau beton sudah retak, paling biasanya akan kembali ditambal dengan tambahan semen. Tapi ya itu tanda bangunanya sudah rapuh. Nah ini ada penemuan baru yang bisa mengakhiri semua keresahan itu. Seorang ilmuwan Belanda berhasil membuat beton yang bisa ‘menyembuhkan’ keretakannya sendiri. Tanpa perlu tambalan semen, beton yang mengalami keretakan bisa tumbuh sendiri mengisi celah yang kosong. Wow! Kalau kepingin tahu gimana caranya, simak selengkapnya deh ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Penemuan beton ajaib ini berawal dari keresahan karena beton yang sering kali retak pada usia muda

Kalian mungkin sering kali resah melihat beton yang mulai retak, bahkan hampir ambruk. Mungkin keresahan itu pula yang dirasakan oleh beberapa peneliti dari Delft University of Technology di Belanda. Seorang profesor bernama Henk Jonkers menemukan bahwa ada materi yang bisa digunakan untuk menanggulangi masalah keretakan ini.

Kerusakan beton ini selain membahayakan juga seringkali jadi sumber pengeluaran paling besar dari biaya perawatan gedung. Makanya jika penemuan Jonkers ini sudah tersebar luas, bakal banyak banget orang yang bisa memanfaatkan teknologi ini. Tak perlu lagi ada kekhawatiran gedung bakal retak atau ambruk jika teknologi self-healing concrete atau beton yang bisa ‘menyembuhkan’ diri ini benar-benar bisa disempurnakan.

2. Beton ini adalah hasil dari penggabungan unsur alam dan material bangunan, komposisinya pun sangat beraneka ragam

Sebagaimana dilansir dari CNN, Jonkers dan tim penelitiannya menemukan bahwa ada sebuah materi alam berbentuk bakteri yang bisa dengan alami mengisi keretakan dalam material beton. Jonkers memilih bakteri baccilus untuk menghasilkan spora karena bakteri tersebut bisa tahan lama tanpa makanan atau oksigen. Supaya bakteri tersebut terus bisa tumbuh dalam beton, para peneliti memasukkan suplai makanan berupa kalsium laktat dalam bentuk kapsul-kapsul kecil. Kapsul tersebut nantinya dicampurkan dalam adonan beton basah. Tidak cukup hanya dengan mencampurkan bakteri dalam campuran beton, Jonkers juga perlu menambahkan unsur perekat seperti batuan kapur.

3. Komposisi yang terkandung dalam beton ini bereaksi ketika terkena air, reaksinya pun mirip jamur-jamur yang berkembang pada tempe

Advertisement

Cara kerjanya pun cukup simpel. Jika kamu pernah liat proses pembuatan tempe, ya ini mirip-mirip lah. Ketika beton mulai retak, maka air akan masuk memenuhi sela-sela retakan. Aliran air itu akan mendorong kapsul-kapsul yang tercampur di dalamnya pecah dan mengeluarkan bakteri serta kalsium laktat. Bakteri yang keluar dari dalam kapsul pun mulai berkecambah. Dicampur dengan kalsium laktat sebagai sumber makanan, bakteri akan terus tumbuh menutup retakan dengan konsistensi semacam batu gamping yang mengeras.

4. Selain beton, ternyata ada aspal yang tahan dari keretakan dengan konsep yang sama

Nggak cuma beton, seorang profesor lain dari Delft University of Technology juga berhasil mengembangkan metode ‘self-healing‘ pada aspal. Profesor Erik mengembangkan metode penyembuhan diri pada aspal dengan mengadaptasi cara kerja pemanasan induksi. Hanya dengan penambahan material serat baja, ternyata aspal bisa ‘menyembuhkan’ diri sendiri. Melalui panas dari aspal, serat baja tersebut akan meleleh dan menempati ruang kosong seperti keretakan pada aspal jalan. Aspal karya Erik bahkan sudah diujicobakan untuk beberapa meter jalan di Belanda dan hasilnya pun nggak mengecewakan.

Indonesia ternyata bukan hanya jadi penonton saja lho. Sejak tahun 2015 Kelompok Penelitian (Keltian) Rekayasa Biokomposit dan Ekostruktur (RBE) Pusat Penelitian Biomaterial LIPI sudah meneliti bakteri apa di Indonesia yang cocok menambal dan merekatkan keretakan beton. Ya lumayan lah kalau bisa mengembangkan beton ajaib seperti para peneliti Belanda ini, biaya maintanance gedung bisa turun…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya