Meski banyak yang tidak sadar, weekend kemarin terjadi ‘perang dunia‘. Bukan lagi perang militer dengan persenjataan berat atau senjata nuklir, tapi perang cyber untuk menghentikan satu virus atau malware bernama ‘WannaCry‘. Dijuluki ‘WannaCry‘, yang secara harfiah berarti ‘pengen nangis’, mungkin karena saking sedihnya melihat betapa lemah sistem sekuritas komputer orang-orang. Malware ini menyerang pengguna Windows, terutama mereka yang masih menggunakan versi lama seperti Windows XP atau pengguna yang jarang update security software-nya.

Sejak serangan pertama dilaporkan dari Inggris pada hari Jumat (12/5) pagi kemarin, CNN melaporkan WannaCry sudah menyebar ke 150 negara dengan lebih dari 200 ribu korban yang komputernya terinfeksi. Bukan cuma orang biasa, perusahaan dan organisasi besar dunia juga ikut jadi korban. Serangan pertama sudah dapat dihentikan, tapi para ahli keamanan teknologi yakin ancaman WannaCry masih jauh dari selesai. Bahkan katanya akan ada serangan gelombang kedua hari ini, Senin (15/5). Yang laptop atau HP berbasis Windows-nya belum update atau tidak punya anti-virus, harus segera dilengkapi!

Malware ini disebut ‘Ransomware‘ – meminta tebusan. Begitu terinfeksi, bakal ada pop up screen seperti ini yang mengunci semua data di komputermu sampai kamu bayar sejumlah uang

Di halaman itu tertera cara bayar tebusan dengan Bitcoin, tapi mending jangan dibayar deh! via indianexpress.com

Sangat mudah mengetahui jika komputermu terinfeksi, layar seperti ini akan muncul dan seluruh datamu tidak bisa diakses. Di dalamya tertulis ‘Ooops, your file have been encrypted!’, atau semua file-mu telah terkunci. Untuk mendapatkan kembali aksesnya, ditulis di halaman tersebut, kamu harus membayar sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin (mata uang online). Jumlah tebusan WannaCry disebutkan sebesar US$ 300 atau sekitar Rp4 juta. Metode tebusan ini memang sedang populer di kalangan hacker. 

Tapi para ahli mengingatkan bahwa membayarkan tebusan tersebut, bukanlah cara yang solutif dalam kasus ini karena tidak ada jaminan data-datamu akan kembali.

WannaCry disebut sebagai serangan cyber terburuk dan paling cepat menyebar. Malware ini memanfaatkan kemalasan kita update software atau pasang antivirus terbaru

Advertisement

Ternyata masih banyak komputer yang sistem keamanannya ketinggalan zaman via thehackernews.com

Kecepatan penyebaran malware ini sungguh luar biasa, terutama di kalangan pengguna Windows lama seperti Windows XP. Windows XP yang sistem update-nya sudah tidak lagi dikeluarkan oleh Microsoft sejak tahun 2014, ternyata masih banyak penggunanya. Entah karena memang gaptek atau malas mengadakan update berkala, bahkan organisasi pemerintah seperti jaringan rumah sakit nasional di Inggris masih menggunakan Windows XP. Maka dari itu sistem operasi komputer National Health Service UK ini sempat lumpuh total karena serangan ini. Data pasien yang sudah booking online untuk pemeriksaan atau data kelengkapan pasien lain, tidak bisa diakses.

Peristiwa ini tuh seakan-akan jadi wake up call bagi seluruh dunia. Meski malesi‘, ternyata update software terbaru itu memang penting banget. Malware ini bahaya banget dan cepat menyebar karena bisa menginfeksi semua komputer yang ‘rentan’ dalam sebuah jaringan. Makanya banyak peringatan untuk tidak nyambung dulu ke wifi. Karena jika dalam jaringan wifi-mu ada satu saja komputer yang terinfeksi, semua komputer yang rentan tadi bakal terinfeksi. Saking gentingnya situasi ini, Microsoft bahkan membuat patch darurat MS17-010 untuk semua versi Windows-nya. Termasuk Windows XP dan 2003 yang aslinya sudah tidak di-update. 

Kemarin dunia harus berterimakasih sama cyber analyst dengan akun Malwaretech. Dia berhasil menemukan kill switch yang mematikan persebaran WannaCry untuk sementara

Kalau bukan karena kegeniusan pria berumur 22 tahun ini, korban bakal lebih banyak via www.elcolombiano.com

Seorang cyber analyst dengan nama akun MalwareTech, adalah sosok pahlawan modern dunia saat ini. Ditengah runtuhnya sistem keamanan online dunia akhir minggu yang lalu, pemuda Inggris berusia 22 tahun berhasil menemukan cara untuk mematikan jalur persebaran malware WannaCry. Namun ia mengingatkan bahwa WannaCry sangat mungkin kembali beredar dengan versi yang lebih ganas dan mungkin tanpa ‘kill switch‘.

Terutama pada hari Senin ini ketika orang-orang sudah mulai beraktivitas. Hati-hati menyambung ke jaringan internet manapun, jika komputermu tidak terlindungi dengan baik.

Beneran deh, zaman sekarang itu malware atau virus sepertinya ini sudah seharusnya diklasifikasikan sebagai senjata berbahaya. Tiap orang juga harus siap persenjatai diri

Yang dikejar adalah data, maka lindungi dan back up data yang penting bagimu via www.akmelapriya.in

Semua kekacauan ini sebenarnya mungkin dimulai beberapa bulan lalu. Sebuah data rahasia tentang kelemahan Windows yang dimiliki badan intelijen AS, National Security Agency (NSA), bernama ‘Eternal Blue’ berhasil dicolong dan leaked online. Tampaknya ada pihak yang akhirnya mengembangkan virus berdasarkan data tersebut. Microsoft sebenarnya juga telah mengingatkan pemerintah negara jika berhasil menemukan data kekurangan produknya, sebaiknya di-share ketika ditemukan bukan kalau kecolongan saja.

Urusan seperti itu sih susah ya dimengerti kita yang orang biasa. Mau tahu juga kita bisa apa?! Tapi untuk data-data personalmu, kamu harus tahu cara terbaik melindunginya. Apalagi dunia cyber makin tidak aman seperti ini. Disamping update software dan anti virus terbaur, cara terbaik adalah selalu memiliki back up data. Jadi misalkan datamu ‘disekap’ seperti kasus WannaCry ini, data-datamu tidak hilang.

Kementrian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) sampai mengeluarkan siaran resmi agar warga Indonesia juga siap menghadapi serangan WannaCry yang masih mengancam. Singkatnya sih tindakan pencegahannya seperti ini:

Tindakan pencegahan ini perlu dilakukan semua biar aman via www.indotelko.com

Nah info selengkapnya, bisa baca sendiri ya di laman Kominfo ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya