Transisi kita dari anak kecil ke individu yang benar-benar dewasa nggak terjadi dalam semalam. Kadang transisi itu nggak terasa, sampai kita bakal kaget sendiri waktu menyadarinya. Biasanya, ada tanda-tanda tertentu yang mendorong kamu sadar bahwa sekarang kamu sudah benar-benar bukan anak kecil lagi. Misalnya, kamu mulai menyadari bahwa…

1. Kamu ngecek kalender untuk alasan yang berbeda.

Sudah nggak jaman lagi kamu menghitung hari sambil menunggu kiriman ortu. Sekarang, tujuan kamu melirik tanggalan adalah untuk tahu kapan kamu paling lambat bayar tagihan listrik, air, atau mungkin malah KPR. Kamu juga lebih hati-hati dengan pengeluaran kamu karena sekarang nggak ada lagi yang namanya, “Ma, soriii, duitku udah abis…hehe…” (kemudian hening)

2. Kamu mulai harus pergi ke acara dimana hampir nggak ada siapapun yang kamu kenal.

‘My Fair Lady’ via alte.roosted.org

Dari dinner party-nya temen pacarmu ke acara pesta klien kamu, kamu harus sering keluar rumah dan menjalin hubungan dengan orang baru — baik untuk tujuan beramah-tamah maupun kepentingan pekerjaan.

3. Kelakuan anak-anak SMA sering bikin kamu kesel sendiri.

Mean Girls

Advertisement

Ponakan kamu yang masih SMA nge-tweet “Happy Monthversary Sayaaaang!” ke pacarnya tiap bulan (nggak ada yang namanya ‘monthversary’, Bocah Tolol.) Kamu ke bioskop dan antrian tiketmu diserobot sama lima anak cewek dengan gaya rambut dan baju yang plek sama. Kamu mau minum bir dengan tenang dan di seberang mejamu ada lima cowok SMA super ribut yang norak ngeliatin gambar Kate Upton di majalah semi-porno. Minta dilempar, hihh!

4. Ulang tahun-mu bikin kamu depresi.

‘Girls’ HBO via www.latimes.com

Ulang tahun masih jadi momen yang menyenangkan dan spesial buatmu, tapi kalau boleh jujur, ada juga sedikit rasa ngilu dalam hati waktu sadar bahwa kamu sekarang semakin dan semakin tua.

5. Kamu sekarang tahu bahwa berapa kali pun kamu nyoblos, yang menang pemilu pasti politikus idiot.

Roy Suryo via ndorokakung

Sebagian politikus Indonesia adalah idiot korup, dan sebagian yang lain cukup pintar buat ngebikin kamu tetap nyoblos walaupun mereka juga korup.

6. Kamu ketiduran di sofa depan TV — dan nggak ada yang ngangkat kamu ke tempat tidur.

Homer Simpson via www.lr44batterycr2032.net

Nggak kayak dulu, waktu kamu masih kecil dan tinggal dengan ayahmu, nggak akan ada yang ngangkat kamu ke tempat tidur kalau kamu ketiduran di atas sofa.

7. Isi news feed Facebook kamu adalah foto bayi, foto nikahan, dan foto pre-wedding.

Mungkin malah kamu sendiri sedang merencanakan menikah atau punya bayi. Kamu juga jadi sering banget ngucapin “Selamaaaaat!” atau “Bayinya lucu banget! <3” di Facebook, dan kamu mulai menyisihkan sedikit uang gaji untuk menutup biaya transportasi ke kota tempat pernikahan temanmu dilangsungkan.

8. Sekarang kamu nggak usah bohong kalau mau klik tombol ‘Yes’ disini:

Sekarang usia kamu benar-benar 18 ke atas.

9. Orang tua kamu mulai curhat soal masalah pribadi mereka.

Arrested Development via ifc.com

Dulu, kamu-lah yang selalu cerita ke orang tua soal masalah-masalah yang terjadi di hidupmu: pacar yang nggak peka, kuliah yang berat, etc. Sekarang ayahmu yang konsultasi ke kamu soal rencananya membuka usaha di ruko samping rumah, atau soal masa pubernya yang kedua.

10. Kamu mulai mengerti kalau dunia ini nggak berjalan berdasarkan kemauanmu.

Planet Bumi via learningfromdogs.com

Mungkin kamu adalah akuntan yang dulu mati-matian berusaha jadi pelukis. Mungkin kamu suka seseorang yang nggak membalas dengan perasaan yang sama. Mungkin harapan-harapanmu yang dulu ada sekarang kandas. Tapi kamu nggak lantas menyerah dan putus asa. Kamu tahu hidup nggak selalu berjalan sesuai maumu, dan kamu bisa menerima itu. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, lalu kesulitan lagi, lalu kemudahan, lalu kesulitan lagi: it’s all good.