Kamu pasti sering mendengar nasihat baik yang menyuruhmu traveling karena berkelana akan membuatmu buka perspektif baru, membuatmu jadi pribadi yang baru dan memahami artinya hidup. Hmmm… bener juga sih, tapi bukankah terdengar begitu muluk? Daripada kamu kesulitan menemukan dirimu yang baru selama perjalanan, dibawah ini ada beberapa alasan alternatif untuk bepergian sedari usia muda.

(Ssttt…beberapa diantaranya bisa kamu gunakan sebagai alasan kalau ditanya orang tua, “Ngapain pergi jauh-jauh, nak?”)

1. Di awal usia 20-an, urusan seperti nafkah keluarga, biaya sekolah anak, kredit kendaraan, KPR, dan sebagainya belum berani menghantui kamu.

Siapa butuh KPR? via theswankytraveler.com

Rumah? Siapa butuh rumah? My home is everywhere…

Belum punya suami/istri (apalagi anak), masih tinggal bareng orang tua, motor sudah dilunasi oleh Bapak, manfaatkan keistimewaan ini sebaik-baiknya karena privilege seperti ini gak akan bertahan lama.

2. Berhubung belum mapan secara finansial, kamu asik-asik aja kalau harus backpacking dan tidur di penginapan (paling) murah.

Advertisement

Tidur di ruang jemuran? Oke! via thelavatour.blogspot.com

Karena kalau kamu udah punya banyak uang pasti pengennya nginap di hotel bukan hostel. Lagian, kemungkinan besar kamu bakal lebih banyak istirahatnya daripada jalan-jalan ketika traveling di usia 40-an.

3. Saat berkepala dua, urat malu di dalam sistem syaraf kamu belum menyatu seutuhnya.

Belum punya urat malu via fuckyeahmusicgifs.tumblr.com

Itu pun kalau kamu percaya ada urat malu dalam sistem syaraf manusia.

4. Kalau kamu gak traveling sekarang juga, foto-foto liburan teman kamu yang bertebaran di Instagram dan Path bakal bikin kamu ingin banting HP.

Kurang piknik, mas? via collegetimes.com

Biasa deh kebiasaan anak zaman sekarang, jepret sana-sini selama liburan. Awalnya kamu bisa menahan, tapi kalau tiap hari disuguhi foto-foto dari Lombok, siapa yang bisa tahan?

5. Setelah traveling di usia 20-an, kamu punya waktu (kurang-lebih) 40 tahun untuk mikirin soal karir, keluarga dan pensiun.

Kamu punya “banyak” waktu untuk kerja. via www.bunchofbackpackers.com

Nyari kerja, bisa ditunda bentar. Mau nikah? Cari dulu jodohnya, mungkin setelah berkelana kamu akan menemukan orang yang tepat.

6. Berkelanalah dengan tujuan memperdalam kemampuan bahasa asing, karena punya TOEFL di atas 550 bakal berpengaruh besar di CV-mu nantinya.

Pendalaman bahasa via aupairsclub.com

7. Terlebih lagi kalau kamu mengikuti program keorganisasian dan menjadi relawan selama traveling, pengalamanmu jadi nilai lebih saat melamar kerja.

Pengalaman berharga via www.umy.ac.id

8. Mau traveling mengelilingi nusantara ataupun menjadi orang asing di negara orang, kemungkinan untuk mendapat teman baru sangat besar.

Teman baru via www.umy.ac.id

9. Peluang buat nyari jodoh di negara orang juga terbuka lebar hehehe…

Not bad buat selingan via www.huffingtonpost.ca

Mungkin jodoh berlebihan, bagaimana kalau ‘selingan’? Kayak di film-film gitulah.

10. Karena pencernaan di usia 40-an gak akan sama ketika kamu berusia 20-an.

Makan sepuasnya via www.buzzfeed.com

Selagi muda, masih sehat dan pencernaan kuat silakan coba kuliner-kuliner mulai dari yang berlemak hingga yang paling ekstrem atau makana lain yang selama ini cuma kamu lihat di TV.

11. Kamu akan memperoleh ilmu yang gak pernah diajarkan di sekolah maupun dituliskan di buku.

Gak diajarin di SD via komunitaskopiliar.blogspot.com

Percuma kalau kamu belajar soal tenggang rasa, keberagaman dan budaya dari buku tanpa melihat langsung kenyataannya di luar sana.

12. Karena hidup cuma sekali, dan kita hanya muda satu kali.

Akui saja, kita gak selamanya muda.

Sekarang kamu sudah tahu alasan-alasannya, sudah waktunya kamu pack barang secukupnya, atur rencana, dan pergi. Untuk inspirasi, tips, dan info soal destinasi traveling silakan klik kategori Travel di Hipwee, yang dijamin bakal update tiap hari.