“Duh, hidup kok gini amat ya~~”

Perjalanan ke kantor adalah hal yang dilematis buat kamu yang kerja jauh dari rumah tapi memilih untuk nggak nge-kost. Macet di jalan dan suasana bus atau kereta yang umpek-umpekan bikin kamu gatal mempertanyakan makna semua hal. Yah, namanya juga pagi, sore, dan (kadang) malammu jadi habis di jalan. Gimana nggak baper? ;(

Nah, inilah perasaan-perasaan khas yang hanya dimiliki pekerja kantoran yang tua di jalan. Poin yang mana nih yang paling menampar kamu? :”)

1. Memang kamu bisa sewa kost saja. Tapi supaya gajimu tetap bisa ditabung, berjam-jam di jalan pun kamu rela.

Uangmu sebenarnya masih cukup untuk membiayai uang sewa kost. Tapi, karena kamu punya banyak rencana ke depannya, berbagai pengiritan pun dilakukan. Makanya kamu memilih untuk pulang-pergi dari rumah ke kantor meski jaraknya berpuluh-puluh kilometer. Berdesak-desakan di komuter pun kamu rela lakukan, demi masa depan yang lebih baik :”)

2. Karena gak ngekost, kamu berangkat pagi biar jalan gak belum macet banget. Kayak anak sekolahan :”(

Advertisement

susahnya nahan kantuk via www.fastcompany.com

Perjuangan untuk mencari nafkah nggak cuma tentang pengiritan, tapi juga soal waktu. Yup, kamu harus memaksa matamu terbuka dan badan bergerak di pagi hari. Padahal melakukan kedua hal ini butuh perjuangan ekstra.

Yah, kalau bukan demi nggak kena macet di jalan ya apalagi? Karena telat bangun beberapa menit aja bisa membuatmu terlambat minimal 30 menit. Kamu tentu nggak rela dong gaji jadi dipotong karena hal itu? ;(((

3. Bangun pagi = bikin ngantuk. Mau gak mau jadi di kantor jadi sering curi-curi waktu untuk bobok cantik deh.

jadinya curi-curi tidur deh di kantor via www.theguardian.com

Karena bangun pagi membuat waktu tidur malammu berkurang, mau nggak mau rasa ngantuk selalu menghinggapimu di manapun. Tanpa memandang bulu, ketika lagi ada meeting  di kantor matamu tetap aja mengajak untuk tidur. Kalau udah begini nih, kamu harus pintar-pintarnya mencuri waktu buat bobok sejenak. Biar cuma 5 menit aja juga udah Alhamdulillah yah!

4. Karena bangun pagi biasanya belum sarapan, perut keroncongan di jalanan pun sering bikin malu kalau lagi bunyi. Uuppss.

keroncongan terus nih via www.foxnews.com

Hal satu ini mungkin yang bikin kamu malu kalau lagi mau berangkat. Karena bangun pagi-pagi yang membuatmu nggak sempat sarapan, alhasil di jalan pun perut keroncongan deh. Malu sih memang, tapi mau gimana lagi. Yang penting sampai kantor deh. Hehe hehehe heheheh.

5. Kadang bersyukur juga sih kamu sampai kantornya lama. Jadi bisa curi tidur di bus atau kereta :’)

dan orang di sebelahmu pun terganggu via www.buzzfeed.com

Perasaan yang seperti ini biasanya kamu harapkan ketika beberapa saat lagi udah mau sampai kantor. Kayaknya sulit banget untuk melepas dengan ikhlas hawa ngantuk yang masih menyelimuti. Makanya, kamu pun bersyukur perjalanan ke kantor memakan waktu lama. Tidur dulu aja deh, di bus atau kereta~

6. Menjelang sore hari pasti kamu lagi “panas-panasnya” mengerjakan tugas. Biar cepat selesai dan segera sampai rumah.

yup, kamu jadi pusing sendiri via i.huffpost.com

Kalau ada yang bilang menjelang sore merupakan waktu bersantai para pegawai kantor karena sebentar lagi jam pulang, sebenarnya nggak lho. Bagi kamu pegawai yang tua di jalan, waktu-waktu tersebut merupakan momen lagi panas-panasnya di kantor. Kamu yang tahu sebentar lagi jam pulang kantor ini malah bisa jadi gusrak-gusruk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini nggak lain supaya pekerjaan cepat selesai dan segera pulang ke rumah.

7. Saat berangkat atau pulang, pilihan kendaraan jadi dilema. Salah pilih, macet berjam-jam jadi taruhannya ;(

mau pulang aja galau ;( via healthyheels.org

Nah, saat pekerjaan udah selesai nih, ada lagi yang memenuhi pikiranmu para pegawai kantor yang naik transportasi umum. Mau cepat sampai rumah ya naik ojek, tapi duitnya lumayan juga. Mau naik bis yang murah meriah, tapi di perjalannya lama dan kena macet. Ya ampun, galau kok urusan begini sih, nggak banget deh. ;(

8. Mau naik ojek sayang duitnya. Mau naik bus lama di jalan. Duh, Tuhan, aku bisa terbang aja nggak?

Kalau galau naik transportasi apa udah menghampiri, kamu jadi berkhayal untuk sampai rumah dengan cara apapun. Misalnya aja lewat jalur udara, yah sekalian mantau kemacetan kota gitu. Habis mau gimana lagi, melihat kemacetan dari depan kantor aja kamu udah nggak sanggup. Mending dadah-dadah cantik aja deh ke para pengendara yang udah berada di jalan. ;D

9. Kerja gak pernah terasa cuma 8 jam aja. Selalu lebih karena di jalan aja kamu menghabiskan minimal berjam-jam lamanya.

gimana gak lama di jalan ;( via crowncarjakarta.com

Kerja 8 jam udah nggak terasa lagi karena kamu duah terlalu banyak menghabiskan waktu di jalanan. Berangkatnya bisa 3 jam, pulangnya 4 jam. Oleh karena itu, kamu udah biasa banget deh menghadapi waktu kerja saat diperlukan harus lebih 8 jam (lembur). Kamu nggak kaget dan jadi santai aja menjalani kerja lemburnya asal nggak terlalu sering. Hehe

10. Jalanan juga selalu penuh kejutan. Kamu kira lancar, eh ternyata macet. Kamu kira macet, eh tahunya lancar. Sumpah gagal paham.

kadang bisa lancar begini via news.liputan6.com

Nggak cuma pasangan yang bisa memberikan kejutan buatmu kok, tapi jalanan juga. Dengan kemacetan yang terjadi, kamu nggak bisa memprediksi macetnya kapan. Saat lagi nggak hujan, bisa aja lho jalanan macet total entah karena apa. Atau bisa juga jalanan lancar jaya padahal masih hari Senin atau Selasa. Nah lho, susah ditebak kan? Udah kayak gebetan aja ya yang nggak bisa diterka-terka perilakunya. *Lha*

11. Kalau lagi macet, hujan deras, bus mogok, duit pas-pasan, dalam hati akan ada suara mendesis… “Ya ampun, nyari duit kok sampai begini banget ya? ;(“

ya Tuhan, kerja kok begini banget ya via yuii-soshishidae.blogspot.co.id

Duit lagi pas-pasan, hujan deras, nggak bawa payung, jalanan macetnya parah, terus kendaraan yang ditumpangi mogok, rasanya kok nelangsa banget ya. Dalam hati dan pikiran kalimat ini sering berputar-putar:

“Nyari duit kok sampai begini banget ya? ;(“

12. Yah begitulah nasib pegawai yang tua di jalan. *Sabar-sabar* INGAT, DEMI MASA DEPAN!

yup, makan pun di jalan via trainpigs.wordpress.com

Kamu udah paham banget dengan kehidupan sebagai pegawai kantoran yang tua di jalan. Berjam-jam waktu nggak hanya dihabiskan untuk kerja, tapi juga di perjalanan. Makanya, kamu manfaatkan dengan baik deh waktu di jalan tersebut. Meskipun lelah, kamu tetap menyempatkan untuk tidur sejenak dan makan camilan untuk mengganjal perut yang lapar.

Sabar, sabar. Ini demi masa depan :”)

13. Di akhir hari, tua di jalan memang bukan pilihanmu sendiri. Tapi jangan lupa bahagia ya, wahai kamu Si Pekerja Sejati ;’)

kalian jangan lupa bahagia ya! ;D via www.merdeka.com

Lambut laun kamu jadi menyadari kalau menjadi pegawai kantoran yang tua di jalan bukan kamu sendiri. Ternyata, masih banyak mereka yang menemanimu sehari-hari lho. Tanpa disadari, apa yang kamu alami itu menjadi pengalaman berharga yang bsia menjadi bekal kamu di kemudian hari. Meski begitu, kamu jangan lupa bahagia karena apa yang telah kamu lakukan setiap harinya harus dibayar dengan kesenangan di waktu luang, wahai kamu Si Pekerja Sejati. ;’)

Menjadi pekerja kantoran yang tua di jalan memang banyak kenangannya. Biasanya yang seperti ini susah untuk dilupakan. Banyak sedih dan harunya sih memang, tapi percaya deh ada sisi positifnya yang bisa kamu ambil. Jadi kamu jangan sedih, toh waktu yang terbuang di jalan punya nilai baik bagi kehidupanmu kelak, wahai kamu Si Pekerja Sejati!