Bukannya Arrival adalah film sains-fiksi? Bahkan, menurut desas-desus, ini adalah film tentang alien? Tepat! Tapi jika kamu mengira film ini berisi adu tembak antara pria-wanita berbaju astronot, pesawat jet mondar-mandir, atau pria bertopeng dengan pedang bersinar ala tongkat parkir, maka hati-hati tertukar dengan Star Wars.

Disutradarai oleh Denis Villeneuve, Arrival berhasil mencuri perhatian dengan pendekatan film alien yang menutup absennya adegan-adegan laga dengan kompleksitas drama. Bicara film sebagai medium informasi dan representasi realitas, film ini tidak cuma cocok untuk kamu yang berkutat di jurusan astronomi, fisika, atau teknik bercinta mesin. Mahasiswa linguistik, komunikasi, atau siapapun yang berminat di bidang sosial dan bahasa juga harusnya bergairah menonton Arrival karena terdapat banyak rujukan penting untuk keilmuan mereka. Nah, tapi lewat artikel ini, Hipwee bakal mengajak ngobrol anak komunikasi dulu. Siapa tahu bisa jadi contoh kasus untuk tugas atau skripsimu yang nggak kelar-kelar itu.

1. Habis nonton film ini, anak komunikasi bisa bilang “Kalau kelak kita diserang alien, kalian semua bakal minta tolong ke siapa? Anak komunikasi!”

heptapod

Jikalau kamu ingin tahu sekelumit Arrival itu bercerita tentang apa, begini sinopsisnya:

Ada 12 kapal alien datang ke bumi. Anehnya, mereka nggak berbuat apa-apa. Cuma diam aja kayak supir ojek online yang lagi mangkal. Tapi ‘kan rasanya nggak mungkin kalau mereka ke bumi cuma buat nongkrong? Mereka pasti punya maksud. Jadi kita harus bertanya “mau apa lo?” ke mereka. Masalahnya, jangankan bahasa anak gaul Jakarta, mereka juga nggak paham bahasa universal umat manusia . Kita juga nggak paham dengan bahasa mereka. Nah, jadi film ini sesungguhnya cuma tentang upaya manusia untuk bisa ngobrol asyik dengan mereka.

Advertisement

Alhasil, kita bisa bilang kalau film ini punya konflik yang muncul gara-gara masalah komunikasi, dan kemudian diselesaikan juga dengan solusi komunikasi. Menurut karakter utama film ini yang bernama Prof Louise Banks (Amy Adams), “Bahasa adalah senjata pertama yang dikeluarkan saat terjadi konflik.” Memang sih yang maju menghadapi alien-alien itu kemudian adalah pakar bahasa jebolan pendidikan linguistik atau bahasa. Namun, ilmuwan komunikasi jelas tetap ambil peran penting dalam mengambil kebijakan serta menghadapi fenomena semacam ini.

Jadi jika kamu adalah (1) anak komunikasi, (2) tidak punya rencana hidup ke depan yang jelas (3) dan berakhir punya cita-cita mulia mengusir alien dari muka bumi secara halus, maka selamat! Kamu tidak salah jurusan 🙂

2. Ada banyak teori komunikasi yang bisa kita pelajari untuk mengkaji film ini. Misalnya, pernah mendengar teori Pengurangan Ketidakpastian?

dalam kapan alien via cinemathread.com

Adalah Charles Berger yang menyatakan bahwa manusia senantiasa menghindari ketidakpastian. Kita selalu ingin mendapat kepastian tentang orang lain. Pasalnya, ketika berkomunikasi, kita menyusun rencana komunikasi kita dengan orang lain berdasarkan pada informasi yang kita miliki tentang orang tersebut. Semakin kita merasa tidak pasti, kita menjadi semakin waspada dan cemas. Tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi akan menciptakan jarak, tapi ketidakpastian yang dikurangi cenderung membuat kita nyaman dengan orang lain. Inilah penjelasan logis kenapa kamu suka banget kepo orang lain. Bukan kelainan kok.

Makanya, teori ini penting dalam melihat bagaimana seseorang menjalin hubungan dengan orang asing. Karena tidak kenal dan sulit berkomunikasi, kaum manusia dalam film Arrival digambarkan diliputi kekhawatiran atas kedatangan alien tersebut. Akhirnya, mereka menggunakan apa yang disebut “strategi interaktif” untuk mengurangi ketidakpastian itu dengan mengirim penerjemah agar bisa mendapatkan informasi tentang para alien. Strategi interaktif mencakup interogasi dan pengungkapan diri. Itulah kenapa dalam menginterogasi para alien, Prof Banks juga harus memperkenalkan dirinya. Kita mengenalkan diri kita agar lawan bicara juga makin mudah untuk memperkenalkan dirinya.

3. Ada juga teori komunikasi bernama Linguistik Determinan. Kamu bisa baca teorinya biar terbantu memahami apa hubungannya waktu dan bahasa yang jadi salah satu unsur cerita penting di film ini

Prof Banks via inspiratorfreak.com

Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf mengutarakan buah pikirnya bahwasanya bahasa sebuah budaya menentukan perilaku dan kebiasaan berpikir orang-orang dalam budaya tersebut. Cara kita memandang dunia dibentuk oleh susunan tata bahasa yang kita pakai. Misalnya, secara umum manusia mempelajari bahasa dan memandang waktu sebagai sesuatu yang linear atau berjalan maju. Bagaimana kita selalu menulis kalimat dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri menunjukan itu.

Ini berbeda dengan bahasa atau aksara para alien yang berbentuk melingkar. Tulisan mereka berbentuk simbol dengan makna yang lebih luas per-simbolnya. Konsep ini juga selaras dengan cara pandang alien itu terhadap waktu. Bagi mereka, waktu tidak linear melainkan berputar. Tidak ada awal tidak ada akhir. Berkat itulah alien bisa menguasai waktu. Mereka bisa mengatur waktu untuk maju atau mundur. Nah, supaya bisa memahami pola pikir dan menguasai waktu juga, manusia pun kemudian harus menguasai bahasa mereka dulu.

4. Adegan-adegan Prof Banks mengajarkan bahasa manusia ke para alien juga sangat menarik untuk diobrolkan bareng teman-teman sekelas

Human via www.isains.com

Apakah mungkin memahami bahasa dari komunikan yang tidak kita ketahui sebelumnya memiliki konsep-konsep kehidupan yang sama? Teori Pengartian Semantik dari Charles Osgood menyebutkan bahwa penafsiran adalah cara untuk memahami pengalaman kita. Teori ini berhubungan dengan cara-cara mempelajari makna dan bagaimana makna tersebut berhubungan dengan pemikiran dan perilaku. Makna memang tidak harus dipelajari dari pengalaman langsung, tetapi rasanya harus dipelajari dengan asosiasi antara satu tanda dengan tanda lain. Misalnya, sebelum Louise bisa memahami simbolisasi “makan” dalam bahasa alien, bagaimana cara ia bisa tahu bahwa alien juga menganut konsep “makan” yang sama dengan manusia? Atau bahkan, apakah alien itu sendiri juga melakukan aktivitas makan?

5. Dasar peradaban itu bahasa atau sains? Jangan-jangan justru komunikasi?

Bahasa alien via qz.com

Sempat terdapat adegan di mana Prof Banks sedikit adu mulut dengan seorang ilmuwan fisika bernama Ian Donnelly. Prof Banks mengatakan bahwa dasar peradaban manusia adalah bahasa. Di sisi lain, Donnelly membantahnya dengan menyebut sains merupakan dasar peradaban manusia sebenarnya. Mana yang menurutmu benar?

Mungkin kita bisa bilang dasar peradaban manusia memang bahasa, atau lebih spesifik lagi ialah aksara. Peradaban pertama yang kita kenal (mesopotomia) pun konon sama dengan aksara pertama yang kita temukan. Kita bisa kenal kehidupan beribu-ribu tahun lalu karena ada susunan aksara yang membentuk pesan-pesan yang ditinggalkan mereka. Namun, bagaimana ketika kita kini masuk ke era komunikasi visual? Kita mengabadikan pesan tidak lagi di prasasti atau buku, melainkan lewat foto, video, dan lain-lain. Apalagi jika suatu waktu nanti kemajuan teknologi (atau kedatangan alien) membuat kita memiliki kemampuan menerka masa depan, dengan kata lain membaurkan batasan waktu dan ruang? Semua jadi bergantung pada perkembangan ilmu pengetahuan. Jangan-jangan benar juga tuh kalau dasar peradaban itu adalah sains. Tapi kalau mau lebih spesifik lagi, sains yang dimaksud itu mungkin sebatas teknologi komunikasi saja. Tapi…. tapi… tapi.. puyeng ‘kan?

6. Bukan cuma komunikasi dengan alien, Arrival juga menghadirkan konflik komunikasi antar negara

Amy Adams & Jeremy Renner via twitter.com

Nah, yang ini lebih menyinggung komunikasi politik dan wilayah studi Hubungan Internasional nih. Arrival menghadirkan juga permasalahan politik luar negeri. Pasalnya, 12 kapal alien itu dikisahkan turun tersebar di negara-negara berbeda. Problem menyeruak lantaran tiap negara punya kebijakan berbeda untuk merespons kedatangan alien itu. Pertanyaan buat kamu, kira-kira seperti apa bentuk komunikasi terbaik untuk mengatasi permasalahan itu jika peristiwa ini benar-benar terjadi?

Ada hal lain yang menarik terkait kebijakan politik luar negeri. Film ini menunjukan seakan Amerika Serikat adalah negara paling bijak dan humanis dalam menghadapi permasalahan, sementara negara lain seperti Cina digambarkan temperamen, haus peperangan, dan penuh tipu muslihat. Sebenarnya pencitraan semacam ini sudah sering dilakukan Amerika Serikat lewat film-film Hollywood. Tapi kali ini lebih bikin gregetan, soalnya kalau mengingat reputasi dan watak presiden mereka yang baru, bukan tidak mungkin Amerika bakal langsung kirim nuklir sembarangan tanpa banyak pertimbangan jika mereka benar-benar kedatangan alien. Sesama manusia aja diserang, apalah arti alien.

Nah, berikut tadi 6 alasan kenapa mahasiswa komunikasi perlu banget nonton Arrival. Biar sekali-kali nonton bioskop itu sambil belajar, nggak sibuk nyosor pacar melulu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya