Suatu saat, meja di kamarmu penuh dengan undangan. Bukan undangan pesta atau undangan syukuran yang kamu terima, melainkan undangan pernikahan kawan-kawanmu. Pikiranmu langsung mengawang gelisah. “Semua kawan-kawanku sudah pada menikah. Sedangkan aku?” Dengan muka masam, kamu takut kalau-kalau ditanya kapan menikah. Padahal kamu saja belum sukses, bagaimana mau menikah?

Tak hanya itu saja. Kadang ada kegelisahan lainnya yang perlu kamu perhatikan ketika musimnya orang menikah tiba. Daripada gelisahmu menggeliat terlalu jauh, pertimbangkan dulu hal-hal ini.

1. Sebelum kamu berangkat di hari H pernikahan, kuatkan hatimu. Mungkin kamu akan sedih karena sebentar lagi teman-temanmu tidak bisa diajak hang out lagi.

Harus bisa menahan pemandangan yang seperti ini. via www.treehouse.ro

2. Tak ada gandengan yang dibawa? Jangan bersedih hati karena kawan atau keluarga bisa diajak serta.

Datang sama saudara cewek juga gak masalah. via tamanbermaindropdeadfred.files.wordpress.com

Kamu jomblo dan malas datang sendiri ke acara pernikahan kawanmu? Gak usah malu-malu mengajak kawan atau anggota keluargamu untuk ikut datang. Hitung-hitung kamu bisa berbagi keceriaan dengan mereka, makan gratis misalnya. Hal ini bisa jadi pengalihan topik untuk kamu-kamu jombloers dan yang takut ditanya kapan nyusul.

3. Yang jomblo, yang jomblo! Manfaatkan resepsi pernikahan untuk mencari jodoh daripada cuma meratap sedih.

Advertisement

Dari sekian tamu, pasti ada yang menarik via www.weddingideasmag.com

Yakinlah kalau kamu bukanlah satu-satunya jomblo yang datang ke acara pernikahan. Di antara sekian banyaknya tamu undangan, pasti ada satu, dua, atau beberapa yang bernasib sama. Pasti juga ada poin peluang untuk menemukan jodoh yang cocok untukmu, meskipun itu hanya kecil. Oleh karenanya jangan ragu untuk memulai obrolan dengan orang di sebelahmu. Jangan juga buru-buru pulang. Kamu tak mau kan melewatkan momenmu?

4. Siapkan mental yang lebih tebal dari baja. Barangkali masih ada saja yang nekat menanyakan deadline kamu untuk berumah tangga.

Kamu kapan nyusul kita-kita? via ih.constantcontact.com

“Kamu datang sama siapa ke sini?”

“Sama mama aku.”

“Oh, cowoknya mana? Kapan rencana nikahnya?”

Kalau ada yang lancang bertanya seperti itu, memang rasanya gatal sekali untuk menonjoknya. Tapi gak mungkin juga kan? Kamu perlu mempelajari tips-tips dan bentuk-bentuk jawaban untuk membalasnya. Pastikan jawaban itu membuat orang yang jahil itu mati kutu.

5. Ada rasa iri dengan pesta pernikahan semegah itu. Kamu bisa survey untuk masa depanmu sekalian di momen ini.

Kateringnya enak. Boleh nih dicoba buat pernikahanku nanti. via img.epochtimes.com

Kalau kamu mau sekalian survey tentang pesta pernikahan kamu nanti, sah-sah saja lo. Kamu bisa menanyakan seputar fasilitas dan layanan katering dari tim katering yang bertugas. Tentunya saat mereka sedang tidak sibuk, ya. Sebelumnya cicipi dulu masakan yang mereka buat. Barangkali enak dan unik, baru kemudian kamu meminta kontak atau kartu nama katering. O iya, temukan channel-channel yang bisa dipakai untuk pernikahanmu dengan kartu nama. Biasanya kamu akan menemukan sejumlah kartu nama di meja tamu. Entah itu fotografernya, penata dekor, gedung, atau katering.

6. Undangan pernikahan datang di tanggal tua. Soal kado, ternyata perlu kamu koordinasikan dengan baik.

Kalau ada banyak undangan, kamu bisa pusing jika mengaturnya kurang apik. via welcome.deniseflowercottage.com

Ketika tanggal tua datang dan dompetmu semakin menipis, perihal kado kadang jadi masalah juga untukmu. Menyiasati hal ini, coba kamu mengajak kawanmu untuk iuran. Semakin banyak, semakin ringan juga.