Kok masih jomblo aja sih? Gak laku ya?

Bukaan. enak aja. Aku jomblo karena pilihan kok.

Term ‘Jomblo Karena Pilihan’ memang menyelamatkan. Selama ada kalimat ini rasanya kesendirian jadi halal. Gak perlu lagi khawatir dicap macam-macam karena toh ini semua soal prioritas dan keputusan.

Eits, tapi…sebenarnya ada lho bedanya mereka yang memang jomblo karena pilihan dan mereka yang memang kurang laku di pasaran. 8 hal yang akan Hipwee ungkap ini bisa membantu menjelaskan.

1. Jomblo karena pilihan selalu bisa menikmati kesendirian. Jomblo yang kurang laku sedikit-sedikit bawa perasaan

Jomblo yang kurang laku selalu baperan via www.jason-gina.com

Waktu harus jalan ke mall sendiri, nonton sendiri, sampai makan sendiri dijalani dengan selow saja oleh para jomblo yang memilih sendiri karena pilihan. Bagi mereka kesendirian sama sekali tidak menyedihkan. Justru ini adalah kesempatan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

Advertisement

Sementara buat mereka yang memang kurang laku kesendirian terasa menakutkan. Baru sendiri sebentar udah baper gak karuan.

2. Jomblo yang kurang laku sering merasa kurang PD sama kesendiriannya. Sementara yang memang memilih jomblo sih santai saja

Yang emang santai sih selow aja…. via www.jason-gina.com

“Sama siapa lu?”

“Sendiri.”

“Yaelah…jomblo amat sih?”

Mendapatkan pernyataan macam ini bisa bikin hati jomblo yang memang kurang laku tersayat. Rasanya harga diri terinjak-injak waktu dibilang sendirian ke mana-mana, seperti kurang laku saja sampai belum punya pasangan yang bisa dibawa jalan berdua.

Sementara buat jomblo yang memang memilih sendiri ejekan macam ini selalu ditanggapi dengan santai. Namanya juga pilihan, kalau ada yang komentar ya memang konsekuensi yang harus diterima…

3. Jomblo karena pilihan gak pernah merasa harus buru-buru PDKT. Dia yang memang kurang laku malah seperti kejar target –harus dapat, gak boleh meleset!

Kejar target! Gak boleh meleset via www.jason-gina.com

Bagi mereka yang memilih jomblo karena keputusan sendiri hari-hari dijalani dengan santai, sampai ada dia yang memang pas untuk dibukakan pintu hati. Gak perlu harus terburu-buru PDKT jika memang belum ada yang pas. Lebih baik menunggu sampai diri sendiri pantas.

Sementara bagi mereka yang kurang laku, proses mencari cinta itu seperti mengejar target. Pokoknya harus dapat! Gak boleh meleset.

4. Setiap lihat teman yang udah bahagia sama partnernya jomblo karena pilihan ikut bahagia. Sementara dia yang sebenarnya kurang laku mengelus dada

Sementara dia yang kurang laku mengelus dada via www.jason-gina.com

Perbedaan mendasar antara jomblo karena pilihan dan jomblo yang memang kurang laku ada di tanggapan mereka terhadap kebahagiaan orang lain. Sementara si jomblo karena pilihan sendiri santai aja dan ikut bahagia — jomblo yang kurang laku sering merutuki nasibnya.

“Kapaaan coba gue bisa kayak mereka?”

5. Jomblo yang sadar diri memilih single gak pernah ‘menjual’ kesendiriannya. Kalau yang emang gak laku sih kelihatan merana di sosial media

Jomblo pilihan gak pernah merana di sosial media via www.jason-gina.com

Postingan jomblo pilihan: Santai aja. Gak pernah menghighlight kesendiriannya. Gak kelihatan merana

Jomblo yang kurang laku: Apa-apa dihubungin sama kejombloannya. Sampai follower malas sendiri lihatnya.

6. Dalam doa, jomblo karena pilihan meminta dipertemukan dengan jodoh di waktu paling tepat. Jomblo yang kurang laku sih doanya asal cepat

Jomblo yang kurang laku asal cepat… via www.jason-gina.com

Jomblo karena pilihan selalu berdoa agar dipertemukan dengan jodoh di waktu yang paling tepat. Semua bukan masalah cepat. Asal datang di waktu yang memang sudah paling apik untuk terjadi.

Sementara jomblo yang kurang laku tiap malam selalu berdoa agar dipertemukan dengan codoh secepatnya. Udah gak sabar segera bertemu dia yang bisa diajak menjalani hidup berdua.

Jadi, kamu termasuk yang mana? Jomblo karena pilihan atau memang dia yang kurang laku di pasaran?