Kata buku PPKn dan Bapak Guru jaman SD dulu, jangan pilih-pilih temen! Sekarang kita pun tumbuh jadi anak muda teladan yang siap berteman dengan individu dari berbagai latar belakang. Mau yang asalnya dari Aceh sampai pelosok Kalimantan. Mau yang kaya tujuh turunan, sampai yang justru sering pinjam uang.

Teman yang sering pinjem ini unik, sih. Di satu sisi, kamu tahu sebenarnya dia orang yang mampu. Dia pun pinjem ke kamu bukan untuk hal-hal esensial seperti SPP atau uang kosan — melainkan untuk nongkrong, bensin, atau rokok. Kamu pun segan untuk menolak karena… yah… karena dia temanmu. Masa’ sama teman aja ngitung banget?

Tapi kalau pinjemnya agak keseringan, bikin repot juga sih. Kamu pasti gak enak nagihnya sementara sumber daya finansialmu juga terbatas (Kamu bukan Roro Fitria, men).

Jadi gimana tipsnya supaya si teman baik ini berhenti pinjem duit ke kamu? Mari kita investigasi apa saja yang bisa kamu lakukan!

1. Selalu bawa uang pas setiap main sama dia. Pokoknya, uangmu ini cuma cukup buat kamu aja.

“Duh sori, duitku pas nih.” via atasteofgoodliving.tumblr.com

Advertisement

“Eh, kamu tombokin es krim aku dulu ya! Aku lagi ngga ada uang nih, biasaa, akhir bulan~ Hihihihi…”

“Aduh, aku juga cuma bawa uang pas.” *sambil ngelambaiin satu lembar uang Rupiah bergambar I Gusti Ngurah Rai*

Kalau udah tahu mau main sama dia, bawa uang pas aja! Kalau perlu tinggal dompet, kartu ATM, dan CC kamu di rumah. Bawalah uang sejumlah kira-kira yang nanti kamu butuhkan, lalu Rp50.000 ekstra untuk cadangan. Duit cadangan ini jangan dipamerin ya, tapi ditaruh di jok motor aja. Ingat, berjaga-jaga kalau ban motormu pecah atau bensinmu habis di jalan pulang jauh lebih penting daripada minjemin dia uang buat beli es krim cuma karena kamu gak enakan~

2. Jangan makan sama dia sendirian! Ajak teman yang lain, supaya bukan cuma kamu yang bisa dia andalkan untuk meminjamkan uang

Rame-rame kayak gini via yingchao.tumblr.com

“Aku pinjem kamu dulu, ya!”

“Waah, aku lagi bokek banget nih bulan ini… Pinjem Reta gimana? Atau Didit?”

Supaya bukan cuma kamu yang bisa dia pinjemin uang, ajak dia gavl sama anak-anak lain yang juga jadi teman satu permainan kalian. Dengan begini, kamu gak bakal gak enak banget mengelak permintaannya karena dia masih bisa minta tombok ke anak-anak yang lain. Syukur-syukur kalau anak lain ini ternyata lebih mampu daripada kamu. Lagian kalau perginya rame-rame, main barengnya pasti jadi lebih seru! *alasan! Sebenernya biar kamu gak nombokin dia aja sih*

3. Kalau dia baru beli gadget, tas, baju, sepatu, piano, hewan peliharaan, atau apapun yang harganya selangit, coba deh tanggepin: “Ih, banyak duit amat sih kamu!” :p :p :p

“Tas baru yaa?” via elfuhrelf.wordpress.com

Kadang teman kita suka pinjem duit bukan karena dia kurang berada. Mungkin kartu ATM-nya abis ilang, mungkin dia terlalu boros di awal bulan, mungkin uangnya (yang sebenarnya cukup banget itu) habis duluan untuk hal-hal yang kurang penting. Karena itulah bukan gak mungkin dia beli gadget, tas, sepatu, kucing, atau gitar — lha wong sebenarnya dia berduit. Kalau kayak gitu, coba deh sekali-kali berceletuk:

“Ih, duitmu banyak ya? Bagi-bagi dong!”

“Kamu serius beli sepatu sebanyak ini? Lha terus nanti makan apa pas tanggal tua? Jangan nangis minta dibeliin aku makan lho ya~”

4. Kalau dia pelupa, ingatkanlah temanmu ini untuk bawa dompet/menyimpan kartu ATM-nya dengan baik

“Jangan lupa ATM kamu!” via aselimalang.com

“Eh, ini ATM siapa? Jangan ditaruh sembarangan, dong! Simpan di dompet kamu gih…”

Biasa banget deh kalau teman yang tukang pinjem ini juga pelupa. Bahkan ini alasan utama kenapa dia sering banget ngedadak minta ditombokin ini-itu. Kalau ini temanmu banget, kamu bisa mencegah dia pinjem uangmu dengan mengingatkannya untuk selalu menyimpan kartu ATM/dompetnya dengan baik. Sekali ceroboh sih nggak papa, tapi kalau berkali-kali dan ngerepotin orang itu ngeselin namanya!

5. Satu hal yang bisa banget kamu coba: pinjem duitnya balik!

Pinjem duitmu dulu yaa… aku lagi fakir banget 🙁 via huffingtonpost.com

Nggak cuma dia, kamu juga bisa punya hari sial. Mungkin waktu itu dompetmu keselip atau kartu ATM-mu ketelen mesin. Kalau kebetulan kamu yang butuh uang, jangan ragu buat minjem balik ke dia. Selain karena kemungkinan besar dia masih punya utang ke kamu, ini juga efektif untuk mengingatkan dia bahwa kamu gak semampu yang mungkin dia kira.

6. Kalau udah parah banget, galilah bakat debt collcting-mu yang selama ini tersembunyi dan tagih temanmu ini sampai kiamat kubra terjadi

Bit** better have my money via exclusiveaccess.net

Bon dia ke kamu udah sampai lebih dari ratusan ribu? Wah, itu sih parah namanya. Kamu yakin dia menganggapmu teman? Karena kalau kalian memang teman, dia pinjam pasti juga pakai perasaan.

Kalau hutangnya udah keterlaluan, jangan sungkan. Tagih aja! Gali bakatmu sebagai debt collector dan praktikkan langsung dengan dia sebagai target pertamanya. Kalau perlu lacak teman-temanmu yang lain, siapa tahu juga dipinjemin duit sama dia. Menjadi debt collector secara bersama-sama dan mendatangi kostnya bisa ampuh dalam kasus yang sudah parah banget seperti ini.

7. Tapi ingat juga bahwa dia masih punya sisi positif. Sering meminjam hanyalah satu sisi dari pribadinya yang mungkin perhatian atau pandai jadi pendengar

Teman maskeran bareng! via tumblr.com

Di balik sikapnya yang agak sering minta ditombokin, jangan lupa bahwa dia masih menyimpan sisi positif. Bukannya sisi positif inilah yang awalnya meyakinkanmu untuk jadi teman baiknya? Kalau sebal sama dia, jangan lama-lama, ya. Bisa jadi kamu akan kehilangan salah satu teman paling perhatian dan paling sayang di hidupmu andai nggak sabar menghadapi sifat pemboros atau pelupanya.

Jangan buru-buru meninggalkannya karena kebiasaan buruknya ini. Yakin deh, kamu cukup pintar untuk tahu mana teman yang hanya punya kebiasaan buruk dan mana yang memang menganggap kamu semacam sapi perah untuk dimanfaatkan 😉

Semoga beruntung menghadapi sahabat kamu yang unik ini ya. Punya tips lain gak buat menghadapi teman tipe begini? Bagi-bagi rahasia kamu, dong! Hihihi.