Space cat via imgur.com

Pada tahun 1964, seorang guru SMA bernama Edward Nkoloso menjadi buah bibir di negaranya, Zambia, karena idenya untuk mengirim pemuda-pemuda Zambia serta satu ekor kucing ke luar angkasa dengan ketapel raksasa. Ia meluncurkan program penjelajahan luar angkasa atas inisiatif sendiri, setelah pemerintah negaranya menolak untuk ikut campur. Ia mendesain program pelatihan yang diantaranya mengharuskan para calon astronot masuk ke dalam gentong minyak dan menggulingkan diri dengan gentong tersebut dari atas bukit. Selain itu, dengan maksud mensimulasikan ketiadaan gravitasi bumi, ia menyuruh para calon astronot untuk bermain ayunan. Ketika para calon astronot tersebut berada di titik ayunan paling tinggi, Nkoloso akan memotong tali yang menahan ayunannya. Nkoloso juga mengajarkan mereka untuk berjalan dengan tangan karena itu adalah “satu-satunya cara agar manusia bisa berjalan di Bulan.”

Untuk membiayai programnya ini, Edward Nkoloso mengajukan proposal ke UNESCO dan memohon bantuan dana sebesar 700 juta dolar. Tentu proposal ini akhirnya ditolak.

Afronauts / Cristina de Middel via www.brownswood.co.uk

Untuk negara yang saat itu hanya punya kurang dari 100 sarjana, bisa dibilang Zambia hampir mustahil bisa memenuhi ambisi ini. Namun, Edward Nkoloso tak mudah menyerah. Ia luar biasa optimistis. “Zambia akan menempatkan putra-putranya di bulan dan Mars pada tahun 1965, mendahului Amerika dan Uni Soviet.”

Advertisement

Kepada Majalah TIME Amerika, Nkoloso mengatakan bahwa seandainya rakyat Zambia tak menghambur-hamburkan energi dan uang mereka untuk menggelar perayaan kemerdekaan, mereka sudah akan bisa mendarat di Bulan dan Mars. Ia juga mengatakan bahwa mata-mata Amerika dan Rusia berniat mencuri rahasia program luar angkasa ini darinya dan kucingnya.

Afronauts / Cristina de Middel via taboofart.com

Guru SMA yang juga pendiri National Academy of Science, Space Research, and Philosophy of Zambia ini (lembaga tidak resmi dan tidak terafiliasi dengan pemerintah Zambia, -red) akhirnya harus menyerah. “Calon-calon astronot saya lebih suka satu sama lain daripada latihan.” Dilaporkan juga, seorang gadis 17 tahun yang awalnya juga akan diberangkatkan ke luar angkasa oleh Edward Nkoloso berakhir hamil.