Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua..

Salah satu konsekuensi tinggal di negara yang punya beragam suku, agama, ras, dan golongannya adalah kita harus memiliki jiwa toleransi yang tinggi. Tanpa rasa toleransi, mustahil kita akan bisa hidup berdampingan dengan damai. Mayoritas tidak boleh merasa paling benar dan ingin memaksakan paham, minoritas pun tak boleh bermain diam-diam untuk memperluas pengaruh. Kita harus saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing, karena memilih keyakinan apapun adalah hak setiap orang yang tak boleh dipaksakan.

Salah satu isu yang selalu mengundang sentimen masyarakat luas adalah hal-hal yang berkaitan dengan agama. Hal sekecil apapun bisa menjadi masalah besar ketika dikaitkan dengan isu agama. Yang terjadi akhir-akhir ini pun sama, suasana kehidupan antar umat beragama sedang cukup meningkatkan tensi. Ibarat bara yang terkena angin sedikit saja bisa jadi api yang besar. Tak banyak yang bisa kita lakukan selain terus menjaga interaksi dengan orang-orang di sekitar kita sebaik-baiknya, mencoba menebarkan semangat positif kebersamaan pada orang-orang terdekat.

Perayaan hari raya agama tertentu bisa jadi momen yang baik untuk menunjukkan rasa toleransi, hari di mana kebahagiaan dibagi dan disebarkan ke semua orang. Entah itu Idul Fitri, Natal, Waisak, Nyepi, maupun hari raya lainnya. Semuanya dirayakan dengan kebahagiaan dan semangat berbagi cinta pada sesama.

Kalimat-kalimat sederhana ini bisa kamu ucapkan pada mereka yang berbeda keyakinan dan sedang merayakan hari raya untuk menunjukkan kepedulian, bahkan terkadang tanpa harus mengucapkan kata “selamat” sekali, tapi maknanya tidak akan mengurangi.

1. Karena saat hari raya kita biasa berkumpul bersama keluarga, kamu bisa mengucapkan “Selamat berkumpul dengan keluarga ya, salam buat bapak-ibu dan saudara.”

Advertisement

Berkumpul bersama keluarga saat hari raya via hipwee.com

Momen hari raya biasanya dimanfaatkan oleh keluarga untuk berkumpul dan bercengkerama bersama. Yang bekerja di luar kota akan pulang mengunjungi keluarga di kampungnya. Semuanya berkumpul dan menomorduakan urusan lainnya. Karena itu, cukup dengan mengucapkan kalimat sederhana ini kamu sudah menunjukkan rasa toleransi.

2. Salah satu tradisi hari raya biasanya adalah berbagi pada sesama, entah itu makanan atau hal lainnya. “Butuh tenaga tambahan untuk bagiin ini ke orang-orang nggak?”, bisa jadi bukti kepedulian

Berbagi ke sesama via nydailynews.com

Dalam beberapa hari raya agama tertentu, biasanya ada tradisi untuk membagi-bagikan makanan atau hal-hal lainnya pada orang yang membutuhkan. Dan biasanya proses pembagian ini membutuhkan banyak tenaga, kamu bisa banget menawarkan diri untuk memberikan bantuan. Niatnya nggak harus membantu perayaan hari rayanya, tapi sekedar membantu sesama yang membutuhkan.

3. “Eh, kemarin aku lihat aksesoris di toko A lucu-lucu lho, nggak beli di sana saja?”, kalimatnya sederhana banget tapi maknanya tetap mengena

Beli aksesoris imlek lucu via berisatu.com

Tiap hari raya biasanya butuh aksesoris tertentu dalam perayaannya. Entah itu ketupat, lonceng, bunga, atau apapun. Menunjukkan toko aksesoris yang lucu atau murah bisa membuat temanmu berbahagia karena merasa kamu menghargainya. Kelihatannya sederhana sih tapi bagi mereka yang merayakan, kalimat ini pasti terdengar sweet.

4. H-1 hari raya tiba, kesibukan baik di rumah maupun rumah ibadah pasti memuncak. “Aku ke rumahmu sekarang ya! Mau minta makan, hahaha” bisa jadi candaan yang istimewa

makan bareng via detik.com

Kesibukan mempersiapkan hari raya bisa macam-macam, dari mulai memasak makanan-makanan khas hari raya, membuat dekorasi cantik, menyiapkan keperluan ritual ibadah, sampai bersih-bersih rumah. Kamu bisa lho berperan membantu apapun yang menurutmu paling gampang dan tidak bersinggungan dengan keyakinanmu. Cara kamu menawarkan bantuan pun bisa sambil bercanda seperti tadi.

5. “Butuh teman buat nemenin beli ini-itu atau sekadar jadi ojek?” bisa jadi tawaran paling manis di tengah kesibukan temanmu mempersiapkan hari besarnya

Bantu-bantu ini itu via asianews.it

Mungkin ada banyak hal yang perlu di beli sebelum hari raya tiba, bisa baju baru maupun kebutuhan lainnya. Kamu bisa menghadirkan dirimu di tengah kebahagiaan itu dengan menemani mereka berbelanja. Kalau belanjanya sendirian ‘kan nggak seru, pasti mereka akan sangat senang kalau kamu menawarinya belanja.

6. Dan saat hari raya mereka tiba, tanpa banyak bicara lagi kamu bisa mengambil peran untuk menjaga keamanan atau sekedar mengabadikan momen-momen ibadah dalam foto yang istimewa

Ujmat muslim jadi pecalang saat Nyepi via kompasiana.com

Di hari H, mereka yang sedang merayakan hari raya pasti hanya ingin berfokus pada ritual peribadatan yang mereka jalani. Dan kita yang tidak merayakannya bisa ikut ambil bagian dengan memastikan ibadah mereka berjalan dengan aman. Atau kalau kamu merasa tak cukup kuat untuk ikut serta menjaga keamanan, kamu bisa itu jadi tukang foto kalau diperbolehkan agar momen istimewa mereka terabadikan.

Mungkin terlihat sederhana, tapi dari sesuatu yang kecil kadang kita justru mendapatkan manfaat yang besar. Termasuk untuk urusan toleransi, hal-hal kecil yang kita lakukan justru bisa memperkuat ikatan persaudaraan meski berbeda keyakinan. Kalau kamu belum siap untuk menunjukkan rasa toleransi yang lebih jauh karena takut menyinggung keyakinanmu, itupun tidak masalah asalkan kamu bisa memastikan itu tidak akan mengganggu mereka. Karena jika diammu tidak menyebabkan masalah, artinya kamu pun sudah memiliki rasa toleransi yang sama tingginya.

DISCLAIMER: Penulis tidak memaksa kamu untuk sepakat dengan isi tulisan ini, setiap orang punya alasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dan kita harus saling menghargai soal itu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya