Jika biasanya polemik pornografi menjangkiti tayangan televisi, sinema, buku, atau produk media massa lainnya, kali ini netizen dibikin tersentak oleh produk makanan. Coba tebak? Yup, bihun instan. Bukan karena terlalu banyak kandungan ini dan itu, melainkan karena bungkus kemasan bihun instan bernama Bikini (akronim dari Bihun Kekinian) ini dianggap tidak senonoh dan mengandung unsur pornografi, sampai-sampai diprotes oleh lembaga konsumen Indonesia.

Daripada penasaran langsung aja yuk scroll ke bawah!

Selain artwork atau gambarnya menjurus pornografi, tulisan slogannya malah makin memperkeruh maslaah: ”remas aku”

Bikin-i via liputan8.com

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi memprotes sebuah produk makanan ringan bermerek Bikini. Beliau mengatakan bahwa makanan yang banyak dijual di media sosial tersebut tidak senonoh.

“Itu adalah sebuah produk makanan ringan (mi instan) dengan tajuk yang sangat tidak edukatif bahkan tak senonoh,” Tulus via tempo.co

Belakangan, makanan ringan buatan perusahaan makanan ringan bernama Cemilindo itu memang tersebar melalui pesan berantai. Kemasannya menampilkan penampakan tubuh wanita dari bahu hingga panggul yang hanya mengenakan bikini. Tak bisa dipungkiri kalau visualnya memang provokatif. Tapi yang sebenarnya memancing emosi banyak kalangan adalah tulisan ‘remas aku’ pada bagian bawah yang agaknya merupakan slogan dari bihun instan tersebut.

Berita soal bihun Bikini ini cepat tersebar. Malah sampai sekarang masih dijual melalui situs penjualan online. Jangan-jangan Kamu udah sempat beli?

Murah ya? via olx.co.id

YLKI memprotes peredaran produk tersebut dan memintanya segera ditarik dari pasaran. Setelah melalui pengecekan, produk makanan ringan itu ternyata juga belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kendati mencantumkan logo halal, Tulus menduga logo tersebut palsu. Ia menuntut BPOM memberikan teguran keras kepada produsen. Selain itu, ia juga meminta agar segala bentuk penjualan lewat media sosial segera ditutup.

“Penjualan via online, khususnya yang via www.olx.com dan Bukalapak.com, agar segera dihentikan. Konsumen pun tak usah membeli produk makanan seperti itu, khususnya anak-anak,” Tulus via tempo.co

Harganya sih murah, belasan ribu. Tapi efek sampingnya lho yang mahal.

Murah ya? via olx.co.id

Ternyata bihun Bikini ini punya 4 varian rasa: pedas, jagung bakar, balado dan pizza. Nah, kisaran harganya sih tergolong ramah di kantong, mulai dari 15 ribu sampai 18 ribu rupiah. Tapi, efek sampingnya lho yang mahal. Kalau dipesan sama anak-anak di bawah umur bisa berabe. Baiknya sih, kemasan bihunnya didesain ulang agar anak-anak nggak mikirin hal negatif soal bihun ini. Tapi karena distribusinya sudah merebak kemana-mana otomatis penjualan bihun Bikini ini susah dikontrol. Mau bagaimana lagi, sekarang tergantung kebijakan yang jualan bihun ini deh.

Padahal ini cuma bihun lho. Kenapa harus sampai mengeksploitasi sisi seksualitas dan minta diremas-remas segala. Hmm kayaknya para pengusaha makanan kemasan perlu lebih cerdas mengolah branding produk mereka. Jadikan pelajaran yak.