“Cantik-cantik/ganteng-ganteng kok ngomongnya medhok!”

“Biar to! Memang masalah ngana apa?!”

Sebagai negara nusantara yang terdiri dari ratusan suku dan bahasa, wajar kalau masyarakat kita merupakan kelompok yang heterogenik dan sangat beragam. Meski begitu keharmonisan antar setiap warga negaranya tetap selalu dijaga agar selaras dan saling menghormati.

Jangan heran, meskipun di Indonesia sudah ada bahasa pemersatu yaitu Bahasa Indonesia, tapi dialek daerah asal seseorang masih sangat mempengaruhi cara mereka berbicara. Banyak menerima perbedaan ini, namun ada juga yang mencemoohnya… Tapi kamu dan siapapun yang logatnya kental sebenarnya tak perlu malu, karena kualitas-kualtas ini yang kalian miliki!

1. Tak perlu malu, logat itu kan juga bagian dari identitasmu!

Bagian dari identitas yang menggenapimu via twitter.com

Logatmu adalah bagian dari hidupmu, identitasmu, sesuatu yang membuat kamu adalah kamu. Kenapa harus malu? Kalau selama ini kamu tumbuh besar dan merasa nyaman dengan dialek daerah, kenapa harus merasa gerah ketika udah dewasa?

Advertisement

Nggak seharusnya kamu malu dan ingin melepaskan ideantitasmu hanya karena celaan satu dua orang. Lagipula orang yang mencela kamu karena identitasmu berarti tidak bisa menerimamu apa adanya… Nggak cocok juga buat dijadikan teman.

2. Dengan belajar bahasa daerah dan tidak melupakan logatmu, itung-itung kamu sekalian melestarikan kebudayaanmu.

Mencintai dan melestarikan budaya via putrashared.blogspot.com

Jangan gengsi untuk ngomong pakai logat tanah asalmu sendiri. Selain menjaga identitas tadi, kamu juga turut andil dalam melestarikan budaya bangsa. Jangan sampai kita yang anak Indonesia malah lupa sama nilai-nilai adat dan budaya. Cuek karena takut disebut nggak kekinian atau modern… Tapi begitu ada yang ngeklaim kesenian kita, baru mencak-mencak gak karuan.

3. Logatmu membuat kamu nampak beda, unik dan menarik dalam lingkungan bermasyarakat yang majemuk.

Jadi unik dan mencolok via www.rri.co.id

Hal ini akan semaki kelihatan jelas di lingkungan baru yang berbeda dengan daerah asalmu. Di sana kamu akan mendapatkan predikat spesial karena mudah diidentifikasi keunikannya. Dialekmu yang berbeda dari warga lain akan membuatmu punya tempat khusus dalam ingatan mereka.

“Ooh, Andi Makassar? Itu tadi lagi kerja bakti di samping.”

“Lihat Elli nggak? Iya, yang Batak bukan yang Sunda.”

Kamu punya peran istimewa untuk melengkapi sebuah kelompok masyarakat dengan identitasmu sebagai putra daerah mewakili tanah asalmu. Menggenapi semangat berbeda dalam persatuan juga!

4. Siapa bilang medhok itu kampungan? Punya logat kental itu malah lebih eksotis kok.

Lebih eksotis dan manis via screensay.com

“Hehehe Ana itu tambah menarik ya kalau sudah ngomong gitu. Logat melayunya ituloh, eksotis banget.”

Nggak perlu merasa malu dengan cara bicaramu yang masih khas daerah asal, karena sebenarnya banyak sekali orang baru yang senang dan tertarik mendengarnya. Dialek yang berbeda dan sangat khas memang menimbulkan kesan eksotis dan memicu rasa penasaran. Saking eloknya, bukannya nggak mungkin kalau ada beberapa orang yang ketagihan mendengarnya.

5. Menghargai beragam dialek dari seluruh nusantara berarti kamu berpikiran terbuka dan mencintai semangat Bhineka Tunggal Ika.

Berbeda-beda tetap satu jua via youtube.com

“Kamu asli mana tho? Aku kok baru tahu ini ya dengar logat kaya punyamu, apik… mbok aku diajari dikit-dikit! 😀 ”

“Sip, gampang! Ayuha ulun ajarin ikam!”

Mencintai bahasa daerahmu sendiri dan juga mengapresiasi bahasa khas daerah lain membuktikan kalau kamu punya semangat Bhineka Tunggal Ika dan nasionalisme. Perbedaan bukan untuk diabaikan atau dijauhi tapi untuk dirangkul dan dihargai. Dengan begitu kamu mendukung Indonesia untuk memiliki mental yang harmonis dan dinamis.

6. Logat khas juga dapat membantu dan mendekatkan kamu dengan ‘kerabat-kerabat’ asal tanah kelahiran yang ketemu di perantauan!

Menjalin silaturahmi di perantauan via ppih2012.blogspot.com

“Ah, urang awak? Uda, ba a kabanyo?”

Buat kamu-kamu yang di perantauan, logat dan bahasa daerahmu bisa sangat bermanfaat banget untuk menjalin relasi. Dengan logatmu kamu bisa dengan mudah membaur dengan para perantau lain dari daerah asalmu yang sudah lebih dulu menginjakkan kaki mereka di sana. Mereka bisa menjadi saudara baru yang membantu kamu, meskipun lagi jauh dari rumah dan keluarga! Karena memang ada rasa solidaritas yang lebih kuat saat bertemu dengan kawan seperjuangan di tanah perantauan.

7. Tanpa kamu sadari, dialek khas daerahmu sering terlihat seksi di mata orang luar.

Kartika Putri juga bangga dengan logat Tegalnya via www.lintas.me

Pacar: Beb, coba bilang kamu sayang aku dengan logat ngapak kamu dong…

Kamu: Hehehe, inyong sayang sama kowek Ndut…

Pacar: Duh rasanya emang lebih serrr gitu kalau pake ngapak :”)

Layaknya Bahasa Inggris yang diutarakan dengan logat Spanyol atau Perancis, Bahasa Indonesia yang dilafalkan dengan logat khas daerahmu juga bisa terdengar seksi. Bukan nggak mustahil kalau jodohmu nanti kepincut pada kamu salah satu faktornya adalah karena cara ngomong kamu yang menggoda itu. Pelafalan suku-suku kata yang unik atau beberapa bunyi fonem berbeda memang bisa sangat mempengaruhi kesan yang ditimbulkan pada pendengarnya. Aaaah~

8. Jangan lupa, kamu juga bisa menghibur teman dengan logatmu yang menggemaskan.

Kaya Mas Dodit itu lho~ via www.wikiwand.com

Udah banyak banget entertainer dan komedian yang memanfaatkan logat khas mereka untuk menghibur para fans. Mungkin kamu salah satu penggemar mereka juga. Lihat saja Oom Indro Warkop yang mahir banyak logat dari berbagai daerah. Atau Arie Kriting yang medhok logat Indonesia Timurnya. Selain memang konten yang mereka sampaikan lucu, cara mereka mengutarakannya semakin menambah penjiwaan dan memberi karakter sehingga penonton hanyut.

Coba deh hibur temanmu yang sedang sedih dengan tiba-tiba mengajaknya bicaranya pakai logat daerahmu yang kental. Utarakan candaan khas tempat asalmu juga boleh. Meskipun mereka nggak mudeng, tapi palingan juga senyum-senyum karena mendengar cara bicaramu yang unik.

9. Kamu juga bisa sangat diuntungkan ketika menawar harga pada pedagang lokal!

Hayooo tawar pakai bahasa daerah biar lebih murah via www.indo5.net

Pedagang: Sekebat duo ribu; ambek lah tigo kebat, limo ribu.

Kamu: Tigo kebat empat ribu be yo, Yuk…

Pedagang: Ha~ Iyo ambeklah!

Satu lagi yang nggak bisa dipungkiri, logat kental bakal sangat membantumu dalam urusan tawar-menawar di pasar lokal! Hahaha! Biasa lah, urusan berdagang di Indonesia. Memang kalau sama orang biasa harganya harga normal. Tapi kalau sama orang yang kesannya seperti saudara dari kampung sendiri, bakal diberi keringanan walau hanya sedikit.

Gimana, masih minder lagi kalau ngomong pakai dialek khas daerahmu sendiri? Ingin menyempurnakan Bahasa Indonesiamu dengan kaidah-kaidah yang benar memang niat yang bagus. Tapi jangan sampai kamu terpaksa merasa malu menggunakan logat khas daerah asalmu sendiri karena cibiran orang lain. Karena mencintai Indonesia berarti juga mencintai keberagaman yang bersatu didalamnya dan menjadikannya Negara Nusantara yang Perkasa!

“Kitorang samua basudara!”