Mamet! Mamet! Mamet ketinggalan di bandara!

Siapa yang tidak kenal Dennis adhiswara? Pria berwajah tampan yang hampir selalu dikenal dengan keluguan dan keculuannya dalam setia peran. Mungkin kita semua tahu, Dennis melejit sebagai Mamet dalam film Ada Apa Dengan Cinta.

AADC itu sebagai pintu awal karir saya, karena AADC saya bisa terlibat proyek lainnya

Selain berperan sebagai Mamet, ada peran yang tak kalah lugu dari mamet, yaitu Bimo dalam film Jomblo. Karena banyak peran-peran Dennis yang mencerminkan cowok lugu dan culun, orang banyak mengira kalau sebenarnya Dennis Adhiswara pun beneran seperti peran-perannya dalam film. Padahal enggak lho, Dennis Adhiswara itu lebih kompleks dari peran-perannya dalam film.

Nah, kira-kira apalagi ya sisi lain dari Dennis Adhiswara yang belum kamu tahu? Yuk simak artikel Hipwee tentang sisi lain Denni ‘Mamet’ Adhiswara

1. ‘Mamet’ yang lugu itu sebenarnya adalah pendiri dari Layaria, Multi Channel Network Youtube pertama di Indonesia.

Advertisement

Founder of layaria via s3-ap-southeast-1.amazonaws.com

Layaria muncul sebagai Multi Channel Network Youtube pertama di Indonesia. Ia bergerak sebagai wadah bagi para kreator video lokal untuk bareng-bareng berkreasi, membangun, menciptakan atmosfer bisnis, dan mendistribusikan karya lewat YouTube. Tuh, jangan ngeremehin ‘Mamet’ ya, diam-diam si ‘Mamet yang pernah ditinggalin di bandara itu pendiri dari Layaria lho~

Kenapa namanya Layaria? Karena layar dan ria, simpel. Gue nulisnya juga pas lagi senang, jadi Layaria. -Dennis Adhiswara-

2. Dennis pengen banget main film ber-genre Robot dan Alien. Udah bosan sama genre drama, religi dan alien.

Japanese actor Ken Matsudaira (R), clad in a robot suit via timedotcom.files.wordpress.com

Kalau nggak ada yang mau bikin film robot, gue bikin bikin juga nih!

Sejak tahun 2012, Dennis Adhiswara selalu menolak film yang ber-genre cinta-cintaan, religi, dan horor. Karena dia sudah pernah main semua jenis genre tersebut. Dennis mengaku, pengen Indonesia punya film-film berbau robotik dan alien, sebab dia sudah jengah dengan konten film Indonesia yang nggak jauh dari drama, horor dan religi. Uniknya, kalau ada tawaran bermain film genre religi Dennis mau asalkan ada unsur robot-robotnya,

Tapi kalau ada yang nawarin film religi 2 robot jatuh cinta beda agama gue mau, Serius! Gue mau, atau ada robot yang pertama kali masuk islam, gue mau dan gue pengen. -Dennis adhiswara

3. Udah tahu kan sebenarnya Mas Dennis Adhiswara itu sutradara, Nah, kira-kira siapa ya sutradara idolanya Mas Dennis?

Steven Spielberg via i.huffpost.com

Kalau sutradara yang saya idolain sih Steven Spielberg dan Quentin tarantino

Ini penting, saat kamu tahu kamu mau jadi apa, kamu harus belajar dari orang-orang yang lebih dulu terjun ke dunia yang menjadi tujuanmu tersebut. Kayak Mas Den, dia mempelajari pola film karya dari Spielberg dan Quentin. Tapi, kata Mas Dennis, ada yang lebih penting, yaitu

Meniru idola itu bagus, tapi belajar dari idolanya idola itu lebih bagus

Nah dari situ saya bisa belajar idolanya mereka berdua itu siapa, dari situ keliatan polanya. Misalnya, idola Quentin itu si A, B, C, D kelihatan tuh polanya, gitu juga saat saya nonton Spielberg. Idolanya si A, B, C ,D. Kasarnya, lo suka si A dan lo cari tahu si A itu ngidolain siapa, nah dari situ lo belajar tuh, kalau gue gitu.

4. Dalam dunia seni peran, Dennis selalu memilih peran yang masih ada dirinya di peran tersebut.

Mamet yang lugu via cdn.klimg.com

Dennis Adhiswara itu lebih kompleks. Mamet dan Bimo itu hanya sepersekiannya dari Dennis Adhiswara.

”Makanya kalau saya ditawari sebuah peran, saya balikin lagi ke saya, ini kira-kira perannya saya bisa jujur gak sama karakter ini, ada sifat itu gak ya di saya, saya orangnya gini gak ya.” Tuh, buat kamu yang pengen jadi aktor, kamu bisa banyak belajar nih dari Dennis Adhiswara dalam milih peran. Gak asal dan gak comot aja. Sebab, berakting itu harus jujur.

“Ini guru gue yang ngomong (Slamet Rahardjo). Gue seneng banget sama dia, kata dia yang namanya aktor tu harus jujur, kalau lo jatuh cinta lo jujur, lo mau bunuh orang lo jujur, lo marah lo jujur, lo harus rasain itu”.

Tapi, aktor yang baik adalah yang bisa mengontrol perasaan itu

5. Buat kamu yang sering buntu ide, kamu harus konsultasi sama Dennis Adhiswara soal ide kreatif. Nggak ada istilahnya mentok ide.

Ide itu akan selalu ada via aws-dist.brta.in

Saya nggak percaya yang namanya nggak ada ide. Orang yang ngomong ide itu susah dicari mungkin lupa suatu saat dia akan mati tanpa karya karena bilang gak ada ide

”Waktu itu gak bisa diproduksi lagi, aku paling pantang namanya berdiam diri, tidak produktif dengan alasan nggak ada ide, aku lebih percaya ide itu bisa dibangun melalui proses, gimana ya? Aku setiap pagi itu seneng karna ngerasa ‘Yes, gue masih ada hidup!’’

Tuh, buat kamu yang suka bilang mentok ide, kudu belajar banyak dari Dennis Adhiswara. Gak pernah ngeluh soal ide, terus berproses sampai akhir hayat.

6. Inilah pesan kreatif dari Dennis Adhiswara untuk generasi muda indonesia.

Think creative! via cdn.klimg.com

Belajar terus, percayalah pada proses. Gagal itu untuk dipelajari bukan untuk diratapi, terakhir, hati-hati sama yang namanya star syndrome.

Gue udah tahu arti sutradara dan pengen banget jadi sutradara itu dari kelas 4 SD. Gue kan kuliahnya jurusan penyutradaraan, ternyata makin kesini, ini bukan masalah gue jadi sutradaranya, atau jadi produser, bukan itu. Tapi, passion saya itu adalah problem solving. Saya mencari solusi, tapi kebetulan, solusi saya itu dari lingkup mana? Ternyata solusi saya dari lingkup story telling. Story telling itu luas, bisa komik, bisa game, bisa film pendek, bisa video youtube, bisa film bioskop, bisa serial TV, nah saya pengen jadi problem solver disitu dan kedua, saya percaya masterpiece produk kreatifnya Indonesia itu sedang di benak entah siapa di Indonesia.

Kuncinya itu adalah edukasi. -Dennis adhiswara

Nah, udah tahu kan siapa Mamet sebenarnya. Mamet yang culun, cupu dan cintanya nggak dianggap itu ternyata punya sisi kreatif yang bisa banget kita tiru. Dennis Adhiswara adalah segelintir anak muda kreatif yang ingin Indonesia berkembang dan maju melalui film dan industri kreatif. Kalaupun semua anak indonesia se-kreatif Dennis, mungkin kita udah gak pusing nyari lahan untuk berproses kreatif, toh wadahnya banyak. Yuk bareng-bareng berproses kreatif!