Manusia tentu saja sudah jauh berkembang dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Tak hanya berkembang, manusia juga banyak berubah di banyak area. Salah satu perubahan yang paling kentara saat ini adalah perubahan di bab pernikahan khususnya tentang batasan umur pernikahan. Dulunya ceweklah yang merasa harus buru-buru menikah, ternyata saat ini cowok juga banyak yang merasa seperti itu.

Kali ini Hipwee Boys akan membahas dan mungkin saja mengkritik beberapa fenomena cowok yang malah cenderung lebih pengen buru-buru menikah ketimbang cewek. Memang bagus sih, hanya saja perubahan ini terbilang cukup aneh sih dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Bukan ingin menyalahkan sih, hanya ingin membicarakan anomali yang memang baru berlangsung beberapa tahun belakangan. Yuk, kita simak aja pembahasannya!

Masuk akal kalau cewek pengen buru-buru nikah. Mereka memang punya usia reproduksi yang harus diikuti, nah kalau cowok?

Cowok nggak ada batasnya!

Cowok nggak ada batasnya! via askmen.com

Dalam hal umur dan pernikahan, wajar saja kalau cewek sering memaksa cowok untuk segera menikahinya. Selain karena tekanan sosial yang memang lebih besar dibandingkan dengan cowok, cewek punya usia reproduksi yang memang harus diikuti. Akan terlalu tua bagi seorang cewek untuk melahirkan di usia 30an. Memang benar, hidup ini nggak hanya urusan beranak saja, namun siapa sih yang nggak pengen punya keturunan?

Yang aneh adalah saat cowok buru-buru pengen nikah. Secara seksual cowok akan bisa aktif rata-rata hingga usia 50an. Jadi, kalau cowok menikah di usia 35 sekalipun, logikanya cowok masih akan tetap bisa punya anak. Jadi, dari sudut pandang reproduksi, cowok jelas tidak punya urgensi sebesar cewek. Jadi, kenapa begitu buru-buru dan kesannya malah jadi cowok ya yang pengen segera menikah?

Dari segi finansial, normalnya cowok harus memiliki banyak modal untuk menikah sedangkan cewek tidak diwajibkan seperti itu

Masih banyak tanggung jawab cuy!

Masih banyak tanggung jawab cuy! via i.huffpost.com

Dari segi finansial, dalam kehidupan di Indonesia cowok adalah pihak yang harus menyiapkan segala sesuatunya buat cewek sedangkan cewek tidak. Jadi dalam sense ini, wajar kalau cewek ingin menikah di usia muda karena memang dia tidak diwajibkan memikul tanggung jawab finansial seperti cowok. Meskipun, sebenarnya akan sangat lebih bagus jika cewek juga punya kemampuan finansial yang mumpuni.

Beda dengan cewek, cowok memiliki tanggung jawab finansial yang nggak kecil. Bagi cowok-cowok yang memang sudah terlahir kaya raya, memang mudah saja mau menikah kapanpun. Masalahnya adalah kenapa cowok-cowok yang secara finansial belum begitu bagus malah justru ngebet nikah. Apa nggak aneh?

Alasan agama memang susah disangkal, tapi jika alasannya menikah adalah menjaga nafsu, apakah berarti pikirannya hanya dipenuhi nafsu?

Emangnya cuma seks yang dipikirin?

Emangnya cuma seks yang dipikirin? via hillarysloan.areavoices.com

Ini bukan menistakan atau apapun, hanya mempertanyakan saja. Banyak cowok yang memilih untuk menikah di usia sangat muda untuk menjaga dari dari zina. Well, alasannya memang sangat mulia sih dan nggak salah juga. Tapi pertanyaannya adalah, banyak orang yang bisa selamat dari zina meskipun tanpa menikah. Kenapa? Ya karena di otak mereka nafsu seksual adalah nomor sekian dibandingkan dengan kesibukannya adalah mengejar mimpi. Nah pertanyaan bagi orang-orang yang menikah di usia muda untuk menghindari zina adalah, apakah isi otak kalian hanya seks semata hingga nggak bisa tahan lagi?

Sekali lagi ini bukan menistakan, hanya sebuah pertanyaan yang mungkin banyak orang pengen tanya tapi nggak sampai hati. Tapi seseorang harus mempertanyakannya. Karena saat sebuah hal dianggap memiliki kebenaran absolut, saat itulah biasanya kesalahan akan terjadi.

Bukan mengkritik atau menyalahkan, hanya sebuah bentuk curiosity tentang kenapa saat ini banyak sekali cowok yang ngebet banget nikah. Memang ini bukan hal buruk, tapi fenomena ini cukup baru dan tentu saja ini terjadi bukan tanpa sebab. Siapa tahu setelah artikel ini, sebab musabab kenapa cowok jadi “menye” ini bisa terjawab. Siapa tahu!