Fenomena LGBT ternyata nggak bisa disepelekan. Banyak tokoh-tokoh besar yang juga diduga terlibat di dalamnya. Kebanyakan cowok-cowok genius dan terkenal berikut ini ternyata menyimpan sebuah rahasia mengenai orientasi seksual mereka. Sangat disayangkan memang, namun apa daya, manusia memang tak ada yang sempurna.

Berikut ini adalah 5 tokoh laki-laki yang diduga kuat sebagai homoseksual. Bukan untuk mengajak kamu meniru mereka, boys. Tapi hal ini bisa dijadikan pelajaran bahwa nggak semua yang dilakukan orang pintar itu selalu benar. Mereka memang pintar dalam satu hal, namun ternyata mereka memiliki kesalahan yang cukup fatal di dalam hal lain.

Alan Turing, si genius penemu komputer. Ingat ya, dia pintar karena belajar, bukan karena dia gay!

Di balik kerumitan pemikirannya, ada kerumitan seksualnya juga via s-media-cache-ak0.pinimg.com

Alan Turing yang jalan pikirannya sungguh rumit ternyata terlibat kisah cinta dengan sahabat cowoknya sendiri. Sementara ada seorang wanita yang dengan setia menanti kepastian Alan Turing, dia justru tidak mau dan tetap mencintai sahabat lelakinya. Kisahnya ini bahkan di abadikan lewat film berjudul The Imitation Game, yang dibintangi oleh Bennedict Cumberbatch dan Kiera Knigtley. Turing bahkan menjadi ikon hubungan sesama jenis lho, boys.

Yang jadi berbahaya, banyak orang berpikir bahwa menjadi gay adalah jalan yang membuat Alan Turing pintar. Padahal bukan. Dia pintar karena dia berbakat dan rajin dalam belajar, bukan karena dia gay. Ingat itu!

Alexander The Great, punya hubungan cinta sesama jenis yang langgeng sampai mati

Advertisement

Ternyata ketangguhan pasukannya nggak setangguh hatinya via storybookstorage.s3.amazonaws.com

Penakluk dunia pada masanya ini ternyata punya pasangan seorang cowok. Pasangan Alexander adalah seorang bodyguard dan jendral perangnya sendiri bernama Hephaestion. Hebatnya hubungan antara Alexander the Great dengan Hephaestion bisa dibilang cinta mati. Beberapa bulan setelah kematian Hephaestion, Alexander depresi berat dan akhirnya meninggal dunia. Wah bisa gitu, ya?

Leonardo Da Vinci, Monalisa ternyata bukan cinta sejati pelukisnya

Wah nggak nyangka sih, seorang Leonardo Da Vinci via www.portnet.gr

Leonardo Da Vinci yang sangat terkenal dengan karya lukisnya yaitu Monalisa, juga seorang homoseksual. Dalam karya-karyanya, Da Vinci menggambarkan figur lelaki dengan erotis dan menggambarkan bagaimana menjijikannya ketika berhubungan seks dengan wanita. Da Vinci pernah mendapatkan sanksi hukum karena kasus sodomi. Hingga akhirnya Da Vinci tinggal di Florence, surga bagi kaum homoseksual pada jamannya dan terlibat kisah asmara dengan murid lelakinya. Wah, orang jenius memang sulit ditebak ya, boys.

Julius Caesar. Sindrom kehebatan kadang membuat orang merasa boleh melakukan segalanya!

Citranya yang tangguh pudar begitu saja via aos.iacpublishinglabs.com

Jendral Roma yang juga diktator ini ternyata memiliki image yang sangat bertentangan dengan opini publik terhadap dirinya. Caesar kerap diejek karena ia memiliki orientasi seksual yang menyimpang. Dia diduga memiliki hubungan khusus dengan Raja Bithynia (yang sekarang adalah Turki), dan berperan sebagai pihak pasif dalam hubungan homoseksualnya.

Caesar adalah salah satu penakluk terkejam dalam sejarah dunia. Selain kejam, ternyata dia memiliki penyimpangan seksual yang cukup parah. Beginilah orang kalau menderita sindrom kehebatan, merasa paling hebat dan bisa melakukan segalanya. Jangan dicontoh ya boys!

William Shakespeare, ternyata puisi romantisnya buat cowok?

Sumber inspirasinya adalah lelaki via ichef.bbci.co.uk

Seorang pujangga sepanjang masa seperti Shakespeare juga diduga memiliki orientasi seksual yang tidak biasa. Beberapa karya sastra erotis yang ditulis oleh Shakespeare tampak ditujukan oleh laki-laki. Beberapa menyebutkan bahwa Shakespeare juga pernah terlibat kisah asmara sesama jenis dengan Henry Wriothesley, the Earl of Southampston. Wah nggak nyangka, padahal karya-karyanya romantis banget, boys.

Beberapa tokoh di atas sering dijadikan icon LGBT dunia. Bahkan saat ini, orang-orang yang tidak memahami logika homoseksual dianggap terbelakang dan kuno. Padahal dari data di atas, homoseksualitas sudah ada sejak zaman kuno, dan jelas bukan gambaran sebuah modernitas. Menurut sejarah, yang memajukan umat manusia, adalah ilmu pengetahuan, agama, dan budaya, bukan homoseksualitas. Namun saat ini justru terbalik, orang-orang yang yang mengamini atau bahkan memiliki kecenderungan homoseksual justru dianggap berbudaya, cerdas, dan bahkan religius. Ingat ya, 5 tokoh di atas belum ada 1 persen dari seluruh tokoh paling berpengaruh di dunia. Jadi, jangan jadikan mereka excuse untuk melakukan penyimpangan seksual, tapi jadikanlah mereka pelajaran supaya tidak melakukan hal yang sama!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya