Berbicara mengenai kebudayaan emang nggak bakal ada habisnya. Karena kebudayaan adalah produk kegiatan dan penciptaan dari masyarakat, sehingga bisa dipastikan kebudayaan ini nggak ada habisnya. Ya, kecuali populasi masyarakat ini udah mulai punah. -__-

Nah, kali ini Hipwee Boys akan membahas soal kebudayaan yang lebih spesifik. Yup, kebudayaan atau tradisi seksual dari berbagai suku yang ada di dunia. Untuk sekadar menambah wawasanmu, yuk disimak!

Ada sebuah suku di Papua dengan tradisi unik. Pemuda Suku Sambia harus meminum sperma sebagai tanda kedewasaan mereka

Ditusuk‚Ķ ūüôĀ via www.sayangi.com

Mungkin ini tradisi seksual yang paling aneh di dunia. Meminum air mani sebagai tanda kedewasaan. Aneh bukan? Tapi begitulah kebudayaan suku Sambia, di pedalaman Papua. Sebelum ritual meminum sperma, mereka harus melewati tahap yang sangat berat.

Pertama, anak cowok berusia 6-7 tahun, kalau mau dianggap dewasa, mereka harus menusuk kayu runcing atau rumput kering ke hidung mereka hingga berdarah. Setelah melakukan ritual mengeluarkan darah dari hidung, mereka merayakan dengan syukuran. Belum berakhir sampai di situ. Mereka melanjutkan dengan ‚Äėbully‚Äô. Mereka harus dicambuk atau dipukuli. Konon, ritual ini bertujuan untuk menguatkan fisik dan jiwa mereka setelah menikah nantinya.

Advertisement

Baru setelah itu, mereka harus meminum sperma dari para tetua adat atau lelaki lain yang telah dewasa (13-21 tahun). MINUM SPERMA COWOK LAIN!¬†Setelah itu, tunggu sampai usia 20 tahun untuk bisa menikah.¬†Sebagai tambahan, setelah¬†dia berhubungan badan dengan istrinya, mereka berdua harus mandi lumpur untuk menghilangkan bekas noda dari tubuh mereka. Nah, kalau dia udah dikaruniai anak, ritual minum sperma pun udah selesai. Gantian dia yang jadi ‚Äėsumber sperma‚Äô bagi generasi penerusnya. Aneh, ‚Äėkan?

Masih dari Papua, suku Trobriand punya tradisi berhubungan badan dari umur 6 tahun bagi cewek, 10 tahun bagi cowok. Gilak!

Penampakan suku Trobriand saat dewasa. via www.tipforpc.com

Ini nih yang menyebabkan makin maraknya penyebaran penyakit AIDS. Sejak usia dini, anak-anak suku Trobriand, Papua udah diperbolehkan untuk berhubungan badan. Bahkan seperti didorong untuk melakukan hal itu. Mereka nggak mengenal tradisi pernikahan. Jadi, ketika cowok dan cewek telah melakukan hubungan seks, ketika cewek hamil dan cowok pengen pergi, nggak masalah.

If a girl gets pregnant, her family keeps the baby, because, according to the local costum, men just help to open up the woman to pregnancy. The real father is Baloma or spirit.

Begitulah logika suku Trobriand. Cowok mah bebas di sana. Bukannya menuduh mereka menyebarkan virus HIV, hanya saja fakta di lapangan menunjukan bahwa suku ini bisa dibilang memiliki aturan seksual yang bisa meningkatkan persebaran virus HIV.

Suku Nepalese di pegunungan Himalaya yang masih menganut sistem poliandri. Satu istri untuk dua suami, dan mereka ini kakak-beradik!

Satu istri, dua suami. (jadi judul film juga bagus) via terraproject.net

Suku yang bermukim di sekitar pegunungan Himalaya ini masih menganut¬†budaya poliandri. Ya, satu istri untuk beberapa cowok.¬†Sebenarnya ini hanya masalah pembagian ‚Äėwarisan‚Äô. Di kawasan Himalaya ini memang sangat baik untuk bercocok tanam. Nah, sayangnya, lahan yang tersedia nggak terlalu luas. Sehingga, ketika seseorang telah menikah dan memiliki anak cowok (yang harus bercocok tanam ketika dewasa nanti), orangtua harus mencarikan satu istri untuk kedua anak cowoknya. Tujuannya, agar pembagian lahan atau warisan jadi mudah.

Cowok cuma terima enak. Cewek suku Mosuo memegang peran penting dalam kehidupan sosial dan seksual

Mungkin inilah negeri yang semua cowok impikan. Bagaimana tidak, dalam tradisi suku Mosuo yang berada di Cina ini, cowok nggak berhak memiliki pekerjaan berat, kecuali menjaga ternak. Selebihnya, cewek yang mengurus.

Perihal tradisi seksual, suku ini memang menganut sistem matriarki, nggak heran kalau cewek yang sangat berkuasa di sini. Untuk setiap cewek yang sudah dewasa, diwajibkan memiliki kamar pribadi, yang nantinya akan dikunjungi cowok-cowok yang memang mereka inginkan. Mereka nggak kenal tradisi menikah. Cuma tidur bareng semalam aja. Nah, kalau si cewek sudah males sama cowok tersebut, cewek harus menaruh sepasang sepatu, sebagai tanda bahwa di kamarnya sudah ada cowok lain yang berkunjung. Sementara kalau si cewek hamil dan anaknya lahir, 100% anak itu jadi milik si ibu. Cowok, bebas~

Cowok berusia 13 harus berhubungan badan dengan cewek berusia jauh di atasnya. Suku Mangaia memberikan seks edukasi yang cukup unik

Gadis-gadis suku Mangaia. via gallery.arts.auckland.ac.nz

Seperti tradisi seksual pada suku Trobriand, anak-anak cowok di suku Mangaia yang berada di kawasan Samudera Pasifik Selatan ini pun memiliki tradisi hampir serupa. Anak cowok usia 13 tahun udah dan harus diajari berhubungan badan dengan wanita yang berusia jauh di atasnya. Tujuannya hanya sebagai seks edukasi. Lebih uniknya lagi, mereka bebas berhubungan dengan wanita manapun. Jauh lebih uniknya lagi, mereka melakukan hal itu di atas pohon palem! Wah, yang ini udah nggak ngerti lagi deh maksudnya apa. -___-

Pondok cinta putri Suku Kreung . Cowok-cowok boleh masuk tiap malam, sampai si cewek menemukan satu yang cocok untuk dinikahi

Pondok Cinta. ūüėÄ via vids.vepees.tk

Suku ini berasal dari Kamboja. Para tetua suku Kreung akan membangun ‚Äúpondok cinta‚ÄĚ untuk putri mereka yang dinilai udah cukup umur untuk menikah. Dalam tradisi perjodohan suku ini, mereka membiarkan pondok tersebut disinggahi beberapa cowok yang berbeda-beda tiap malamnya. Hingga akhirnya putri mereka merasa cukup dan mendapatkan cowok yang mereka suka. Kalau belum nemu juga cowok yang dia suka, ya tiap malam pondok itu bakal disinggahi cowok yang berbeda-beda, sampai akhirnya si cewek merasa cocok.

Nah, itulah beberapa tradisi unik seputar seksualitas dari suku-suku di seluruh dunia. Mana yang paling unik, dan mana yang paling kalian harapkan bisa terjadi dalam hidup kalian? :p

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!