Hari di mana kamu gajian merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi para “budak” perusahaan. Lalu apa jadinya kalau ternyata kamu mendapatkan pengumuman kalau gaji terlambat? Pasti kesal dan gusar. Namun amarah tak akan menyelesaikan masalah. Yang harus kamu pikirkan jika hal itu terjadi adalah tentang bagaimana menghadapinya. Memang menyebalkan sih, tapi gimana lagi, namanya juga “budak” perusahaan.

Nah untuk membantu kamu mengatasi itu, kali ini Hipwee Boys mau bantu kamu nih buat mengatasi masalah tersebut. Langsung di-scroll saja layarnya ke bawah!

 

Kalau gajimu telat, janganlah kamu berdiam diri. Ingat, gajimu adalah hakmu

Jadi gini, Pak via www.westernsydney.edu.au

Maksud jangan diam dalam hal ini, bukan berarti kamu kudu joget-joget kayak cacing kepanasan, melainkan kamu mesti ambil tindakan untuk bertanya. Kamu pasti heran dong kalau gajimu telat? Nah untuk mengetahui secara pasti, kamu harus tanya langsung ke pihak yang berwenang. Jangan pada teman sekerja, karena dia pun sangat mungkin tak tahu alasan pastinya. Bertanyalah langsung atasan atau bagian keuangan yang mengurus masalah gaji.

Advertisement

Di samping bertanya kenapa, kamu juga bisa cari tahu kapan gajimu akan segera cair. Enyahkan perasaan kagok atau sungkan, sebab gajimu adalah hakmu. Tidak ada salahya mempertanyakan hak kan?

Agak serius nih! Ini lho landasan hukum buat kamu untuk menuntut hakmu sebagai karyawan

Langsung ngadu ke menterinya juga nggak apa-apa via www.floreskita.com

Sekali atau dua kali telat gajian mungkin bukan masalah. Tapi kalau terus-terusan telat setiap bulan dan nggak sesuai dengan perjanjian, kamu bisa laporkan ke pihak yang berwajib. Kamu harus berani melaporkan karena ini sudah bisa dianggap pelanggaran hukum.

Kalau kamu berani melaporkan perusahaanmu ke pihak yang berwajib — dalam hal ini ke Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), kamu sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan lewat denda yang wajib perusahaan bayar lho. Seperti tertuang pada Pasal 55 PP Pengupahan:

Ayat 1: Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 yang terlambat membayar dan/atau tidak membayar Upah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) dikenai denda, dengan ketentuan:

a. mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya Upah dibayar, dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) untuk setiap hari keterlambatan dari Upah yang seharusnya dibayarkan;

b. sesudah hari kedelapan, apabila Upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% (satu persen) untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari Upah yang seharusnya dibayarkan; dan

c. sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

Ayat 2: Pengenaan denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar Upah kepada Pekerja/Buruh.

Kalau gajimu telat setelah empat hari, kamu bisa mendapatkan tambahan 5% dari gajimu. Sedangkan bila setelah delapan hari perusahaan masih telat soal gaji, kamu berhak mendapatkan satu persen setiap sehari keterlambatan. Setelah ditotal dengan hari sebelumnya, pada hari kesembilan kamu berhak dapat 6% dari gajimu. Hari ke-10, kamu bisa mendapat 7% dari gajimu. Hari ke-11, kamu punya hak 8% dari gajimu, dan begitu seterusnya.

Namun dengan dua poin atau langkah di atas, kamu masih bingung ‘kan bagaimana harus menghadapi hidup dengan uang yang masih nyangkut di kantong perusahaan? Yuk lanjut ke tips bertahan hidup kalau gaji terlambat.

Gunakanlah dana darurat. Congkel celengan juga nggak apa-apa

Lumayan kan via ekafikry.blogspot.co.id

Dengan kehidupan yang harus dilanjutkan, kamu tentunya butuh makan, butuh uang transportasi, atau kebutuhan penting lainnya. Salah satu cara untuk mengatasinya, ya, mau nggak mau kamu harus mengorbankan uang daruratmu, entah itu tabungan di bank, atau juga tabungan di celengan yang mesti kamu congkel isinya. Irit pada keadaan seperti itu memang diperlukan, tapi bukan berarti pelit pada diri sendiri. Kamu perlu makan dan minum untuk mengimbangi aktivitas kerjamu. Jadi jangan sampai pelit. Irit sama pelit beda lho.

Oiya, kamu juga perlu ingat Sujiwo Tejo yang berkata, “Menghina Tuhan tak sampai harus membakar kitab suci-Nya. Besok kau khawatir tak bisa makan, kau sudah menghina Tuhan, Cuk!”

Coba cari temanmu yang dompetnya masih berisi, kemudian pinjam duitnya, minimal untuk kebutuhan makan dan transportasimu

Pinjem duit dong, mbak via www.savjetnica.com

Selain lingkaran sosial kantor, kamu pasti punya teman di luar teman kantor. Nah manfaatkan hal tersebut untuk meminta pertolongan. Pinjamlah duit secukupnya untuk memenuhi kebutuhan makan dan transportmu. Jangan pinjam buat yang macam-macam. Kamu harus ingat kalau harus bayar itu di kemudian hari.

Meminjam duit ke teman kantor bisa saja sih, tapi agak kurang etis saja. Soalnya, dia juga ‘kan kena musibah gajian telat. Senasib. Hal ini juga merupakan salah satu alasan kenapa sebaiknya kamu memperluas lingkungan pertemananmu. Buat nyari orang yang bisa dipinjemin duit pas bokek. 😀

Buat kamu yang merokok, tolong sadar diri. Mending dialokasi buat makan aja

Nggak ngerokok dulu via www.ucanquit2.org

Bagi para perokok, kamu mungkin bisa merasakan hampa jika tanpa rokok yang kamu hisap. Namun kamu harus ingat, di situasi segenting seperti itu, mending utamakan kebutuhanmu untuk makan ketimbang merokok. Ingatlah, merokok nggak bikin kenyang. Kalau rokok, kamu bisa minta sama teman-temanmu di tongkrongan. Pada Si A sebatang, pada Si B sebatang, dan pada Si C sebatang. Tuh lumayan sudah dapat tiga batang. Itu juga kalau kamu nggak malu sih. hehehehehe~

Ini merupakan langkah preventif. Siapkan abon, bila telatnya gaji turun terjadi

Sedia abon sebelum telat. Telat gajian, maksudnya. via cookpad.com

Kamu mungkin bisa bosan kalau tiap hari harus makan abon. Namun itu jauh lebih mending. Daripada makan nasi pakai garam saja di hari-hari gaji belum turun, ya, lebih elit pakai abonlah. Jadi kalau isi dompetmu sedang tebal, jangan lupa siapkan langkah preventif untuk menghadapi akhir bulan dan potensi gajian telat. So, jangan lupa beli abon ya pas belanja bulanan di awal bulan! 😀

Tak ada makanan paling bersahabat dengan dompet kering selain mie instan

Nggak segini juga via rimanews.com

Saat kondisi mendesak seperti gajian telat, kamu bisa kembali merasakan apa yang sering kamu rasakan ketika masih jadi mahasiswa. Semacam ada nostalgia yang terjadi antara kamu dan mie instan. Kebutuhan perut tentu jadi hal yang krusial ketika gajian telat dan dompet kering. Namun dengan harga yang cukup murah, kamu bisa menyantapnya meskipun nggak kenyang-kenyang amat andai nggak pakai nasi.

Tapi secara kesehatan ini agak kurang baik sih. Jadi, kalau bisa jangan terlalu sering makan mi instan meskipun kondisi kuanganmu sedang dalam masa paceklik. Ya, sekali dua kali boleh lah menutup perut dengan mi instan, tapi ya jangan seminggu penuh makan mi instan terus. Mending nasi garam deh! hehehehe~

Terakhir, bila gajimu datangnya telat, kamu bisa memilih puasa. Lebih hemat, sehat, dan berpahala

Biar lebih soleh via fikom.unpad.ac.id

Ini merupakan pendekatan paling religius di antara poin-poin sebelumnya. Namun ini sangat bisa kamu gunakan untuk bisa menyiasati gajian yang telat. Kalau kamu niat, nggak perlu makan sahur kok. Cukup minum air saja yang cukup. Dan pas buka makannya biasa aja, jangan kayak orang nggak makan seminggu. Sama saja nggak irit kalau kayak g

Coba tebak kebaikan apa saja yang bisa didapat jika kamu melakukannya? Dompet lebih aman dan badan bisa sehat. Bagi yang kelebihan lemak, bisa jadi diet pula. Dan terakhir jangan lupa, dengan puasa kamu bisa dapat pahala. Lumayan tabungan akhirat.

Nah itulah tips yang bisa kamu gunakan jika gajimu telat turun. Harus ada yang dilakukan agar kehidupan berjalan wajar, bung!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!